Tren Makan Sendirian di Restoran Meningkat, Simak Tipsnya Saat Lakukan Solo Traveling

Sejumlah restoran menolak pengunjung yang datang tanpa teman. Padahal, di sisi lain, tren makan sendirian menunjukkan kenaikan.

Diterbitkan 21 Mei 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bagi banyak kalangan, solo traveling menghadirkan sejumlah kemudahan dan kebebasan dalam menikmati perjalanan. Mulai dari menentukan destinasi yang akan dituju hingga restoran yang akan didatangi. Namun untuk yang terakhir, ternyata tak semua tempat makan menerima pengunjung yang datang sendirian. 

Pada Desember tahun lalu, foto tentang sebuah restoran di Korea Selatan dengan papan pengumuman di pintu masuknya, viral di jagat maya. Dilansir dari The Korea Times, papan tersebut berisi penolakan sang pemilik restoran terhadap pengunjung solo. 

Di papan, tertulis empat opsi bagi sang pengunjung yang datang sendirian. Dalam pengumuman tersebut tertulis, "1. Bayar untuk dua porsi, 2. Makan dua porsi, 3. Telepon teman, 4. Datang lagi lain kali bersama istrimu.”

Stigma negatif terhadap para pengunjung restoran yang datang sendirian, ternyata tak hanya terjadi di Korea Selatan saja. Dilansir dari CNN, pada 2023 beberapa restoran di Barcelona menuai kecaman, karena menolak pengunjung yang datang tanpa kawan. 

Diwartakan Euro News, media lokal melaporkan bahwa para pelayan memberikan alasan seperti restoran sudah penuh. Cara lain, mereka menolak saat pengunjung solo meminta tempat duduk di teras restoran, kursi yang populer untuk turis. Diduga kuat, para pemilik restoran bersikap seperti ini, karena memprioritaskan pelanggan yang datang berkelompok, yang artinya menghasilkan uang lebih besar.

Kasus lain terjadi di sebuah restoran Turki di Liverpool, Inggris. Mereka menolak seorang wanita yang datang sendirian dengan alasan bahwa mereka tidak melayani meja untuk satu orang selama jam sibuk.

 

Tren Makan Sendirian Meningkat, Rogoh Kocek Lebih Dalam

Di sisi lain, tren pengunjuung restoran solo menunjukka kenaikan. Hal ini diamini Laure Bornet, wakil presiden senior International Growth Department di platform reservasi makan global OpenTable.

“Konsep ‘meja untuk satu orang’ bukan lagi sekadar masalah kenyamanan; ini adalah tren yang berkembang di seluruh dunia,” kata dia. 

Menurut data yang dibagikan kepada CNN Travel oleh OpenTable, tren solo dining mengalami peningkatan 19 persen dari tahun ke tahun di seluruh dunia pada 2025. Ini adalah lonjakan terbesar bila dibandingkan dengan kelompok lainnya.

Tak hanya itu, para pengunjung ini disebut juga menghabiskan lebih banyak uang. Dalam data ini disebut pengunjung solo membayar rata-rata $90 per orang, 54 persen lebih tinggi daripada rata-rata per orang secara umum. Angka ini mengalami peningkatan 7 persen dari tahun sebelumnya.

Tips Saat Kunjungi Korea

Lantas, bagaimana bila Anda bepergian sendirian dan ingin menikmati kuliner lokal di restoran setempat?

CNN mencatat, bahwa untuk Korea Selatan, restoran di negara tersebut kerap menawarkan pengalaman makan komunal. Barbekyu Korea, sup yang disajikan dalam panci rebusan besar, hingga banchan atau lauk pendamping, dirancang untuk dinikmati bersama.

Penulis travel Gloria Chung Wing Han memberikan tips, yaitu mencari restoran  yang menawarkan menu untuk makan dalam porsi satuan. Seperti kedai mie dan sikdang (kantin).

“Terutama yang terletak di distrik bisnis seperti Gangnam atau Jongno,” kata dia. 

Disebutkan pula bahwa Naver Maps, versi Google Maps di negara tersebut, bahkan memiliki filter yang memungkinkan orang untuk mencari tempat yang ramah bagi pengunjung solo.

 

Hindari Jam Ramai

Di wilayah luar luar Korea Selatan, ada tips lain yang bisa dijadikan pegangan. Gloria Chung Wing Han menjelaskan, saat ia bepergian sendirian, ia menghindari kuliner yang ditujukan untuk keluarga. 

Seperti masakan hot pot China, BBQ Korea, atau paella. 

"Dan untuk fine dining, selalu lakukan reservasi — karena beberapa restoran berbintang Michelin menolak pemesanan untuk satu orang karena mereka kehilangan pendapatan dari meja untuk dua orang," kata Chung.

Ia juga menyarankan untuk menghindari jam ramai, saat makan malam atau makan siang. 

“Restoran lebih sepi, staf tidak terlalu stres, dan mereka dengan senang hati akan memberi tempat duduk kepada pengunjung yang makan sendirian,” kata Chung.