6 Rekomendasi Nasi Liwet Enak di Solo untuk Sarapan, Kuliner Gurih Kota Begawan

Mulai hari Anda di Solo dengan sepiring nasi liwet hangat! Temukan rekomendasi nasi liwet enak di Solo untuk sarapan dari warung legendaris hingga favorit lokal yang wajib dicoba.

Diterbitkan 11 November 2025, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Solo atau Surakarta tak hanya dikenal sebagai kota budaya dan seni, tetapi juga sebagai surga kuliner tradisional yang menggugah selera. Setiap sudut kota ini menyimpan cita rasa khas yang menggambarkan kearifan lokal Jawa Tengah. Salah satu hidangan yang paling legendaris adalah nasi liwet, kuliner berbasis nasi gurih yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah pilihan.

Di Solo, nasi liwet bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari tradisi yang lekat dengan kehidupan masyarakat. Aromanya yang harum, rasa gurih yang lembut, serta lauk pendamping seperti ayam suwir, areh santan, dan sayur labu siam menjadikan menu ini favorit lintas generasi.

Jika Anda berkunjung ke Solo, tak lengkap rasanya tanpa mencicipi sepiring nasi liwet hangat di pagi hari. Berikut ini adalah rekomendasi nasi liwet enak di Solo untuk sarapan dari Liputan6.com yang patut Anda coba, mulai dari warung legendaris hingga depot favorit warga lokal, Selasa (11/11/2025).

1. Nasi Liwet Bu Sri Pasar Gede

Warung legendaris ini telah dikenal warga Solo sejak puluhan tahun lalu. Terletak di kawasan Pasar Gede, Nasi Liwet Bu Sri menjadi destinasi favorit para pencinta kuliner pagi. Nasi gurihnya dibungkus daun pisang, disajikan bersama sayur labu siam, suwiran ayam, dan areh santan yang lembut.

Harga satu porsi mulai dari Rp12.500, sementara tambahan telur setengah matang hanya menambah Rp3.000. Warung ini buka setiap hari pukul 06.30–11.00 WIB, menjadikannya tempat sempurna untuk sarapan tradisional. Lokasinya yang strategis di sisi timur Pasar Gede membuatnya mudah dijangkau oleh wisatawan maupun warga lokal.

2. Nasi Liwet Wongso Lemu

Nasi Liwet Wongso Lemu sudah berdiri sejak tahun 1950 dan kini dikelola oleh generasi ketiga keluarga pendirinya. Ciri khasnya adalah penyajian nasi liwet dalam pincuk daun pisang yang menambah aroma alami. Selain nasi gurih dan ayam suwir, pengunjung bisa menambah lauk seperti ati ampela.

Harga seporsi nasi liwet ayam suwir dibanderol Rp15.000, sementara versi komplitnya Rp20.000. Meski buka sore hingga dini hari (16.00–01.00 WIB), warung ini juga ramai dikunjungi mereka yang mencari sarapan menjelang siang. Lokasinya berada di Jl. Teuku Umar, Keprabon, tidak jauh dari pusat kota Solo.

3. Nasi Liwet Bu Waris

Sudah berdiri sejak tahun 1965, warung Nasi Liwet Bu Waris termasuk salah satu yang paling tua di Solo. Dengan resep turun-temurun, nasi liwetnya tetap mempertahankan cita rasa autentik.

Satu porsi nasi gurih lengkap dengan sayur labu siam, ayam suwir, dan areh santan dibanderol hanya Rp10.000. Warung ini buka dua kali sehari — pagi (06.00–10.00 WIB) dan malam (17.30–23.30 WIB) — sehingga cocok untuk penggemar sarapan maupun kuliner malam. Lokasinya di Jl. Yos Sudarso No. 82, tidak jauh dari Alun-Alun Kidul.

4. Nasi Liwet Yu Sani

Bagi yang suka makan malam sekaligus ingin mencoba rasa khas nasi liwet Solo, Yu Sani adalah pilihan menarik. Meski lebih dikenal di malam hari, beberapa cabangnya buka lebih pagi untuk melayani pelanggan yang ingin sarapan cepat.

Menu favoritnya mencakup nasi liwet ayam suwir, telur cokelat, hingga lauk khas seperti uritan (telur ayam muda) dan brutu. Harga per porsi mulai Rp13.000–Rp18.000. Lokasi cabang utama berada di Jl. Veteran No. 90–191, Gemblegan, Solo, serta di kawasan Solo Baru (Sukoharjo).

5. Nasi Liwet Bu Sarmi

Buka mulai 18.00 hingga tengah malam, warung Bu Sarmi juga kerap melayani pelanggan pagi di akhir pekan. Ciri khasnya terletak pada rasa gurih santan yang lembut dan penyajian daun pisang yang wangi.

Seporsi nasi liwet standar berisi ayam suwir, sayur labu siam, dan areh santan dengan harga Rp13.000. Lauk tambahan seperti telur atau sayap ayam juga tersedia. Lokasinya di Jl. Kapten Mulyadi, Kedung Lumbu, dekat Pasar Kliwon.

6. Nasi Liwet & Cabuk Rambak Bu Parmi

Bagi Anda yang ingin pengalaman sarapan yang berbeda, coba mampir ke warung Bu Parmi. Selain nasi liwet, warung ini juga menyajikan cabuk rambak, makanan khas Solo yang dibuat dari ketupat, saus wijen-kemiri, dan kerupuk puli.

Nasi liwetnya dimasak dengan kayu bakar selama tiga jam sehingga menghasilkan aroma yang khas. Harga seporsi nasi liwet hanya Rp10.000, sedangkan cabuk rambak pun dibanderol sama murahnya. Cabang pagi buka di Jl. Slamet Riyadi No. 428 (05.30–10.00) dan cabang malam di Jl. Yos Sudarso No. 241 (18.00–23.00).

Kenapa Nasi Liwet Solo Cocok untuk Sarapan?

Nasi liwet merupakan hidangan tradisional khas Solo yang dimasak menggunakan santan, kaldu ayam, daun salam, dan serai. Dalam buku Etnografi Kuliner: Makanan dan Identitas Nasional karya Adzkiyak (2021:38), dijelaskan bahwa nasi liwet mencerminkan identitas masyarakat Jawa yang menjunjung kesederhanaan namun kaya cita rasa. Hidangan ini biasa disajikan dengan sayur labu siam, suwiran ayam kampung, areh santan kental, dan kerupuk rambak.

Biasanya, nasi liwet disajikan di atas daun pisang atau pincuk, yang menambah aroma khas dan sensasi makan tradisional. Di Solo, nasi liwet bisa ditemukan sejak pagi hingga larut malam di berbagai sudut kota.

Selain rasanya yang gurih dan mengenyangkan, nasi liwet termasuk makanan praktis untuk sarapan karena komponen lauknya sudah lengkap. Kandungan karbohidrat dari nasi, protein dari ayam, serta lemak baik dari santan menjadikannya sumber energi ideal untuk memulai hari. Ditambah lagi, aroma daun pisang dan santan yang berpadu menjadikan sarapan terasa lebih hangat dan berkesan.

 

FAQ Seputar Nasi Liwet Solo

1. Apa bedanya nasi liwet Solo dengan nasi liwet Sunda?

Nasi liwet Solo dimasak dengan santan dan rempah seperti daun salam serta serai, sedangkan versi Sunda biasanya tanpa santan dan disajikan dengan lauk ikan asin serta sambal.

2. Kapan waktu terbaik menikmati nasi liwet di Solo?

Waktu terbaik adalah pagi hari antara pukul 06.00–10.00, terutama di warung legendaris seperti Bu Sri atau Bu Waris yang ramai sejak subuh.

3. Apakah nasi liwet cocok untuk vegetarian?

Sebagian besar versi tradisional mengandung ayam dan santan, namun bisa dimodifikasi dengan sayuran dan tempe goreng untuk opsi vegetarian.

4. Apa makna budaya di balik nasi liwet Solo?

Dalam budaya Jawa, nasi liwet sering disajikan pada acara syukuran atau kenduri sebagai simbol kebersamaan dan keberkahan.

5. Di mana lokasi nasi liwet paling terkenal di Solo?

Beberapa tempat paling terkenal termasuk Wongso Lemu, Bu Sri Pasar Gede, dan Bu Waris, yang semuanya mempertahankan resep turun-temurun.

 

Â