Liputan6.com, Jakarta Saus Padang, siapa yang tidak mengenalnya? Hampir setiap restoran seafood di Indonesia memiliki menu udang, cumi, atau kepiting saus padang yang menggugah selera. Rasa pedas, gurih, dan sedikit manis dari bumbu merah kental ini membuat siapa pun mudah jatuh cinta. Namun menariknya, menurut laman kuliner kalamakan.cekricek.id dan sumbarkita.id, istilah “saus padang” ternyata bukan berasal dari Padang maupun dari tradisi kuliner Minangkabau yang sesungguhnya.
Masakan Minang sendiri tidak mengenal istilah “saus” sebagaimana dalam kuliner modern. Yang dikenal adalah balado dan asam padeh, dua hidangan pedas yang sering disalahartikan sebagai asal-usul saus padang. Padahal, keduanya berbeda jauh dalam teknik dan tekstur. Balado menggunakan cabai yang ditumbuk kasar lalu digoreng bersama bawang merah, sementara asam padeh menggunakan bumbu halus berkuah encer. Keduanya tidak menggunakan saus botolan seperti tomat atau sambal siap pakai.
Meski demikian, munculnya saus padang menunjukkan bentuk akulturasi kuliner Minang dengan budaya kuliner modern Indonesia. Cita rasa pedas khas Minangkabau berpadu dengan teknik masak yang lebih praktis, menggunakan saus tomat dan saus tiram yang lazim di dapur urban. Dari sanalah lahir inovasi rasa baru yang kini dikenal luas sebagai saus padang,sebuah adaptasi yang tetap mempertahankan jiwa masakan pedas ala Sumatera Barat.berikut resep ayam saus padang otentik dari Liputan6.com, Minggu (9/11/20250.
Advertisement
Resep Ayam Saus Padang Otentik
Resep ayam saus padang otentik berikut merupakan hasil perpaduan cita rasa pedas khas Minangkabau dengan bumbu modern yang kini akrab di lidah masyarakat Indonesia. Resep ini bisa menjadi alternatif menarik bagi yang ingin menikmati masakan bergaya restoran tanpa perlu seafood sebagai bahan utama.
Bahan Utama:
- 500 gram daging ayam, potong menjadi 6–8 bagian
- 1 buah jeruk nipis (ambil airnya)
- 1 sdt garam
- Minyak untuk menggoreng secukupnya
Bumbu Saus (dihaluskan):
- 10 buah cabai merah keriting
- 10 buah cabai rawit merah (sesuaikan tingkat kepedasan)
- 7 butir bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 2 buah tomat merah
Bumbu Pelengkap:
- 5 butir bawang merah, iris tipis
- 1 batang daun bawang, iris halus
- 1 sdt kaldu bubuk (opsional)
- 1 sdm gula pasir
- 1 sdt lada bubuk
- 1 sdm saus tiram
- 3 sdm saus sambal
- 3 sdm saus tomat
Langkah Memasak:
- Bersihkan potongan ayam lalu lumuri dengan air jeruk nipis dan sedikit garam. Diamkan selama 10 menit untuk menghilangkan aroma amis. Setelah itu, rebus ayam hingga empuk, kemudian tiriskan.
- Panaskan minyak, lalu goreng ayam sebentar hingga bagian luar sedikit kering dan berwarna keemasan. Angkat dan tiriskan.
- Rebus semua bahan saus (cabai, tomat, bawang merah, dan bawang putih) selama 5 menit agar mudah dihaluskan. Setelah itu, blender hingga halus dan sisihkan.
- Tumis bawang merah iris hingga harum dan berubah warna. Masukkan bumbu halus, tumis hingga matang dan mengeluarkan minyak merah.
- Tambahkan saus tiram, saus sambal, saus tomat, garam, gula, lada, dan kaldu bubuk. Aduk rata hingga bumbu mengental dan beraroma sedap.
- Masukkan ayam goreng ke dalam wajan berisi saus, aduk perlahan agar seluruh bagian ayam terbalut rata. Masak dengan api kecil selama 10 menit hingga bumbu meresap sempurna.
- Tambahkan irisan daun bawang, aduk sebentar, lalu angkat. Sajikan ayam saus padang otentik ini selagi hangat dengan nasi putih pulen.
Advertisement
Cita Rasa dan Filosofi di Balik Saus Padang
Dalam filosofi kuliner Minangkabau, masakan tidak hanya tentang rasa, tetapi juga tentang keseimbangan dan keindahan dalam harmoni rasa. Reno Andam Suri, penulis buku kuliner Rendang Traveler, menyebut saus padang sebagai hasil dari mind mapping rasa, bagaimana bumbu dasar khas Minang divariasikan hingga membentuk karakter baru.
Rasa pedas yang kuat tetap menjadi ciri khas, namun hadir dalam bentuk saus kental yang lebih modern. Inilah alasan mengapa resep ayam saus padang otentik tetap dianggap bagian dari evolusi cita rasa Indonesia yang berpijak pada tradisi, tapi menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
FAQ Seputar Kuliner Hasil Akulturasi
1. Apa yang dimaksud dengan kuliner hasil akulturasi?
Kuliner hasil akulturasi adalah perpaduan antara budaya kuliner lokal dengan pengaruh luar, baik dari negara lain maupun daerah lain. Tujuannya menciptakan rasa baru tanpa menghapus identitas asli.
2. Apakah saus padang termasuk hasil akulturasi?
Ya. Saus padang adalah contoh nyata akulturasi antara kuliner Minangkabau yang pedas dan kuliner urban modern yang mengenal penggunaan saus seperti tomat dan tiram.
3. Apa contoh lain kuliner Indonesia hasil akulturasi?
Beberapa contoh lainnya adalah nasi goreng (inspirasi dari Tionghoa), martabak (inspirasi dari Arab-India), serta spageti rendang (fusion modern antara Italia dan Minang).
4. Mengapa akulturasi penting dalam dunia kuliner?
Karena akulturasi mendorong inovasi tanpa menghilangkan akar budaya kuliner asli. Dari proses ini, lahirlah hidangan-hidangan baru yang disukai lintas generasi.
5. Bagaimana menjaga keaslian rasa dalam kuliner hasil akulturasi?
Kuncinya ada pada pemilihan bahan dan rempah tradisional yang tetap digunakan meski teknik atau tambahan bumbu mengalami perubahan. Seperti pada resep ayam saus padang otentik yang tetap mempertahankan cita rasa pedas dan aromatik khas Minangkabau.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5406953/original/069076600_1762654936-ayam_saus_padang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)