Mantan Direktur Kreatif Burberry Riccardo Tisci Tersandung Skandal Dugaan Pelecehan Seksual

Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan mantan direktur kreatif Burberry dan Givenchy Riccardo Tisci ini disebut terjadi tahun lalu.

Diterbitkan 04 Mei 2025, 02:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Riccardo Tisci, mantan direktur kreatif Burberry dan Givenchy, dituduh membius dan menyerang seorang pria bernama Patrick Cooper pada Juni 2024, menurut dokumen pengadilan yang diperoleh People, dikutip Minggu (4/5/2025). Ia menuntut ganti rugi kompensasi dan hukuman.

Pada Selasa, 29 April 2025, Cooper mengajukan gugatan terhadap sang desainer, dengan tuduhan penyerangan, pemukulan, pemenjaraan palsu, penimbulan tekanan emosional yang disengaja, dan pelanggaran Undang-Undang Kekerasan Bermotif Gender Negara Bagian New York.

"Tuduhan ini sama sekali tidak benar," kata juru bicara Tisci dalam sebuah pernyataan pada outlet tersebut. "Riccardo berharap dapat membersihkan namanya dari tuduhan palsu dan jahat ini. Ia akan mendapat keadilan melalui proses hukum."

Tisci dikenal karena bekerja sama dengan Madonna, Beyonce, Meryl Streep, Rihanna, Cate Blanchett, dan Kim Kardashian. Cooper, yang merupakan pria 35 tahun, menuduh bahwa sekitar 29 Juni 2024, Tisci memasukkan obat ke dalam minumannya di sebuah restoran di Harlem, New York.

Cooper mengklaim bahwa Tisci tidak menawarkan obat padanya atau memberitahunya bahwa "ia memasukkan obat ke dalam minumannya," menurut dokumen gugatan. Selain itu, Cooper mengklaim bahwa ia tidak setuju diberikan obat.

Penggugat mengaku, "setelah obat tersebut bekerja," Tisci membawa Cooper kembali ke rumahnya, di mana ia "mencegah Cooper pergi dan melakukan kekerasan seksual terhadapnya." Ketika Cooper terbangun, ia mendapati dirinya dan Tisci telanjang di samping satu sama lain.

Dokumen gugatan mengklaim, saat kekerasan seksual terjadi, Cooper "tidak memiliki kapasitas untuk memberi persetujuan" dan "tidak sadar." Akibat obat yang diduga diberikan Tisci pada Cooper, Cooper "tidak mampu menolak, melawan, menghentikan, atau membela diri (dari Tisci)," menurut dokumen gugatan tersebut.

Tuduhan terhadap Tisci

Patrick Cooper mengklaim mereka tidak saling kenal sebelum interaksi tersebut, di mana Tisci "mendekati dan memulai percakapan dengannya," lapor Daily Mail. Berbicara pada The Independent, ia mengungkap bahwa dia "hanya keluar untuk bersenang-senang."

"Tujuan saya bukanlah untuk berakhir di ranjang Riccardo Tisci. Ketika saya bangun, dia mencium saya," tambahnya. Setelah meninggalkan rumah Tisci di pagi hari, Cooper mengatakan bahwa dia pergi ke rumah sakit untuk menjalani tes pemerkosaan dan menghubungi polisi.

"Saya ingat meneguk minuman itu, dan saya tidak ingat apapun lagi ... Sampai hari ini, saya masih tidak ingat apapun," ia menambahkan. Departemen Kepolisian New York menolak memberi komentar.

Namun, perwakilan NYPD mengatakan, "NYPD menangani kasus kekerasan seksual dan pemerkosaan dengan sangat serius, dan mendesak siapa pun yang jadi korban untuk mengajukan laporan polisi sehingga kami dapat melakukan penyelidikan menyeluruh, serta menawarkan dukungan dan layanan pada para korban."

 

Jejak Kariernya

Tisci, yang pernah menjalin hubungan asmara dengan Maya Jama dan dikenal karena hubungan dekatnya dengan Irina Shayk, telah jadi pusat perhatian di industri ini selama beberapa dekade. Selama 12 tahun, desainer asal Italia ini jadi direktur kreatif untuk Givenchy, sebelum pada 2017 mengundurkan diri untuk "fokus pada minat dan gairah pribadi."

Seperti yang dilaporkan Women's Wear Daily melalui GQ, omzet label mewah tersebut meningkat lebih dari enam kali lipat selama masa jabatannya. Tahun 2018, lulusan Design Istituto d'Arte Applicata ini menggantikan Christopher Bailey sebagai kepala bagian kreatif Burberry, posisi yang dipegangnya selama empat tahun.

Setelah itu, ia menghabiskan waktu antara Paris dan New York, sambil membimbing desainer yang sedang naik daun, berkolaborasi dengan Nike, dan mengambil bagian dalam proyek-proyek yang lebih kecil. Berbicara pada Financial Times, Juli 2024, pria berusia 50 tahun tersebut mengaku "siap kembali tampil di depan publik dan memulai babak baru."

 

Masa Kecil Tisci

Saat itu, Tisci berkata, "Orang-orang kreatif masuk ke dalam terowongan yang sangat gelap. Terkadang, semua yang dilihat (orang lain) itu positif dan indah, tapi di balik itu, ada rasa tidak aman dan kegelapan. Saya mengalaminya, tapi hari ini, saya bahagia, lebih dari sebelumnya, karena saya bahagia di dalam diri saya sendiri."

Tisci menggambarkan masa kecilnya sebagai masa yang bahagia, namun mengatakan keluarganya, termasuk delapan saudara perempuan, "sangat miskin." "Saya tidak pernah benar-benar mengenal ayah saya, jadi saya kehilangan sosok pria yang kuat dalam hidup saya," ungkapnya.

"Jadi, meski saya memiliki keluarga yang fantastis, dikelilingi semua perempuan luar biasa ini, saya selalu merasa kesepian," katanya pada Interview Magazine tahun 2016. "Tidak kesepian dalam cara yang melankolis, tapi mengetahui bahwa, demi benar-benar bertahan hidup, saya harus melakukan segalanya untuk diri saya sendiri."

"Saya harus bekerja dan belajar, dan saya berada di jalan untuk bertahan hidup, membawa makanan pulang ke rumah," tandasnya.