4 Turis Jepang Terekam Kamera Mencuri Pakaian di Bali, Pihak Sekolah Minta Maaf

Video yang merekam empat turis Jepang mencuri pakaian dengan menyelundupkannya ke dalam tas terjadi di daerah Ubud, Bali, pada Rabu, 3 Desember 2025.

Diterbitkan 09 Desember 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang merekam empat remaja pria mencuri pakaian di sebuah toko di Kajeng, Ubud, Bali, pada Rabu, 3 Desember 2025, menjadi viral. Belakangan diketahui bahwa keempatnya adalah turis Jepang yang sedang mengikuti study tour sekolah.

Mengutip Mothership, Selasa, 9 Desember 2025, disebutkan bahwa pemilik toko menyadari bahwa 11 potong pakaiannya telah hilang. Ia kemudian memeriksa rekaman CCTV dan menemukan bahwa sekelompok turis Jepang itu mencurinya.

Dalam video yang diunggah ke media sosial, tiga pria terlihat sedang melihat-lihat sembari menyelundupkan dagangan pemilik toko ke dalam tas mereka. Mereka akan melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada yang melihat sebelum memasukkan barang-barang tersebut ke dalam tas mereka.

Seorang pria keempat bergabung dengan ketiga temannya dan juga mengantongi sebuah barang. Mereka juga terdengar berbicara dalam bahasa Jepang.

Menurut unggahan tersebut, video tersebut telah menyebar di kalangan warganet Jepang, dengan para pengguna tampaknya mengatakan bahwa "orang-orang itu adalah aib abadi" bagi negara. Unggahan tersebut juga menggambarkannya sebagai "insiden langka yang mungkin merupakan yang pertama dari jenisnya".

Pada Senin, 8 Desember 2025, Fumio Inui, Kepala Sekolah SMP dan SMA Otani, Kyoto, tempat keempat turis Jepang itu bersekolah, merilis pernyataan. Mereka mengonfirmasi bahwa siswanya terlibat dalam kasus pencurian di Bali pada 4 Desember 2025.

"Pertama-tama, kami ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang ditimbulkan kepada bisnis yang terdampak, masyarakat setempat, dan seluruh pemangku kepentingan setempat," bunyi pernyataan tertulis dalam bahasa Jepang itu.

Tindakan Sekolah di Jepang pada Siswanya yang Mencuri Pakaian di Bali

Fumio melanjutkan dengan menyatakan bahwa pihaknya menanggapi insiden pencurian itu 'dengan sangat serius'. Ia mengaku pihaknya sedang menyelidiki fakta-fakta dengan saksama dan bekerja sama dengan instansi terkait untuk menangani situasi ini.

"Ini adalah tindakan serius yang tidak hanya dapat memengaruhi para korban, tetapi juga warga negara Jepang di luar negeri. Sebagai sekolah, kami menyadari perlunya meninjau kembali praktik bimbingan siswa kami secara serius. Kami akan melaporkan perkembangan dan kebijakan respons kami setelah kami mengonfirmasi situasi ini," sambungnya.

Di akhir pernyataan, ia mengingatkan soal spekulasi dan penyebaran informasi yang tidak dapat dipercaya di media sosial. "Mengunggah nama dan foto asli, serta fitnah dapat semakin merugikan mereka yang terlibat, jadi kami minta Anda untuk menanggapinya dengan hati-hati," ujarnya.

 

Turis Australia Tersandung Kasus Pornografi

Di sisi lain, bintang porno, Bonnie Blue, diamankan pihak kepolisian di Bali karena diduga terlibat dalam aktivitas pornografi di Pulau Bali. Melansir news.com.au, Jumat, 5 Desember 2025, wanita bernama asli Tia Billinger ini diperiksa polisi di wilayah Kuta. 

Pihak berwenang setempat mengonfirmasi bahwa sejumlah warga negara asing (WNA) tengah dimintai keterangan terkait dugaan bekerja sebagai kreator konten dan terlibat dalam aktivitas pornografi di wilayah tersebut. Penahanan ini terjadi tidak lama setelah Blue secara terbuka membagikan seruan pada para remaja lulusan sekolah menengah Australia yang sedang berlibur di Bali.

Di sebuah unggahan di media sosial, ia menyampaikan pesan yang memicu perhatian publik. "Hai anak-anak, mereka yang akan masuk sekolah, dan mereka yang hampir legal, tidak sabar untuk bertemu kalian," ujarnya, yang kemudian menambahkan, "Saya di Bali jadi Anda tahu persis apa artinya itu."

Tingkat Kejahatan di Bali Meningkat

Kehadirannya jadi sorotan tajam setelah beredar rekaman dirinya mengendarai truk pikap modifikasi berwarna biru bertuliskan "Bangbus" dengan beberapa pemuda di bagian belakangnya, yang diduga melanggar norma setempat.

Selain dugaan aktivitas konten tidak pantas, Blue juga menghadapi masalah serius terkait legalitas kendaraan yang digunakan. Berdasarkan investigasi lebih lanjut yang diungkap Daily Mail, kepolisian Bali mengonfirmasi bahwa kendaraan utilitas kabin tunggal yang dijuluki "Bonnie Blue Bangbus" tidak memenuhi standar hukum jalan raya Indonesia.

Pada Juli 2025, The Guardian melaporkan bahwa tingkat kejahatan meningkat di Bali. "Kualitas wisatawan yang datang ke Bali menurun," kata politikus Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih.

Hal ini, tambahnya, disebabkan oleh meningkatnya jumlah homestay ilegal, yang memungkinkan orang asing untuk tinggal lebih lama di pulau tersebut. Persentase orang asing yang terlibat dalam kejahatan meningkat sebesar 16 persen, dari 194 pada 2023 menjadi 226 pada 2024. Pelanggaran berkisar dari kejahatan siber dan narkotika hingga kejahatan kekerasan dan penipuan tanah.