Liputan6.com, Jakarta - Jalan hidup Scott Vincent Borba begitu berwarna. Pada usia 52 tahun, salah satu pendiri brand kosmetik e.l.f. Cosmetics itu akan ditahbiskan sebagai pastor di kota kelahirannya, Visalia, California, Amerika Serikat, oleh Keuskupan Fresno pada 23 Mei 2026.
Penahbisan itu secara resmi menandai babak baru dalam hidupnya setelah bertahun-tahun mundur dari brand kosmetik yang didirikannya. "Saya tidak pernah merasa lebih bahagia dalam hidup saya," kata Borba kepada ABC 7, dikutip dari People, Rabu (13/5/2026). "Begitu saya mulai mengorientasikan diri kembali, menyesuaikan diri dengan bantuan Tuhan untuk fokus kepada-Nya, sukacita mulai datang."
Advertisement
Borba mendirikan merek kosmetik e.l.f. yang bebas dari kekejaman terhadap hewan. Merek kosmetik — yang merupakan singkatan dari “Eyes Lips Face” — bersama rekannya yang lain, pasangan ayah dan anak, Alan dan Joseph Shamah, pada 2004. Merek ini sukses pada pertengahan 2010-an karena harga yang terjangkau dan produk-produk yang beretika, mencapai penjualan USD 100 juta pada 2014, menurut Forbes.
Borba mengumumkan dalam sebuah wawancara pada 2019 di CBS 47 bahwa ia mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan setelah melepaskan kekayaan dari bisnis kosmetiknya, sambil menceritakan gaya hidupnya yang tidak memuaskan di masa mudanya.
"Saya hampa. Saya menjalani hidup yang menyimpang," kata Borba. "Saya pergi ke L.A., saya terseret ke dalam gaya hidup Hollywood — hampir sampai pada titik di mana saya mencoba menjual jiwa saya, demi semua kekayaan dunia, yang bukan tujuan kita sebenarnya… Saya hidup untuk diri sendiri… Saya adalah simbol kemewahan."
Mengaku Sempat Abaikan Panggilan Rohani
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5735022/original/008975700_1778630239-scott.jpg)
Borba mengaku merasakan panggilan untuk menjadi seorang pastor 'sejak saya masih kecil' dan 'akhirnya menerima panggilan itu sekitar tiga tahun yang lalu'. Borba mengatakan kepada ABC 7 bahwa ia selalu merasa terhubung dengan agama sejak kecil tetapi menekan sisi religiusnya selama beberapa dekade selama menjalankan bisnis kosmetiknya.
Baru pada usia 40-an ia kembali kepada agama setelah mengalami 'kehilangan sukacita secara tiba-tiba'. "Saya meminta Tuhan untuk membantu saya menjadi pria seperti yang Dia ciptakan. Dan pada saat itu, saya merasakan limpahan kasih dan rahmat yang luar biasa dalam hidup saya," kata Borba kepada ABC 7. "Itu adalah pengalaman yang sangat spiritual."
Saat itulah Borba memutuskan untuk menyumbangkan kekayaannya yang diperoleh dari e.l.f. Cosmetics untuk amal dan berkomitmen pada pelayanan, menurut ABC 7. NY Post menaksir kekayaan bersih Borba saat ini bernilai 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp52,57 triliun.
Advertisement
Gaya Hidup Sederhana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5735024/original/015372300_1778630239-e.l.f.jpg)
Mantan ahli kecantikan untuk selebriti papan atas seperti aktris Mila Kunis itu menikmati hasil kesuksesannya hingga meninggalkan e.l.f. pada 2019, jauh sebelum Hailey Bieber menjual label Rhodes miliknya ke perusahaan tersebut seharga USD 1 miliar pada 2025. Borba sekarang adalah seorang diakon dan seminaris di Seminari St. Patrick di Menlo Park, menjalani kehidupan yang jauh lebih sederhana daripada sebelumnya.
"Saya tinggal di kamar kecil mungil… sangat sederhana, tidak ada apa pun di dalamnya," katanya kepada ABC 7. "Saya hanya punya beberapa potong pakaian dan beberapa pasang sepatu. Dan hidup saya telah disederhanakan hingga seminimal mungkin."
Jalan hidup Borba mengingatkan pada kisah anak tunggal pemilik restoran Ayam Bulungan Paul dan Cecilia Darmoko, sekaligus keponakan dari pemilik Djarum, Robert Budi Hartono. Ia memilih menjadi seorang biarawati, alih-alih meneruskan bisnis keluarganya.
Kisah Keponakan Bos Djarum Jadi Biarawati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5735025/original/040100100_1778630240-luis-feliciano-_SZBi7iCSu8-unsplash.jpg)
Suster Lucy Agnes nama perempuan itu. Ia terlahir dengan nama asli Maria Donna Dewiyanti Darmoko. Mengutip asianews.it, ia sempat berkuliah S2 di Amerika Serikat sebelum akhirnya memutuskan menjadi pengikut Ibu Teresa.
Perempuan itu dikenal hanya memiliki dua set pakaian. Menurut rekan-rekannya, ia sangat setia menjalankan kaul kemiskinan dan menikmati kehidupannya. Di Kalkuta, India, di mana ia pernah menjadi sekretaris pimpinan kongregasi Missionaris Claris, konon Lucy paling sedia jika harus mendampingi orang-orang yang sekarat.
Ia juga tanpa ragu dengan sabar dan kasih mau mencabuti belatung-belatung dari luka-luka membusuk di tubuh dan kepala pasien. Suster Lucy mengaku mengalami pencerahan saat ia dan keluarganya berlibur ke Hong kong.
"Awalnya saya sangat terganggu saat melihat begitu banyak tunawisma di jalanan Hong Kong, yang meringkuk, sakit dan kotor. Insting emosional pertama saya adalah melarikan diri saat melihat mereka dan saya hampir muntah," ujarnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5735021/original/003498300_1778630239-scott_vincent_borba.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8899597/original/014754500_1782943656-Belgian_players_celebrate_youre_tieleman_s_goal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5662282/original/046501800_1778312962-WhatsApp_Image_2026-05-09_at_14.18.42.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5688064/original/070657300_1778562562-IMG-20260512-WA0005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5708427/original/039516300_1778592632-WhatsApp_Image_2026-05-12_at_18.59.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573662/original/051573000_1777948852-d20352a9-dc88-48fa-9bb4-7e471ae7fcb6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4913360/original/055090700_1723178933-pexels-nonik-yench-3589897-5925735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5705266/original/024567500_1778587729-WhatsApp_Image_2026-05-12_at_18.23.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5702896/original/012687100_1778584234-penyetan_cok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5690439/original/066441300_1778565992-unnamed_-_2026-05-12T125758.591.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5409267/original/046551900_1762850741-pepes_patin.jpg)