Momen Gempa Magnitudo 6,9 di Filipina Mengacaukan Malam Final Kontes Kecantikan

Gempa Magnitido 6,9 terjadi tepat saat para kandidat berkumpul di Radisson Blu Cebu untuk salah satu acara puncak kontes kecantikan.

Diterbitkan 01 Oktober 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Apa yang seharusnya jadi malam glamor berubah jadi momen menakutkan saat malam final Miss Asia-Pacific International 2025 di Cebu, Filipina, diguncang gempa pada Selasa malam, 30 September 2025. Gempa Magnitido 6,9 terjadi tepat saat para kandidat berkumpul di Radisson Blu Cebu untuk salah satu acara puncak kontes kecantikan.

Melansir Gulf News, Rabu (1/10/2025), setidaknya 43 kandidat, termasuk Anita Rose Gomez dari Filipina dan ratu yang berkuasa Janelis Leyba dari Amerika Serikat, dengan cepat diantar ke tempat aman. Di sebuah pernyataan, Organisasi Miss Asia-Pasifik Internasional (MAPI) meyakinkan para penggemar dan pendukung bahwa semua delegasi dan staf dalam keadaan aman.

"Menyusul gempa Magnitudo 6,7 di Cebu, kami ingin meyakinkan semua orang bahwa semua kandidat Miss Asia Pacific International 2025 dan tim Organisasi MAPI dalam keadaan sehat. Kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya pada Radisson Blu Cebu atas respons cepat dan profesional mereka dalam menerapkan langkah-langkah keamanan selama gempa," demikian pernyataan grup tersebut.

Pembatalan Acara

Semua kegiatan yang direncanakan pada hari ini, Rabu, telah dibatalkan karena penyelenggara sedang menilai situasi. Komunitas kontes kecantikan dengan cepat bersatu secara daring, mengirimkan doa dan kata-kata penyemangat.

Organisasi Miss Universe Filipina (MUPH), di sebuah unggahan Instagram, menyampaikan simpati pada warga Cebu yang terdampak, "Hati kami bersama setiap komunitas, terutama mitra dan delegasi Cebu kami. Kami percaya pada kekuatan bayanihan dan ketahanan semangat orang Filipina."

Organisasi Miss Filipina juga menyatakan solidaritasnya, dengan menyatakan, "Di masa duka dan pemulihan ini, kami berdiri bersama saudara-saudari kami di Cebu. Bersama-sama, mari kita terus menjunjung tinggi semangat bayanihan dan berupaya membangun kembali masyarakat yang lebih kuat, lebih aman, dan lebih tangguh."

Korban Meninggal

Meski gempa tersebut sangat menakutkan, para penggemar memuji respons cepat dari para penyelenggara dan staf hotel dalam memastikan keselamatan para kandidat. Untuk saat ini, sorotan beralih dari mahkota dan gaun ke penyembuhan dan pemulihan Cebu.

Sedikitnya 31 orang tewas setelah gempa tersebut, lapor kanal Global Liputan6.com. Getaran kuat itu merobohkan kabel listrik, merusak bangunan, dan membuat warga panik berhamburan ke jalan.

Pusat gempa berada sekitar 19 kilometer timur laut Bogo, kota pesisir berpenduduk sekitar 90 ribu jiwa di Provinsi Cebu. Otoritas setempat melaporkan, sedikitnya 14 penduduk Bogo meninggal dunia, dikutip dari Sky News, Rabu.

Pejabat seismologi menyebut gempa dipicu pergerakan patahan lokal pada kedalaman tiga kilometer. Mereka memperingatkan jumlah korban kemungkinan terus bertambah seiring berlanjutnya operasi pencarian dan penyelamatan.

 

Dampak Gempa

Di Kota Medellin, tidak jauh dari Bogo, 12 orang tewas setelah langit-langit dan dinding rumah mereka ambruk. Sebagian besar korban sedang tertidur saat kejadian, ungkap Gemma Villamor, kepala kantor penanggulangan bencana setempat.

Sementara itu di San Remigio, lima orang meninggal dunia—tiga di antaranya anggota penjaga pantai, seorang petugas pemadam kebakaran, serta seorang anak—setelah dinding runtuh menimpa mereka saat berusaha menyelamatkan diri dari pertandingan bola basket. Wakil Wali Kota Alfie Reynes menambahkan, gempa juga merusak sistem distribusi air di kota tersebut.

Sejumlah bangunan penting turut terdampak, termasuk sebuah gereja Katolik tua di Daanbantayan. Retakan besar terlihat di beberapa ruas jalan utama. Gubernur Cebu, Pamela Baricuatro, mengatakan kondisi sebenarnya baru akan terlihat jelas pada siang hari.