Sukses

Komitmen Ambisius demi Mengatasi Masalah Sampah dan Polusi Plastik di Bali Selatan

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai bagian dari acara Road to G20 di bawah kepresidenan Indonesia, Delterra, Minderoo Foundation, dan WWF-Indonesia mengumumkan komitmen ambisius demi mengatasi masalah sampah di kawasan Bali Selatan. Ini sekaligus merupakan langkah awal dalam merespons krisis iklim.

Berdasarkan keterangan pers pada Liputan6.com, Kamis, 3 November 2022, program ini bertujuan menghadirkan layanan daur ulang dan pengelolaan sampah pada 2,5 juta orang, dimulai dengan 600 ribu orang di Kabupaten Badung selama tiga tahun ke depan. Konsorsium melalui Delterra telah memulai komitmen tersebut dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Badung.

[bacajuga:Baca Juga](5109020 5108232 5107873)

"Memecahkan tantangan yang dihadapi planet kita dan orang-orangnya memerlukan pendekatan sistemik dan terukur dan itulah spesialisasi Delterra," kata Shannon Bouton, presiden sekaligus CEO Delterra. "Kemitraan yang berdampak sangat penting dalam menyelenggarakan transformasi ini dan kami sangat senang menyambut Minderoo Foundation dan WWF-Indonesia sebagai mitra konsorsium, yang secara efektif bergabung untuk solusi ekspansi yang ambisius ini."

Menciptakan ekonomi yang lebih sirkular di Bali diklaim akan berdampak pada lingkungan lokal dan global yang positif. Juga, dampak lanjutan yang memberi keuntungan dalam segi kesehatan, penghidupan, dan ekonomi.

Komitmen ini diumumkan dalam Road to the G20 Leaders' Summit di Bali, di mana fokus untuk menciptakan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan lebih tinggi dari sebelumnya. Dalam kapasitas sebagai Knowledge Partner dalam acara "Beating Plastic Pollution from Source to Sea" kali ini, Delterra mendukung ambisi pemerintah Indonesia mengatasi permasalahan sampah dan polusi plastik.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Plastik Tidak Seharusnya Berada di Alam

CEO WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda, mengatakan, "Plastik tidak seharusnya berada di alam. Tapi, mengurangi polusi plastik dari ekosistem kita dan dalam sirkular ekonomi yang bertanggungjawab adalah tantangan yang kompleks dan membutuhkan pendekatan holistik untuk mengelola semua jenis limbah. Melalui sistem pengelolaan sampah terpadu, No Plastic in Nature Initiative WW- Indonesia bekerja di seluruh siklus hidup plastik untuk meningkatkan penggunaan kembali plastik yang sudah beredar dan mengeliminasi polusi plastik ke alam."

Ia menyambung, "WWF-Indonesia telah bekerja sama dengan kota-kota dalam projek Plastic Smart Cities, dan pemangku kepentingan lain untuk Free Oceans Networks. Kami bersemangat untuk kerja sama yang berdampak dengan Delterra di Denpasar dan menantikan untuk bersama-sama meningkatkan kerja dan pengaruh."

Delterra dan konsorsium mitra berkomitmen melakukan aksi nyata yang akan mentransformasi sistem pengelolaan dan daur ulang sampah. Koalisi yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan ini percaya bahwa perubahan yang nyata dan berkelanjutan adalah hal yang mungkin, dengan cara menciptakan pasar baru yang menyatukan pasokan bahan daur ulang dengan permintaan dari pembeli korporat.

 

3 dari 4 halaman

Rethinking Recycling

Pendekatan pengelolaan sampah terpadu dari Delterra dikembangkan berdasarkan program Rethinking Recycling. Program ini membantu perkotaan dan masyarakat membangun ekosistem daur ulang, mengembalikan lebih banyak sampah ke penggunaan yang produktif, dan meningkatkan lapangan pekerjaan dan kualitas hidup masyarakat.

Pendekatan ini mencakup aksi transformatif dan kolaboratif di empat kelompok pemangku kepentingan utama: rumah tangga dan bisnis, pengumpul dan penyortir, pengepul dan pengangkut, serta pengolah dan pembeli.

Tony Worby, Direktur Planet Portfolio & Flourishing Oceans di Minderoo Foundation mengatakan, "Minderoo Foundation berinvestasi dan menginkubasi solusi untuk mencegah polusi plastik memasuki lingkungan dan tubuh kita. Visi kami adalah dunia tanpa sampah plastik, yang kami harap akan terwujud dengan sirkuler ekonomi yang berkembang, di mana prioritas kami merupakan keselamatan dalam produksi, penggunaan, dan daur ulang plastik yang bertanggungjawab."

"Ini merupakan salah satu alasan kami senang dapat bekerja sama dengan Delterra, yang telah menunjukkan dampak dari pendekatan mereka terhadap sistem masyarakat yang berkelanjutan secara lingkungan, ekonomi, dan sosial," imbuhnya.

4 dari 4 halaman

Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Sampah

Sementara, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Nani Hendiarti, menyampaikan, "Pemerintah Indonesia berkomitmen meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah guna menekan tingkat kebocoran sampah ke laut sebesar 70 persen di tahun 2025."

"Kebijakan ini akan berkontribusi pula untuk pencapaian target net zero emission pada 2060. Untuk mencapai tujuan ini, kolaborasi para pihak jadi salah satu pilar penting untuk dilakukan. Saya mendukung upaya kolaboratif multipihak dalam mengelola sampah yang dilakukan pemerintah daerah provinsi Bali dan Delterra dalam mewujudkan dan mendorong transformasi sistem pengelolaan sampah dimulai dengan Badung dan ekspansi menuju Indonesia yang lebih sirkular," tambahnya.

Delterra sendiri terus membuka kesempatan bagi organisasi yang memiliki visi yang sama untuk memajukan ekonomi sirkular dan mendukung dunia di mana aktivitas manusia melindungi dan memulihkan planet yang sehat. Mereka mengundang pihak-pihak yang tertarik untuk terhubung selama rangkaian pra-acara G20 di Bali atau secara daring demi perubahan nyata dalam skala besar.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS