Inovasi Nasi Singkong Instan Berbumbu Kreasi dari Boyolali, Hasil Riset Selama 4 Tahun

Apa sebenarnya manfaat dari menyantap nasi singkong bagi kesehatan?

Diterbitkan 11 Agustus 2025, 02:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah perusahaan makanan asal Kota Boyolali, Jawa Tengah, merilis inovasi berupa nasi instan siap santap berbahan dasar singkong dan beras. Komposisinya didominasi oleh singkong (43,99 persen) dan tepung beras (18,9 persen).

"Menggabungkan bahan lokal yang kaya serat dengan racikan bumbu khas Indonesia, Nasindo hadir sebagai solusi praktis sekaligus sehat untuk kebutuhan pangan masyarakat modern," kata Head of Marketing Nasindo Johanes Birman Adi Candra dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

 

Dia menjelaskan, meski perusahaan itu baru berdiri pada 2024, riset produk nasi instan sudah dimulai sejak empat tahun. Riset itu didorong keinginan menghadirkan makanan instan sehat, praktis, dan harga terjangkau, sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

Singkong dipilih lantaran bahan bakunya tersedia melimpah di Indonesia. Selain, singkong juga lebih kaya serat. Dikombinasikan dengan beras untuk menghasilkan produk yang bisa diterima lidah mayoritas masyarakat Indonesia yang menganut prinsip belum makan kalau belum makan nasi. 

"Nasi instan siap makan ini sesuai cita rasa masyarakat Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan makanan cepat saji lebih sehat," klaimnya.

 

Tinggal Diseduh di Kemasan

Produk nasi instan itu dikemas dalam wadah berbahan nilon food grade. Bahan tersebut diklaim tanah panas hingga 120 derajat. Pasalnya, nasi instan itu membutuhkan air panas untuk menyeduh nasi dan bumbu-bumbunya sebelum disantap.

Ada dua varian rasa nasi instan, yakni nasi goreng untuk versi kering dan soto untuk yang berkuah. "Terakhir, juga ekonomis dan mudah diperoleh," sambung Johanes.

Pihaknya berencana terus memperluas inovasi produk instan dan praktis. Utamanya terkaita ragam rasa yang sesuai selera masyarakat Indonesia. "Untuk rasa yang sudah ada nasi goreng dan soto, akan segera kami tambah dengan rasa rendang dan kari," ujarnya.

Lalu, bagaimana manfaat kesehatan nasi singkong dalam kacamata ahli gizi? Mengutip kanal Health Liputan6.com, dokter spesialis gizi klinik di Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Mulianah Daya, M.Gizi, Sp.GK, menyebut kalori dalam nasi merah, nasi putih, nasi singkong, bahkan nasi jagung tidak jauh berbeda.

"Kalau ada yang bilang nasi merah itu kalorinya lebih sedikit dari nasi putih, itu salah," kata Mulianah dalam sebuah diskusi Medical Knowledge Update seputar Diabetes Melitus di Rumah Sakit Mentari, Tangerang, Banten pada Kamis, 7 November 2024.

Indeks Glikemik Nasi Singkong

"Setiap 100 gram dari jenis nasi tersebut mengandung kalori yang hampir sama, dengan karbohidrat sekitar 36 s.d 40 gram per porsinya," kata Mulianah lagi.

Perbedaan penting antara nasi putih, merah, singkong, dan jagung bukan terletak pada jumlah kalori, melainkan pada indeks glikemik (GI) dan kandungan seratnya. GI menunjukkan kecepatan makanan meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.

Menurut Mulianah, nasi putih yang menjadi favorit masyarakat Indonesia memiliki GI di atas 70 (kategori tinggi), sementara nasi merah sekitar 55 (kategori sedang), dan nasi singkong serta nasi jagung memiliki GI yang lebih rendah, yaitu 40-45.

"Artinya, nasi singkong dan jagung lebih lambat meningkatkan gula darah, yang bisa menguntungkan bagi penderita diabetes," ujarnya.

Dalam hal serat, nasi putih hanya memiliki sekitar 0,2 gram per 100 gram, sementara nasi merah mengandung 1,4 gram, nasi singkong 5 gram, dan nasi jagung 2 gram. Tingginya kandungan serat pada nasi singkong dan jagung, kata Mulianah, membuat keduanya lebih bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan membantu memenuhi kebutuhan serat harian.

Kandungan Unik Nasi Singkong

Bagi pasien diabetes dan penderita masalah ginjal, pilihan nasi bisa berdampak besar pada kesehatan. Salah satu alternatif yang semakin mendapat perhatian adalah nasi singkong, yang ternyata memiliki keunggulan unik untuk membantu mengontrol kadar gula darah serta menjaga kesehatan ginjal.

Mulianah menjelaskan bahwa nasi singkong dan nasi jagung mengandung fosfor yang lebih rendah dibandingkan nasi putih dan nasi merah. Hal ini penting karena penderita penyakit ginjal biasanya harus membatasi asupan fosfor, dan nasi singkong menjadi pilihan yang lebih aman bagi mereka.

Nasi singkong dan nasi jagung juga kaya antioksidan, khususnya lutein dan zeaxanthin, yang dikenal baik untuk kesehatan mata. Hal ini menjadi nilai tambah bagi penderita diabetes yang sering menghadapi risiko komplikasi seperti retinopati diabetik. Antioksidan ini membantu melindungi mata dari kerusakan akibat diabetes dan dapat mengurangi risiko komplikasi mata jangka panjang.

Selain nasi singkong, nasi jagung juga bisa menjadi pilihan bernutrisi. Nasi jagung, yang dikenal sebagai 'golden rice' di Tiongkok, mengandung antioksidan tinggi yang turut bermanfaat bagi kesehatan mata dan pencernaan.