Tren Alas Kaki dari Runway Paris Fashion Week 2027, Mutiara hingga Heels Berbentuk Ular

Paris Fashion Week 2027 menghadirkan beragam eksplorasi gaya yang membuat detail footwear semakin menarik perhatian.

Diterbitkan 05 Oktober 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Paris Fashion Week (PFW) Spring/Summer 2027 tidak hanya menampilkan busana dengan siluet baru, tapi juga menghadirkan tren alas kaki yang semakin berani. Footwear kini mendapat porsi lebih besar dalam membangun karakter sebuah look, dengan desain dramatis, ornamen unik, serta warna yang mencuri perhatian.

Sejumlah rumah mode mengeksplorasi alas kaki melalui berbagai detail dekoratif, mulai dari bunga, mutiara, kristal, hingga bentuk ular. Elemen tersebut memberikan aksen visual yang kuat, sekaligus memperkaya tampilan koleksi yang diperkenalkan di runway, melansir Vogue Arabia, Rabu, 30 September 2026.

Tren tersebut terlihat dalam rangkaian Paris Fashion Week 2027 yang mempertemukan desainer pendatang baru dengan label-label ternama. Pada agenda pembukaan, Matières Fécales, Ellen Hodakova Larsson, dan Julie Kegels menjadi beberapa nama yang menampilkan koleksi mereka.

Sehari setelahnya, perhatian beralih pada Dior dan Saint Laurent yang menghadirkan pertunjukan dengan pendekatan berbeda terhadap gaya footwear musim mendatang. Tren statement shoes terlihat melalui permainan proporsi dan ornamen.

Sepatu berhak tinggi memberikan kesan lebih dramatis pada penampilan, sementara aksen floral menawarkan sentuhan feminin sekaligus playful. Pilihan warna yang lebih berani juga membuat sepatu mampu menjadi pusat perhatian tanpa bergantung pada busana yang berlebihan.

Matières Fécales menghadirkan koleksi Spring/Summer 2027 dengan mengangkat gagasan tentang representasi, identitas, serta pemberian ruang bagi kelompok yang disebut sebagai 99 persen.

Pertunjukan ini turut menjadi sorotan setelah Rihanna terlihat di barisan depan. Di atas runway, para model membawa manekin yang menjadi simbol kelompok elit, memperkuat pesan sosial yang disampaikan melalui presentasi koleksi.

Nuansa Gothic ke Alas Kaki

Koleksi tersebut memadukan distressed tailoring, busana kulit dengan sentuhan punk, serta gaun couture yang tampil dramatis. Nuansa gothic dan monster-inspired tidak hanya terlihat pada busana, tapi juga diterjemahkan melalui pilihan footwear yang mencuri perhatian.

Sandal berwarna emas dan sunset orange hadir dengan desain berani, sementara open-toe tie-up boots memberikan kesan lebih teatrikal. Kedua model tersebut dilengkapi sol merah khas Christian Louboutin, serta bentuk heel cembung yang menjadi salah satu karakter desainnya.

Warna emas menghadirkan sentuhan glamor pada sejumlah tampilan, sedangkan sunset orange memberikan aksen cerah di tengah palet yang didominasi estetika gelap. Detail tali pada boots turut memperkuat kesan eksperimental, sekaligus menjadikan alas kaki sebagai bagian penting dari pernyataan visual koleksi.

Floral, Mutiara, dan Kristal

Dior menghadirkan koleksi yang ringan dan romantis dalam pertunjukan Jonathan Anderson di Jardin des Tuileries. Suasana berkabut di sekitar kolam bundar memperkuat kesan busana berbahan tipis dan ringan yang tampak seolah melayang.

Nuansa tersebut berlanjut pada footwear melalui heels berhias bunga, serta sandal metalik dengan rangkaian mutiara dan kristal. Detail berkilau membuat alas kaki terlihat menyerupai perhiasan yang melengkapi keseluruhan look.

Anderson juga menghadirkan sandal bertali dengan aksen link chains yang menampilkan nama Dior. Sentuhan logomania tersebut terasa subtil tanpa menghilangkan karakter dekoratif koleksi.

Meski romantis, rumah mode itu tetap menyisipkan elemen yang lebih tegas melalui celana metalik bertekstur python, serta styling modern yang memadukan beragam pola dan motif.

Saint Laurent dan Maison Margiela Hadirkan Drama

Saint Laurent membawa tren statement shoes ke arah yang lebih dramatis. Koleksinya ditampilkan di bawah kilauan Menara Eiffel dan tiga chandelier berlapis emas.

Dominasi warna emas semakin memperkuat kesan glamor. Pertunjukan ini juga menjadi sorotan di tengah spekulasi soal masa depan Anthony Vaccarello sebagai direktur kreatif setelah satu dekade bersama rumah mode.

Setiap look dilengkapi sky-high stilettos. Salah satu desain yang mencuri perhatian hadir dengan bentuk ular pada bagian heel. Detail tersebut menjadikan hak sepatu sebagai elemen visual utama.

Sementara itu, Maison Margiela menawarkan pendekatan yang lebih eksperimental melalui koleksi Glenn Martens. Latar bunga yang mulai layu menjadi kontras dengan busana berkarakter avant-garde.

Footwear hadir dalam bentuk boots setinggi lutut tanpa bagian ujung kaki. Siluet ini memperkuat kesan eksperimental sekaligus mengubah proporsi keseluruhan look.