Liputan6.com, Jakarta - Kue apem selong merupakan salah satu jajanan tradisional yang banyak digemari karena teksturnya yang lembut, bersarang cantik, dan memiliki cita rasa manis yang khas. Kue ini dikenal berasal dari Lombok dan sering dijumpai sebagai teman minum teh atau hidangan pada berbagai acara keluarga. Meski terlihat sederhana, banyak orang menganggap membuat apem selong cukup menantang karena adonan harus menghasilkan pori-pori yang sempurna dan matang merata.
Namun, dengan bahan yang tepat dan teknik yang benar, membuat kue apem selong sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Kunci utamanya terletak pada proses fermentasi adonan, kekentalan yang pas, serta pengaturan suhu saat memanggang. Berikut resep kue apem selong anti gagal yang menghasilkan tekstur empuk, bersarang indah, dan rasa yang lezat layaknya buatan penjual tradisional, dirangkum Liputan6.com pada Selasa (9/6/2026).Â
Mengenal Kue Apem Selong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8126178/original/030495500_1780977745-16207009693154476416.jpeg)
Kue apem selong adalah salah satu jajanan tradisional khas Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang terkenal karena teksturnya yang lembut, empuk, dan memiliki sarang-sarang cantik di bagian tengahnya. Nama "selong" sendiri merujuk pada daerah Selong di Lombok Timur yang dikenal sebagai salah satu tempat asal dan berkembangnya kue tradisional ini. Apem selong biasanya disajikan sebagai camilan sehari-hari, hidangan saat acara keluarga, maupun sajian pada berbagai perayaan adat dan keagamaan.
Sekilas, apem selong memiliki bentuk yang mirip dengan serabi, tetapi keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Apem selong umumnya memiliki pinggiran yang tipis dan berenda, sementara bagian tengahnya lebih tebal, lembut, dan berpori. Tekstur bersarang tersebut terbentuk dari proses fermentasi adonan menggunakan ragi atau tape singkong yang menghasilkan gelembung udara saat kue dimasak.
Bahan utama apem selong terdiri dari tepung beras, santan, gula, dan bahan pengembang seperti ragi instan atau tape singkong. Kombinasi bahan-bahan tersebut menghasilkan rasa manis yang pas dengan aroma santan yang khas. Beberapa variasi juga menambahkan potongan nangka, pandan, atau bahan lainnya untuk memperkaya cita rasa dan aroma.
Hingga kini, apem selong masih menjadi salah satu kuliner tradisional yang digemari karena rasanya yang sederhana namun lezat. Selain mudah ditemukan di pasar tradisional Lombok, kue ini juga semakin populer di berbagai daerah karena proses pembuatannya yang relatif sederhana dan cocok dijadikan ide jualan rumahan.
Advertisement
Resep Kue Apem Selong Anti Gagal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8126180/original/080894100_1780977745-2821802568990159372.jpeg)
Bahan-bahan
Bahan Adonan
- 250 gram tepung beras
- 50 gram tepung terigu
- 2 sendok makan tepung tapioka atau tepung sagu
- 150–200 gram gula pasir
- 400 ml santan kental
- 2 butir telur
- 80 gram tape singkong, haluskan
- ½ sendok teh garam
- ½ sendok teh vanili bubuk
- 2 lembar daun pandan
Bahan Pengembang
- 1 sendok teh ragi instan
- 200 ml air kelapa hangat
- 1 sejumput gula pasir
Topping (Opsional)
- Potongan buah nangka secukupnya
Pelengkap
- Minyak goreng secukupnya untuk mengoles cetakan
Cara Membuat
- Rebus santan bersama daun pandan hingga harum. Angkat dan biarkan hingga benar-benar dingin.
- Aktifkan ragi dengan mencampurkan ragi instan, air kelapa hangat, dan sejumput gula pasir. Aduk rata lalu diamkan sekitar 5 menit hingga berbusa sebagai tanda ragi aktif.
- Dalam wadah besar, kocok gula pasir, telur, garam, dan vanili hingga gula larut dan adonan sedikit pucat.
- Tuangkan santan yang sudah dingin ke dalam campuran telur, lalu aduk hingga rata.
- Masukkan tepung beras, tepung terigu, dan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga tidak ada adonan yang menggumpal.
- Tambahkan tape singkong yang telah dihaluskan, kemudian aduk kembali hingga tercampur merata.
- Tuangkan larutan ragi yang sudah berbusa ke dalam adonan. Aduk hingga semua bahan menyatu sempurna.
- Tutup wadah menggunakan kain bersih atau serbet, lalu diamkan selama kurang lebih 1 jam hingga adonan mengembang dan muncul gelembung-gelembung kecil.
- Panaskan cetakan apem atau wajan cekung dengan api kecil. Olesi tipis permukaannya menggunakan minyak goreng dan pastikan cetakan benar-benar panas.
- Aduk perlahan adonan yang sudah difermentasi, lalu tuang sekitar satu sendok sayur adonan ke dalam cetakan.
- Tekan perlahan bagian tengah adonan menggunakan bagian belakang sendok agar terbentuk renda atau sarang khas di bagian pinggir kue.
- Jika menggunakan nangka, tambahkan potongan nangka saat kue setengah matang.
- Masak hingga permukaan kering, bagian bawah matang sempurna, dan sarang terbentuk dengan baik.
- Angkat kue dengan cara mencungkil perlahan sambil memutar sisi pinggirnya.
- Sajikan apem selong selagi hangat sebagai teman minum teh atau kopi. Kue apem selong yang berhasil akan memiliki tekstur lembut dan empuk, bagian tengah yang bersarang cantik, pinggiran berenda khas, serta aroma santan dan pandan yang harum menggoda.
Tips Membuat Kue Apem Selong yang Empuk dan Bersarang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8126181/original/029530100_1780977746-10577945928520010918.jpeg)
1. Pastikan Ragi Aktif Sebelum Digunakan
Keberhasilan apem selong sangat bergantung pada kondisi ragi yang digunakan. Sebelum dicampurkan ke dalam adonan, larutkan ragi dengan air kelapa hangat dan sedikit gula, lalu diamkan beberapa menit hingga berbusa. Busa yang muncul menandakan ragi masih aktif dan siap membantu proses fermentasi. Jika ragi tidak berbusa, sebaiknya gunakan ragi baru agar adonan dapat mengembang sempurna dan menghasilkan sarang yang cantik.
2. Beri Waktu Fermentasi yang Cukup
Jangan terburu-buru memasak adonan setelah semua bahan tercampur. Fermentasi selama sekitar satu jam atau hingga adonan terlihat mengembang akan membantu terbentuknya gelembung udara yang menjadi ciri khas apem selong. Proses ini juga membuat tekstur kue lebih lembut, ringan, dan tidak padat saat matang.
3. Gunakan Cetakan yang Benar-Benar Panas
Salah satu rahasia terbentuknya sarang dan renda khas apem selong adalah suhu cetakan yang tepat. Panaskan cetakan terlebih dahulu hingga benar-benar panas sebelum adonan dituang. Ketika adonan langsung bersentuhan dengan permukaan panas, gelembung udara akan terbentuk lebih cepat sehingga menghasilkan tekstur bersarang yang lebih sempurna.
4. Masak dengan Api Kecil yang Stabil
Meskipun cetakan harus panas, proses memasaknya sebaiknya menggunakan api kecil hingga sedang yang stabil. Api yang terlalu besar dapat membuat bagian bawah cepat gosong sementara bagian tengah belum matang sempurna. Dengan panas yang merata, apem akan matang perlahan, memiliki warna cantik, dan tetap lembut hingga ke bagian dalam.
5. Perhatikan Komposisi Tepung dan Santan
Perbandingan tepung beras, sedikit tepung terigu atau tapioka, serta santan yang cukup akan sangat memengaruhi hasil akhir kue. Santan memberikan kelembutan dan aroma gurih, sedangkan tambahan tepung terigu atau tapioka membantu menciptakan tekstur yang lebih lentur dan tidak mudah hancur. Adonan yang seimbang akan menghasilkan apem selong yang empuk, berserat, dan tetap enak meski sudah dingin.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban seputar Resep Kue Apem Selong
1. Mengapa apem selong tidak bersarang saat dimasak?
Biasanya disebabkan oleh ragi yang tidak aktif, fermentasi yang kurang lama, atau cetakan yang belum cukup panas saat adonan dituang.
2. Apakah air kelapa wajib digunakan dalam resep apem selong?
Tidak wajib, tetapi air kelapa dapat membantu proses fermentasi dan memberikan aroma serta cita rasa yang lebih khas pada apem selong.
3. Berapa lama adonan apem selong harus difermentasi?
Umumnya sekitar 1 jam atau hingga adonan terlihat mengembang dan muncul gelembung-gelembung kecil di permukaannya.
4. Bisakah apem selong dibuat tanpa tape singkong?
Bisa. Tape singkong berfungsi membantu menambah aroma dan kelembutan, tetapi resep tetap dapat berhasil hanya dengan menggunakan ragi instan.
5. Bagaimana cara menyimpan apem selong agar tetap empuk?
Simpan dalam wadah tertutup setelah kue benar-benar dingin. Cara ini membantu menjaga kelembapan sehingga apem tidak cepat kering atau keras.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306335/original/075578900_1784874762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-24T133156.067.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306600/original/019959200_1784885023-PLN_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306185/original/084044900_1784866642-Screenshot_2026-07-23_170549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8126176/original/082284600_1780977744-1260898066122285218.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8126009/original/068663900_1780977512-omelet_mi_telur_sayur_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8127162/original/084347100_1780978691-ChatGPT_Image_Jun_9__2026__11_17_15_AM_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931140/original/085829900_1724906277-Sebungkus_kue_nagasari_pisang.__Liputan6.comWikimedia_Commonsbolakeluarga_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3512235/original/000279100_1626371463-Sop_konro.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5239695/original/084042700_1748849778-WhatsApp_Image_2025-06-02_at_14.30.50_9fefa05d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8126329/original/039381300_1780977858-63d3dd8d-8d84-476b-900d-ee11a0c899e7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8121245/original/093854900_1780972249-cropped-3a27eef7-1d42-4878-8628-122fbc9f1ef5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8125864/original/032820400_1780977316-9024937049546089249.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8119029/original/031520800_1780969628-WhatsApp_Image_2026-06-09_at_07.27.57.jpeg)