Kebanggaan AntarSukha Pentas Tari Indonesia di Osaka Expo 2025

Setidaknya ada empat tari Indonesia yang dipentaskan AntarSukha di Osaka Expo 2025.

Diterbitkan 12 September 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - AntarSukha, sebuah komunitas tari budaya, dengan bangga mempromosikan warisan budaya Indonesia di Osaka Expo 2025 melalui serangkaian pertunjukan tari Nusantara penuh warna. Di antara pertunjukan yang dipersembahkan, mereka menonjolkan keanggunan dan harmoni tari gending sriwijaya dari Sumatra Selatan.

Juga, golek langen puspitasari dari Yogyakarta, gerakan dinamis tari tor tor tandok asal Sumatra Utara, dan goyang kanan kiri dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Seluruhnya memukau penonton dengan kostum dan aksesori warna-warni, keahlian seni, serta makna budaya yang mendalam.

Pendiri AntarSukha, Emira Oepangat, mengatakan melalui rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Jumat (12/9/2025), "Kegiatan ini bukan hanya cara kami berkontribusi bagi bangsa melalui tarian tradisional, tapi juga kesempatan mempromosikan budaya Indonesia di salah satu pameran paling prestisius di dunia."

"Kami sangat bangga berada di sini, menerima sambutan hangat dan rasa ingin tahu yang tulus dari panitia dan penonton yang ingin mengenal budaya Indonesia secara lebih dalam." 

Promosi Tarian Indonesia

Emira menambahkan, AntarSukha dan anggotanya secara konsisten mempromosikan tarian Indonesia, baik secara lokal maupun internasional. Secara internasional, mereka telah menari dan mempromosikan Indonesia ke Eropa, berpartisipasi dalam festival di Prancis dan Serbia.

Komunitas ini juga mendukung perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia dan resepsi diplomatik di Belanda dan Portugal; tampil di Penang, Malaysia dalam program pertukaran budaya; menari di Esplanade Singapura untuk festival Muara; dan kini ke Jepang untuk memperkuat misi membagikan keindahan budaya Indonesia pada dunia.

"Komunitas kami mungkin berasal dari latar belakang yang berbeda, tapi kami disatukan cinta kami terhadap tari dan kebanggaan kami dalam hidup sesuai budaya negara kami," ujar dia. Penampilan AntarSukha di Osaka Expo menandai panggung internasional terakhir mereka pada 2025.

Promosi Gaya Hidup Sehat

AntarSukha ingin terus menginspirasi banyak orang untuk merangkul dan mengambil langkah konkret dalam mempersatukan melalui gerakan budaya. Dalam profilnya, komunitas ini mengaku menari untuk kebahagiaan, serta mempromosikan gaya hidup sehat.

"Berdasarkan penelitian, menari telah terbukti dapat membalikkan tanda-tanda penuaan pada otak. Ini adalah latihan terbaik untuk hidup lebih lama dan dalam kondisi kesehatan yang lebih baik: ingatan, belajar, kontrol keseimbangan," tulis mereka.

"Komunitas ini didirikan pada 4 Februari 2025. Kami berpartisipasi dalam melestarikan budaya, terutama memperkenalkan kekayaan tari Indonesia pada generasi muda dan dunia," tandasnya.