Liputan6.com, Jakarta - Daging kambing menjadi salah satu bahan makanan favorit untuk diolah menjadi berbagai hidangan lezat seperti sate, gulai, hingga tongseng. Namun, tidak sedikit orang yang masih bingung mencari tips membersihkan daging kambing agar tidak bau prengus sehingga hasil masakan terasa lebih nikmat dan menggugah selera. Aroma khas pada daging kambing memang sering menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pemula yang belum terbiasa mengolahnya.
Sebenarnya, bau prengus pada daging kambing bisa dikurangi dengan langkah pembersihan dan pengolahan yang tepat. Mulai dari memilih daging segar, membuang lemak berlebih, hingga menggunakan bahan alami seperti jeruk nipis, jahe, atau rempah-rempah tertentu dapat membantu mengurangi aroma menyengat pada daging. Selain itu, teknik memasak yang benar juga berpengaruh besar terhadap cita rasa akhir masakan.
Dengan mengetahui cara membersihkan dan mengolah daging kambing secara tepat, Anda bisa menghasilkan hidangan yang empuk, gurih, dan bebas bau prengus. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (21/05/2026).
Advertisement
Tips Membersihkan Daging Kambing Agar Tidak Bau Prengus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6498291/original/050441200_1779354902-Trik_mengolah_Daging_Kambing.jpg)
Mengolah daging kambing agar tidak bau prengus memerlukan beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan dengan seksama. Penanganan yang tepat sejak awal akan sangat mempengaruhi kualitas akhir hidangan Anda.
- Cara Membersihkan Daging
Hindari mencuci daging kambing mentah dengan air mengalir karena hal ini justru dapat membuat aroma prengusnya semakin kuat. Air dapat menyebarkan aroma prengus ke seluruh permukaan daging dan membuat teksturnya menjadi alot. Sebaiknya, daging kambing langsung diolah atau cukup dilap menggunakan tisu dapur bersih untuk menghilangkan kotoran di permukaannya. Jika memang harus dicuci karena kondisi pemotongan kurang higienis seperti terkena tanah atau debu, cucilah sesaat sebelum dimasak dan pastikan di bawah air mengalir, bukan direndam. Langkah ini penting untuk menjaga kebersihan tanpa memperparah bau prengus.
- Buang Lemak Berlebih
Buang lemak berlebih terutama yang berwarna putih, karena ini adalah salah satu sumber utama bau prengus pada daging kambing. Mengiris dan membuang lemak yang menempel pada daging sebelum diolah dapat mengurangi bau prengus secara signifikan. Namun, tidak perlu membuang seluruh lemak karena dapat mengurangi cita rasa gurih pada olahan daging.
- Gunakan Rempah
Manfaatkan rempah-rempah aromatik yang memiliki peran penting dalam menyamarkan dan mengurangi bau prengus. Rempah-rempah ini tidak hanya berfungsi sebagai penghilang bau, tetapi juga menambah kekayaan rasa pada masakan Anda. Gunakan perasan jeruk nipis atau limau dengan membalurkannya pada daging dan diamkan sekitar 30 menit. Kandungan asam pada jeruk nipis efektif membunuh bakteri dan mengurangi bau amis.
Selain itu, baluri daging dengan garam dan diamkan sekitar satu jam untuk membantu mengurangi bau amis, serta mengurangi kadar kelembapan pada daging. Jahe juga sangat efektif, caranya parut jahe dan balurkan ke seluruh permukaan daging selama 15-30 menit lalu bilas. Jahe geprek juga bisa ditambahkan saat merebus atau menumis daging. Untuk ketumbar, rendam daging dengan ketumbar selama kurang lebih 30 menit untuk menghilangkan aroma tidak sedap.
Rempah lain seperti daun salam, sereh, kunyit, dan bunga lawang dapat ditambahkan saat merebus daging untuk mengeluarkan aroma wangi yang mampu mengurangi bau amis. Bunga lawang, misalnya, memiliki aroma harum yang khas dan sering digunakan dalam hidangan seperti rebeg khas Banten. Daun kari juga bisa ditambahkan, cukup 3-5 lembar ke dalam masakan berkuah seperti gulai untuk menghilangkan bau prengus.
- Gunakan Teknik Prebusan yang Tepat
Rebus daging dengan teknik khusus, yaitu menggunakan air bersuhu ruang bukan air mendidih untuk membantu mengurangi bau amis. Penting untuk membuang buih yang muncul saat merebus daging kambing karena buih tersebut juga dapat menjadi sumber bau prengus. Setelah mendidih buang air rebusan pertama, lalu rebus kembali dengan air baru untuk mendapatkan kaldu yang lebih bersih dan minim bau. Teknik perebusan dua kali ini sangat dianjurkan untuk hasil terbaik.
Advertisement
Trik Mengolah Daging Kambing Agar Dagingnya Cepat Empuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6498292/original/058422200_1779354903-Trik_Mengolah_Daging_Kambing_Agar_Empuk.jpg)
Selain menghilangkan bau prengus, mengempukkan daging kambing juga penting agar lebih nikmat saat disantap dan mudah dikonsumsi. Ada beberapa trik yang bisa Anda coba untuk mencapai tekstur daging yang sempurna, seperti:Â
- Daun Pepaya: Bungkus daging dengan daun pepaya yang sudah diremas-remas setelah dipotong, lalu diamkan selama 15-20 menit. Daun pepaya mengandung enzim papain yang dikenal ampuh mengempukkan daging, namun jangan terlalu lama agar daging tidak hancur.
- Nanas: Gunakan nanas dengan melumuri daging dengan parutan nanas selama sekitar 15 menit. Kandungan enzim bromelain pada nanas dapat membuat daging lebih empuk, tetapi penting untuk tidak merendam terlalu lama (maksimal 30 menit) karena nanas dapat membuat daging menjadi terlalu lunak atau hancur.
- Air Kelapa: Merendam daging kambing dalam air kelapa tidak hanya membantu mengempukkan, tetapi juga mengurangi aroma khas pada daging. Metode ini memberikan keuntungan ganda untuk kualitas hidangan.
- Tepung Jagung: Bubuhkan tepung jagung pada permukaan daging kambing yang akan diolah, lalu diamkan selama kurang lebih 15 menit sebelum dimasak. Tepung jagung dapat membantu melunakkan serat daging.
- Gunakan Cuka: Marinasi dengan bahan asam seperti cuka atau yogurt dengan merendam potongan daging kambing dalam larutan tersebut selama 30 menit hingga 1 jam. Kandungan asam dalam bahan-bahan ini membantu melunakkan serat daging secara efektif.
- Panci Presto: Menggunakan panci presto adalah cara yang sangat efisien untuk mempercepat proses pengempukan daging kambing. Tambahkan rempah seperti daun salam, sereh, dan sedikit irisan kunyit saat merebus dengan panci presto untuk menambah aroma dan rasa.
Resep Olahan Daging Kambing Rumahan: Tongseng Kambing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5075788/original/015973400_1735870362-1735826872562_resep-tongseng-kambing-santan.jpg)
Tongseng kambing adalah hidangan khas Indonesia yang memiliki cita rasa gurih, pedas, dan manis dengan aroma rempah yang menggoda. Resep ini cocok untuk Anda coba di rumah.
Bahan:
- 500 gram daging kambing (bagian paha), potong dadu
- 1 pcs santan cair 200 ml
- 2 batang serai, memarkan
- 3 lembar daun salam
- 4 lembar daun jeruk
- 1 ruas jahe, memarkan
- 5 butir kapulaga
- 10 buah cabai rawit hijau (utuh)
- 10 buah cabai rawit merah (utuh)
- 150 gram kol, iris kasar
- Secukupnya garam dan merica
- 5 sdm kecap manis
- 1 buah tomat, potong menjadi 8 bagian
- 2 batang daun bawang, iris
- 1 sdt kari bubuk
- Minyak untuk menggoreng
- Secukupnya air panas
Bumbu Halus:
- 5 siung bawang putih
- 15 siung bawang merah
- 5 buah cabai merah keriting
- 1/4 sdt jintan
- 3 butir kemiri sangrai
- 1 sdt ketumbar
- 1 ruas kunyit, bakar
- 1 ruas jahe, memarkan
Cara Membuat:
- Tumis bumbu halus bersama daun salam, daun jeruk, kapulaga, serai, dan jahe hingga harum dan matang.
- Masukkan daging kambing, masak hingga daging berubah warna, lalu tambahkan kari bubuk dan aduk semua bumbu tercampur.
- Tuang air panas, lalu bumbui dengan garam, gula, dan merica. Masak sampai daging empuk.
- Tuang kecap dan santan cair, lalu aduk.
- Tambahkan cabai rawit, daun bawang, kol, dan tomat.
- Sajikan dengan nasi putih dan bawang goreng.
Advertisement
Pertanyaan Umum Seputar Tips Membersihkan Daging Kambing
- Mengapa daging kambing bau prengus? Bau prengus disebabkan oleh senyawa kimia alami seperti asam lemak hircinoat dan feromon, serta dipengaruhi usia, jenis kelamin, dan pakan hewan.
- Apakah daging kambing boleh dicuci sebelum dimasak? Sebaiknya tidak mencuci daging kambing mentah karena air dapat memperkuat bau prengus dan membuat daging alot.
- Bumbu apa saja yang efektif menghilangkan bau prengus? Jeruk nipis, garam, jahe, ketumbar, daun salam, sereh, kunyit, dan bunga lawang adalah beberapa bumbu yang efektif.
- Bisakah nanas membuat daging kambing terlalu empuk? Ya, penggunaan nanas terlalu lama (lebih dari 15-30 menit) dapat membuat daging kambing menjadi terlalu lunak atau hancur.
- Berapa lama waktu marinasi yang ideal untuk menghilangkan bau prengus? Waktu marinasi bervariasi, misalnya 30 menit untuk jeruk nipis atau garam, dan 15-30 menit untuk jahe atau nanas.
- Apakah membuang lemak daging kambing benar-benar membantu mengurangi bau prengus? Ya, membuang lemak berlebih sangat membantu karena lemak adalah salah satu sumber utama bau prengus.
- Apa yang harus dilakukan jika bau prengus masih tercium setelah diolah? Jika bau prengus masih tercium, Anda bisa menambahkan lebih banyak rempah aromatik saat memasak atau mencoba teknik perebusan dua kali.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3835760/original/050425800_1640739830-IMG-20211228-WA0174.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6497509/original/058082400_1779354244-Daging_Kambing.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287245/original/018106300_1783200103-ma8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287948/original/075704800_1783254081-AP26185782516118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287278/original/006462200_1783206952-pra7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257144/original/052940400_1781226984-javier-aguirre.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5245839/original/084355000_1749414399-lamine_yamal_bernardo_silva_portugal_spanyol_UNL_090625_ap_michael_probst.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264240/original/068596200_1782101163-tunisia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287279/original/022281700_1783206952-pra8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257143/original/047056400_1781226984-mexico-city-stadium.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7612066/original/027493400_1780397532-1780397441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4894934/original/050756800_1721286979-WhatsApp_Image_2024-07-18_at_14.06.59__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7516880/original/051039500_1780289122-Untitled3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7239877/original/052325600_1780024780-17674852802150296434.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7239875/original/090758200_1780024779-4063644926194816847.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4802010/original/004623100_1713173463-IMG_2018.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4543791/original/077857500_1692435089-Snapseed_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7243297/original/008039400_1780028817-2350092004300823469.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5406426/original/081149500_1762572222-Sepiring_sate_klatak_Jogja__Wikimedia_Commons_.jpg)