Pewaris Givenchy Menikah, Pesta 3 Hari Disebut Wedding of the Year

Sean Taffin de Givenchy, pewaris rumah mode mewah Prancis Givenchy, menikahi kekasih hati yang sudah dipacarinya selama tujuh tahun.

Diterbitkan 25 Oktober 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sean Taffin de Givenchy, pewaris rumah mode mewah Prancis Givenchy, baru-baru ini melangsungkan pernikahan dengan pacarnya, Jung Dahye, dalam acara yang dijuluki media Prancis sebagai "Wedding of the Year." Pasangan ini menikah dalam pesta selama tiga hari pada Agustus 2025 di Paris, dikelilingi teman dekat dan keluarga.

Menurut Daily Mail, seperti dilansir dari KBIZoom, Sabtu (25/10/2025), Sean dan Dahye bertemu pada 2018 saat sama-sama kuliah di Universitas McGill di Montreal. Keduanya telah bersama selama tujuh tahun sebelum resmi menjadi suami istri.

Upacara pernikahan berlangsung di Basilique Sainte-Clotilde, sebuah katedral bersejarah di jantung kota Paris. Perayaan dimulai dengan makan malam gladi resik di La Fontaine Gaillon, sebuah restoran berbintang Michelin, dan diakhiri dengan resepsi di Le Pavillon Dauphine yang elegan.

"McGill adalah kampus dengan banyak tradisi, salah satunya 'karnaval musim dingin,' yang pada dasarnya merupakan pesta selama seminggu, aktivitas salju, dan bar crawl—semuanya dalam suhu di bawah titik beku," kata Dahye pada Vogue.

"Dahye jadi sukarelawan acara dan membantu mengatur mantel, memeriksa tiket, dan membagikan botol air," kenang Sean. "Saya melihatnya di malam pertama, tapi tidak langsung menghampirinya."

"Keesokan harinya, saya bertemu dengannya lagi, dan teman-teman saya membantu saya memberanikan diri untuk memperkenalkan diri. Kami mengobrol sebentar, saya mendapatkan nomor teleponnya, dan sisanya adalah sejarah," pewaris Givenchy itu menyambung.

Pertunangan Pewaris Givenchy

Mereka bertunangan di New York City. "Saya bilang padanya paman saya ada di kota dan kami akan makan malam dengannya di Casa Cipriani malam itu, jadi kami naik kereta ke pusat kota untuk menemuinya," kenang Sean.

"Sebagian ceritanya, dia (paman Sean) ingin kami bertemu di kamarnya sebelum berjalan ke restoran bersama-sama, tapi tentu saja, ketika kami masuk ke kamar, paman saya tidak terlihat, jadi saya berlutut dan melamarnya."

"Saya pikir, saya mengenal Sean dengan sangat baik dan bisa membaca raut wajahnya seperti punggung tangan saya sendiri," aku Dahye. "Tapi saya salah! Saya benar-benar tidak curiga dan benar-benar terkejut. Ekspresi datarnya sebelum lamaran itu sungguh luar biasa."

"Menjadikannya kejutan yang luar biasa adalah hal terbaik—emosi saya begitu murni dan apa adanya. Saya masih mengingatnya dengan sangat jelas."

Cincin Pernikahan

Cincin pertunangan—dan cincin kawin pasangan itu—semuanya dari Taffin, merek perhiasan khusus milik James de Givenchy, paman Sean. Ciri khas James adalah cincin keramiknya yang berwarna-warni, dan Sean memilih warna biru muda untuk cincin pertunangan dengan berlian berbentuk buah pir.

Pernikahan mereka digelar pada 28─30 Agustus 2025 di ibu kota Prancis, tempat ibu dan saudara laki-laki Sean saat ini tinggal. Sean menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Prancis, dan mengingat pasangan itu merayakan pernikahan sipil mereka di New York, rasanya tepat untuk melangsungkan pernikahan di gereja di negara asal mempelai pria.

Untuk rehearsal dinner Dahye mengenakan gaun Victoria Beckham. "Tampilan ini merupakan perpaduan sempurna antara garis-garis klasik dan detail-detail tidak terduga," ujar sang pengantin. "Saya suka gaun satin abadi yang melekat di tubuh dan memiliki sentuhan modern berupa tali hitam bersilang dan ekor yang menjuntai hingga ke lantai."

Blazernya adalah merek Korea Kimhekim. "Saya sudah mengikutinya selama bertahun-tahun," ujarnya. "Blazernya klasik, (tapi) dengan detail ruching feminin dan mutiara di bagian depan."

Resepsi Pernikahan Pewaris Givenchy

Di upacara pernikahan, sang pengantin wanita mengenakan gaun rancangan Andrew Kwon saat berjalan menuju altar. Ia bertemu sang desainer secara kebetulan di sebuah acara jejaring industri pengantin, dan mereka langsung akrab karena warisan Korea mereka.

Tim Andrew mengundangnya ke peragaan busana pengantin mereka beberapa minggu kemudian. Di sana, Dahye jatuh cinta pada gaun pesta tanpa tali berbahan satin tebal.

Setelah berfoto keluarga di depan basilika, kedua pengantin baru itu berangkat dengan limusin mereka menuju lokasi resepsi di Pavillon Dauphine. Setelah makan malam dan resepsi, pesta berlanjut hingga larut malam.

"Pesta itu berlangsung sampai pihak penyelenggara terpaksa menyalakan lampu karena kami tidak menyadari apa yang terjadi," canda Dahye. "Kami sangat senang melihat semua orang bersenang-senang, merasa nyaman menjadi diri sendiri, dan menciptakan kenangan seumur hidup bersama."