Liputan6.com, Jakarta - UN Tourism baru saja merilis laporan bertajuk Barometer Pariwisata Dunia. Dalam laporan tersebut diperkirakan 1,52 miliar wisatawan asing tercatat di seluruh dunia pada 2025, hampir 60 juta lebih banyak dari 2024. "Tahun 2025 menandai rekor baru untuk kedatangan wisatawan asing di era pasca-pandemi," bunyi pernyataan di laman resmi UN Tourism, dikutip Selasa (27/1/2026).
Badan PBB itu memprediksi tren pertumbuhan di sektor pariwisata internasional diyakini masih akan tumbuh 3--4 persen pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Asumsinya, situasi Asia Pasifik terus pulih, kondisi ekonomi global tetap menguntungkan, inflasi jasa pariwisata terus menurun, dan konflik geopolitik mereda.
Namun, bayang-bayang pesimisme tetap ada mengingat banyak faktor yang bisa menahan laju pertumbuhan tersebut. Berdasarkan laporan itu, setidaknya ada tiga tantangan utama yang membayangi sektor pariwisata global, yakni risiko geopolitik dan konflik yang terus berlangsung, ketegangan perdagangan, dan peristiwa iklim. Ketiganya diyakini dapat membebani kepercayaan wisatawan.
Advertisement
"Ketegangan geopolitik dan konflik yang sedang berlangsung terus menimbulkan risiko signifikan bagi pariwisata pada 2026," bunyi pernyataan tersebut
Di samping tiga hal itu, berdasarkan hasil survei para responden, faktor ekonomi dan biaya perjalanan tinggi juga diyakini sebagai tantangan utama yang mungkin dihadapi pariwisata internasional pada 2026. Terlebih, inflasi pada layanan terkait pariwisata tetap di atas rata-rata pra-pandemi dan di atas inflasi utama.
"Dengan latar belakang ini, wisatawan diperkirakan akan terus mencari nilai yang sepadan dengan uang mereka menurut Panel Pakar," sambung penjelasan tersebut.
3 Negara Berperforma Terbaik di Sektor Pariwisata
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5404103/original/007879100_1762381586-000_82Z92CR.jpg)
UN Tourism memperkirakan 1,52 miliar wisatawan internasional tercatat di seluruh dunia pada 2025, hampir 60 juta lebih banyak dari 2024. Tahun 2025 menandai tahun rekor baru untuk kedatangan wisatawan internasional di era pasca-pandemi.Â
Menurut laporan itu, Islandia, Brasil, dan Mesir termasuk di antara negara-negara yang mengalami pertumbuhan kedatangan wisatawan dua digit pada 2025. Brasil naik 37 persen pada 2025 disusul Mesir dengan kenaikan 20 persen kedatangan wisatawan internasional pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Mengutip Euro News, Selasa (27/1/2026), Brasil telah menjadi destinasi populer berkat festival dan konsernya, dengan karnaval setiap Februari yang menarik banyak pengunjung setiap tahunnya. Pada 2025, Rio de Janeiro juga ramai didatangi setelah didapuk sebagai Ibu Kota Buku Dunia UNESCO. Kkonser gratis Lady Gaga di Pantai Copacabana juga tak diragukan lagi menarik banyak pengunjung internasional.
Sedangkan untuk Mesir, pembukaan awal Museum Mesir Agung pada Oktober 2024, diikuti oleh pembukaan resminya pada November 2025, kemungkinan besar membuat negara ini melesat ke daftar destinasi wajib kunjungan wisatawan tahun itu.
Advertisement
Tren Pertumbuhan Kunjungan Wisata di Asia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4190292/original/058922400_1665641011-matt-hanns-schroeter-42YvCzNNdj4-unsplash.jpg)
Jepang juga masuk jajaran negara yang mengalami pertumbuhan kedatangan wisatawan internasional dua digit pada 2025, naik 17 persen pada 11 bulan pertama 2025 dibandingkan 2024.
Namun, Bhutan lah yang berada di posisi tertinggi sebagai negara berkinerja terbaik di kawasan Asia Pasifik dengan kenaikan 30 persen pada 2025, disusul Sri Lanka dengan kenaikan 17 persen, dan Maladewa 10 persen. Jepang dan Korea Selatan juga mengalami pertumbuhan dua digit hingga November 2026.
Hasil laporan itu sejalan dengan laporan pemerintah Jepang pada Selasa, 20 Januari 2026, yang memperkirakan kunjungan turis asing ke Jepang selama 2025 tembus 42,7 juta orang. Seiring peningkatan itu, tingkat pengeluaran turis asing di Jepang juga mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa, yakni sebesar 9,5 triliun yen (sekitar Rp1.020 triliun). Pencapaian itu didorong oleh pelemahan yen dan peningkatan penerbangan ke Jepang.
Di sisi lain, jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Jepang menunjukkan penurunan 45 persen pada Desember 2024 menjadi 330 ribu orang, kata Menteri Pariwisata Jepang Yasushi Kaneko dalam jumpa pers. Penurunan ini menunjukkan aksi boikot China terhadap Jepang berdampak nyata.
Performa Pariwisata di Eropa dan Amerika
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1827915/original/042700100_1515657718-Niagara_4.jpg)
Menurut Barometer Pariwisata Dunia 2026, Eropa, kawasan tujuan wisata terbesar di dunia, mencatat 793 juta wisatawan internasional pada 2025, meningkat empat persen dari 2024 dan enam persen lebih banyak dari 2019. Sementara, benua Amerika (218 juta) mencatat pertumbuhan satu persen tahun lalu, dengan hasil yang beragam di berbagai subwilayah.
Secara khusus, jumlah turis asing yang berkunjung ke Amerika Serikat (AS) sepanjang 2025 menurun hingga enam persen. World Travel and Tourism Council (WTTC) menyebut salah salah satu penyebabnya adalah kebijakan anti-imigrasi AS.
Presiden dan CEO sementara WTTC, Gloria Guevara menyatakan banyak pelancong yang didominasi generasi muda mencari alternatif destinasi lain untuk dikunjungi selain AS yang dianggap tak lagi ramah pada turis. Mereka beralih ke negara-negara Eropa, seperti Spanyol dan Prancis, serta Jepang.
Warga Amerika Latin yang terhitung sebagai tetangga dekat AS, termasuk Kolombia dan Meksiko, kini juga lebih jarang bepergian ke AS. Kalau pun ada warga Meksiko yang pergi ke AS, durasi perjalanan mereka lebih singkat, kata Guevara dalam sebuah wawancara di Madrid, dikutip dari VN Express, Rabu, 21 Januari 2026.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3473592/original/006527300_1622818058-Info_2.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5101913/original/096184200_1737420746-pexels-nubikini-386000.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2233834/original/073695400_1527752900-20180531-Thailand-Tutup-Wisata-Unggulan-Maya-Bay-Selama-Empat-Bulan-AP-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2579696/original/047453300_1546584903-20190104-Pantai-Kuta-Bali-AFP1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263527/original/076575300_1781937053-Wisata_Ramah_Muslim.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3348246/original/006622100_1610532333-pexels-pixabay-164250.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256901/original/062548900_1781175153-1000037148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8151521/original/055305800_1781005174-1000036944.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8116846/original/082873400_1780967130-WhatsApp_Image_2026-06-09_at_06.47.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5461306/original/053271600_1767364658-bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7841058/original/061635300_1780662456-IMG_20260605_140647_020.jpg)