Tren Perawatan Mengangkat dan Mengencangkan Kulit Tanpa Operasi yang Kian Digandrungi

Tren perawatan mengangkat dan mengencangkan kulit tanpa operasi ini didukung hadirnya mesin estetika, seperti Ultherapy PRIME.

Diterbitkan 28 April 2025, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pola kehidupan modern yang serba cepat membuat perawatan tanpa operasi, termasuk prosedur mengangkat dan mengencangkan kulit, kian digandrungi, menurut ahli dermatologi, dr. Ni Nyoman Indra Lesthari. Minimnya efek samping dan downtime jadi dua alasan tindakan itu dilirik banyak pasang mata.

"Operasi tidak bisa pada semua orang. Misalnya, ada seorang influencer, dia harus sembunyi, karena surgical paling cepat downtime-nya adalah tiga bulan, rata-rata enam bulan. Dia akan kembali normal setelah setengah tahun, siapa yang bisa begitu sekarang?" katanya saat jumpa pers perluncuran Ultherapy PRIME oleh Merz Aesthetics di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat, 25 April 2025.

Maka itu, pemanfaatan mesin estetika, seperti Ultherapy PRIME, muncul sebagai alternatif. Terlebih, tindakan perawatan lifting and tightening skin ini tidak dilakukan secara berulang dalam jangka waktu dekat, karena hanya disarankan sekali setahun.

Terkait usia pasien yang diizinkan melakukan perawatan tersebut, dr. Indra menyebut, itu tergantung indikasi. "Kalau sudah ada indikasi, Ultherapy PRIME sangat aman. Tapi kalau belum ada indikasi, sifatnya pencegahan, kalau menurut saya sih nggak perlu."

Tanpa kelainan, ia menyarankan hanya pasien berusia 35 tahun ke atas yang melakukan perawatan tersebut. Dalam kasus khusus, dr. Indra menceritakan, ada pasien berusia 22 tahun yang menjalani perawatan pengangkatan dan pengencangan kulit dengan mesin estetika terbaru dari Merz Aesthetics ini.

"Pasien tersebut turun berat badan secara signifikan. Dalam tiga bulan, dia turun 10kg, jadi double chin-nya muncul karena laxity, karena fat yang hilang. Sebetulnya itu bisa hilang sendiri, tapi kalau pasien butuh hasil lebih cepat, bisa pakai Ultherapy PRIME," beber dia.

 

Mendukung Hasil Perawatan Lebih Maksimal

Mendukung hasil perawatan tersebut secara maksimal, dr. Indra menjelaskan, karena prinsip Ultherapy menumbuhkan kolagen elastin dan semua unsur peremajaan kulit, pasien disarankan menjaga gaya hidup yang baik. Ini termasuk makan makanan yang banyak mengandung nutrien maupun vitamin yang membantu kolagen tumbuh.

"Kemudian, kami juga sampaikan bahwa pasien sebaiknya menjaga berat badan. Karena kalau kita treatment di area submental atau jawline terus pasien naik-turun berat badan, otomatis lifting itu tidak terlihat signifikan," sebutnya.

Dokter Indra menambahkan, "Pasien juga disarankan menghindari segala sesuatu yang bersifat oksidasi bebas, seperti merokok, terpapar polusi, dan selalu menggunakan sunscreen. Itu akan membantu tumbuhnya kolagen."

Ia menyebut bahwa menggabungkan Ultherapy PRIME dengan perawatan lain terbilang aman. "Kalau saya sampaikan tidak ada efek samping, itu karena dua faktor: dari mesin dan dokternya itu sendiri," ujarnya. "Sebaiknya apapun teknologi, kalau dokternya tidak bisa dipakai, itu otomatis komplikasi akan muncul." 

Teknologi Pendukung Perawatan Kecantikan

Kemudian dari sisi teknologi, kata dr. Indra, ada perbedaan antara mesin Ultherapy sebelumnya dengan Ultherapy PRIME yang baru diluncurkan. "(Perbedaan) yang paling signifikan adalah bagaimana Ultherapy PRIME ini jauh lebih mudah digunakan para dokter."

"Karena gambar ultrasound-nya lebih jelas, layarnya lebih lebar, hasil treatment-nya lebih baik, karena dokter presisi dalam melakukan tindakan perawatan. Juga, rasa nyeri umumnya muncul bila Ultherapy di-deliver terlalu dalam, tapi kalau precise, itu tidak akan sakit," dr. Indra menambahkan.

Di samping itu, mesin estetika baru ini membuat waktu perawatan lebih cepat. "Dulunya pasien butuh waktu perawatan 2─2,5 jam, tapi karena mesin ini pakai prosesor baru, tindakan lebih cepat, jadi hanya 1,5─2 jam," ungkapnya.

Sebelum melakukan perawatan, kata dia, dokter akan memastikan bahwa kondisi kulit pasien dalam keadaan sehat, tidak ada inflamasi maupun infeksi. "Kalau ada jerawat atau eksimnya kumat, itu tentunya kita tidak melakukan tindakan perawatan," katanya.

Berapa Harga Perawatan dengan Ultherapy PRIME?

Hanya perawatan dengan Ultherapy PRIME memang mahal, kata dr. Indra. Namun, frekuensi perawatannya yang jarang membuatnya "sama dengan treatment" lainnya, menurut dr. Indra. "Tadi sudah saya singgung, Ultherapy hanya dilakukan setahun sekali. Pada pasien usia lebih muda, seperti 40 tahun, biasanya dua tahun sekali itu cukup."

"Kadang-kadang, pasien melihat harga Ultherapy itu mahal. Tapi begitu kami jelaskan bahwa dia hanya perlu melakukannya sekali setahun, itu jadi masuk akal biayanya," ungkapnya, seraya menambahkan bahwa perawatan dengan Ultherapy PRIME dibanderol Rp30 juta─Rp40 juta untuk satu sesi treatment.

Di kesempatan yang sama, Associate Vice President of Regional Commercial Merz Aesthetics Asia Pacific, Raymond Ong, berkata, "Sejak peluncurannya secara global pada Oktober 2024, permintaan terhadap Ultherapy PRIME melonjak pesat. Berbagai klinik di seluruh dunia, termasuk di kawasan Asia Pasifik, berlomba-lomba menghadirkan teknologi ini sebagai bagian dari inovasi layanan mereka."

Ultherapy disebut telah mencapai tingkat kepuasan pasien sebesar 95 persen pada tahun pertamanya, didukung lebih dari 120 publikasi dan 56 studi klinis. Country Manager Merz Aesthetics Asia Pacific – Indonesia Representative Office, I Putu Edi Mahadi, menyebut, "Kami percaya bahwa Ultherapy PRIME akan jadi solusi yang tepat bagi masyarakat Indonesia yang semakin selektif dalam memilih perawatan kecantikan."

"Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan teknologi yang inovatif, aman, dan berdampak nyata dalam meningkatkan kepercayaan diri, karena setiap orang berhak merayakan versi terbaik dari dirinya," tandasnya.