Norwegia Bakal Punya Terowongan Jalan Raya Bawah Laut Terpanjang dan Terdalam di Dunia

Pada titik terdalamnya, terowongan jalan raya bawah laut ini akan berada 392 meter di bawah permukaan laut.

Diterbitkan 19 Desember 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Norwegia tengah mengerjakan proyek infrastruktur ambisius yang akan mencatatkan rekor dunia baru. Negara tersebut sedang membangun terowongan jalan raya bawah laut yang diklaim akan menjadi yang terpanjang dan terdalam di dunia. 

Melansir CNN Travel, Rabu, 3 Desember 2025, proyek raksasa ini diberi nama Rogfast, singkatan dari Rogaland fastforbindelse atau koneksi tetap Rogaland. Tujuan utama dari pembangunan ini adalah memangkas waktu perjalanan antar kota-kota besar, serta jadi bagian integral dari jalan raya bebas feri di sepanjang pantai barat Norwegia.

Secara spesifik, terowongan ini akan membentang sepanjang 27 kilometer . Pada titik terdalamnya, Rogfast akan berada 392 meter di bawah permukaan laut. 

Konstruksi awal sebenarnya telah dimulai pada Januari 2018, namun sempat terhenti pada akhir 2019 karena prediksi pembengkakan biaya yang menyebabkan pembatalan kontrak dan restrukturisasi proyek. Pekerjaan kemudian dilanjutkan kembali pada akhir 2021 dan kini dijadwalkan selesai pada 2033 dengan biaya sekitar 25 miliar Kroner Norwegia (setara Rp 41 triliun).

Anne Brit Moen, manajer proyek di Skanska, perusahaan konstruksi multinasional yang membangun bagian utara terowongan, menekankan pentingnya proyek ini. "Terowongan ini akan meningkatkan konektivitas di sepanjang pantai barat Norwegia secara signifikan, dengan menciptakan hubungan yang lebih cepat dan lebih andal antara wilayah Stavanger dan Haugesund," ujar Moen.

Menggantikan feri, perjalanan antara Bergen dan Stavanger akan berkurang sekitar 40 menit, membuat perjalanan sehari-hari jauh lebih mudah.

Presisi Digital dan Desain Unik

Pembangunan terowongan sepanjang dan sedalam ini di bawah laut menuntut teknologi yang sangat canggih. Seperti kebanyakan terowongan modern, untuk menghemat waktu, Rogfast dibangun dari kedua ujung secara bersamaan. 

Tantangan utamanya adalah memastikan kedua tim konstruksi bertemu di tengah dengan margin kesalahan hanya 5 sentimeter. Tingkat presisi ini sangat krusial dan memerlukan pengukuran hati-hati menggunakan laser dan peralatan canggih lain.

Sebuah pemindai laser cermin berputar digunakan untuk mengukur bagian terowongan yang baru digali, mengumpulkan 2 juta titik data per detik untuk menciptakan kembaran digital dari terowongan tersebut. Data ini kemudian dicocokkan dengan rencana desain untuk mendeteksi ketidakakuratan.

Burkhard Boeckem, Chief Technology Officer di Hexagon, perusahaan penyedia pengukuran, menjelaskan pergeseran teknologi ini. "Ini sedikit berbeda dari pandangan romantis tentang surveyor yang melihat melalui lensa mata," kata Boeckem.

Tantangan Ekstrem dan Keselamatan

Margin kesalahan lima sentimeter ini termasuk yang paling ketat di dunia. Boeckem menambahkan, "Jika menyimpang dari ini, Anda menciptakan lebih banyak material yang perlu dikeluarkan, dan kemudian lebih banyak lagi yang harus diisi kembali, itu berarti banyak sekali truk. Jadi, ini bukan hanya faktor risiko, tapi juga faktor finansial yang sangat besar."

Tantangan utama yang dihadapi tim sejauh ini adalah menemukan metode penyemenan yang cukup baik untuk menyegel batuan agar tidak tembus air. "Kami sekarang berada 300 meter di bawah permukaan laut, dan kami sudah mengalami kebocoran air asin yang cukup luas di sistem terowongan," jelasn Moen.

Mengingat penggalian akan terus berlanjut hingga kedalaman 392 meter di bawah permukaan laut, fokus utama tim saat ini adalah menemukan metode terbaik untuk menjaga kondisi kerja yang aman dan efisien bagi semua orang. Selain masalah kebocoran, keselamatan pengendara di masa depan juga menjadi prioritas.

 

Dampak Ekonomi dan Perbandingan Global

 

Rogfast adalah bagian dari visi besar perombakan jalan raya E39 sepanjang 1.100 kilometer dari Trondheim di utara ke Kristiansand di selatan. Saat ini, perjalanan tersebut memakan waktu 21 jam dan melibatkan tujuh kali penyeberangan feri. 

"Proyek ini juga menciptakan lapangan kerja yang substansial selama konstruksi dan meletakkan dasar bagi pembangunan regional yang lebih berkelanjutan dan terintegrasi di sepanjang garis pantai barat Norwegia yang terpecah," ujar Moen.

Ia menambahkan bahwa logistik industri makanan laut akan menjadi lebih murah, memperkuat ekonomi lokal. Secara global, Rogfast akan mengambil gelar unik.

Saat ini, terowongan terpanjang dengan bagian bawah laut adalah Terowongan Seikan di Jepang (53,85 km) dan Terowongan Channel (50,46 km) yang menghubungkan Inggris dan Prancis. Namun, keduanya adalah terowongan khusus kereta api.