Cara Membedakan Batik Asli dari Printing Motif Batik KW Super, Tak Disarankan Beli Online

Makin banyak printing motif batik yang hasilnya nyaris tak bisa dibedakan dari batik asli. Pembeli yang tak teliti bisa rugi karena membayar harga tinggi padahal palsu.

Diterbitkan 28 November 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pepatah seeing is believing paling tepat menggambarkan cara menghindari membeli batik asli tapi palsu. Pasalnya, menurut Melvi, edukator di Museum Batik Indonesia, makin ke sini, makin banyak produk printing motif batik yang kualitasnya hampir menyerupai batik, bisa dibilang KW Super. 

"Jadi, enggak disarankan untuk membeli online karena kalau beli kain batik itu harus dilihat satu per satu kalau memang belinya di mal. Tapi kalau misal enggak butuh secara mendadak, kami ngarahin langsung ke pembatiknya," ujar Melvi ditemui di sela workshop batik yang digelar di Chagee Plaza Indonesia, Rabu, 26 November 2025.

Ada banyak hal yang bisa dijadikan patokan untuk mengecek keaslian kain batik yang dibeli. Salah satunya adalah dengan membandingkan motif depan dan belakang. 

"Kalau batik itu bagian depan dan belakang pasti tembus. Sedangkan kalau printing itu, bagian belakangnya tidak tembus," kata Melvi.

Tembusnya motif itu merupakan hasil proses nerusi atau memberikan lilin malam panas pada bagian belakang kain. "Itu karena beberapa cantingan tidak tembus ke belakang, jadi harus diulangi lagi di bagian belakangnya," sambungnya.

Hanya saja, produsen printing motif batik selalu punya akal untuk mengakali calon pembeli. Bisa jadi Anda menemukan bagian depan tembus ke belakang. Jika sudah begitu, bisa diuji dengan cara kedua, yakni dengan meneliti masing-masing motif yang berada di depan dan di belakang.

"Kita lihat satu per satu apakah tembusannya itu sejajar dengan bagian depannya, karena kalau asli, bakal sejajar betul. Tapi kalau printing, bagian belakangnya kadang agak miring ke kiri, miring ke kanan," sambung dia.

 

Cium Bau Batiknya

Cara berikutnya untuk membedakan kain batik asli dari printing batik adalah dengan menciumi baunya. Menurut Melvi, batik asli punya bau khas yang berasal dari lilin malam. "Biasanya baunya kayak kimia banget karena di dalamnya ada parafin, kemudian ada resin juga," ujarnya.

Meski begitu, printing batik bisa diakali dengan menyemprotkan parfum lilin malam. Itu pun masih bisa dibedakan karena bau lilin malam yang asli cenderung lebih menempel dibandingkan bau parfum.

Cara lainnya untuk membedakan kain batik asli dengan printing batik adalah melihat sisa pewarnaan. Biasanya bisa terlihat di tepian kain batik. "Kalau batik tulis atau batik cap itu ada garis-garisnya. Detail itu di belakangnya tembus ke belakang. Jadi meskipun printingnya dibuat sejelek mungkin, depan dan belakang pasti beda," imbuhnya.

 

 

Di Mana Paling Banyak Dijual Printing Motif Batik?

Cara terakhir adalah dengan memperhatikan motifnya. Batik yang asli bisanya motifnya tidak akan sama persis satu dan lainnya, berbeda dengan printing batik yang cenderung mirip. Kalau pun dibuat dengan teknik cap, pasti akan ditemukan perbedaan. "Mungkin ada bagian pinggirnya yang terlalu datar, terlalu banyak, masih ada lilin malamnya, sedangkan bagian lain enggak. Jadi, enggak konsisten."

Lalu, di mana daerah yang paling banyak ditemukan produk printing motif batik dengan kualitas super itu di Indonesia? "Jogja paling banyak. Jogja itu kota batik, tapi printing di Jogja itu banyak banget," ucapnya seraya menyebut hal itu berdasarkan riset yang dilakukan oleh pihak museum.

Sebagai alternatif membeli batik, ia menyarankan ke sentra batik di daerah pesisir, seperti Lasem, Tuban, dan Madura. Ia menyebut pembeli masih bisa memperoleh batik tulis dengan harga sekitar Rp200 ribu di daerah tersebut. Tentu, motifnya lebih sederhana dengan satu warna saja. 

 

Seputar Logo Batikmark

Di sisi lain, pemerintah punya cara untuk melindungi produk batik asli dari produk KW dengan sertifikasi dan batikmark. Batikmark bertuliskan Batik Indonesia adalah tanda resmi keaslian batik Indonesia yang dikeluarkan Kemenperin.

Melansir situs web kementerian tersebut, Selasa, 28 Oktober 2025, logo ini hanya boleh digunakan industri batik yang telah memperoleh sertifikat Batikmark sesuai Peraturan Menteri Perindustrian RI No. 74/M-IND/PER/9/2007. Dalam penerapannya, logo Batikmark dapat dibuat sendiri oleh perusahaan.

Logo tersebut dicantumkan pada produk kain batik, produk turunan batik, maupun kemasannya. Pastikan logo dilengkapi Nomor Sertifikat Penggunaan Batikmark (BMI) dan menggunakan warna dasar hitam, dengan warna logo yang menunjukkan jenis batik: emas untuk batik tulis, putih untuk batik cap, serta perak untuk batik kombinasi cap dan tulis.