Sukses

Dukung Komunitas LGBTQ+, Maskapai Virgin Atlantic Luncurkan Seragam Netral Gender

Liputan6.com, Jakarta - Virgin Atlantic berencana menghapus opsi seragam gender. Langkah tersebut dilakukan maskapai penerbangan Inggris tersebut dalam upaya untuk memperjuangkan individualitas karyawannya.

Dikutip CNN, Kamis (29/9/2022), Virgin Atlantic mengumumkan dalam siaran pers pada Rabu, 28 September 2022, bahwa awak kabin, pilot, dan staf darat dapat memilih seragam mana yang dirasa paling nyaman. Mereka bisa memilih "tidak peduli jenis kelamin, identitas gender, atau ekspresi gender mereka."

Lencana kata ganti opsional juga akan tersedia untuk kru dan penumpang. Seragam staf berwarna merah dan burgundy yang dibuat oleh desainer Inggris Vivienne Westwood, tidak akan lagi dikategorikan di bawah "laki-laki" dan "perempuan," kata juru bicara Virgin Atlantic kepada CNN, Rabu.

Chief Commercial Officer Virgin Atlantic, Juha Jarvinen mengatakan dalam siaran pers bahwa perusahaan percaya bahwa penting untuk mendorong orang-orang untuk "merangkul individualitas mereka dan menjadi diri mereka yang sebenarnya di tempat kerja." Jarvinen menambahkan, "Untuk alasan itulah kami ingin mengizinkan staf kami mengenakan seragam yang paling sesuai dengan mereka dan bagaimana mereka mengidentifikasi dan memastikan pelanggan kami disapa dengan kata ganti pilihan mereka."

Michelle Visage, juri "RuPaul's Drag Race All Stars," yang memamerkan seragam netral gender bersama staf, menyambut baik langkah tersebut. "Sebagai ibu dari anak non-biner, dan sebagai pihak yang mendukung komunitas LGBTQ+, upaya Virgin Atlantic untuk lebih meningkatkan inklusivitas bagi masyarakatnya sangat penting dan pribadi bagi saya," katanya dalam siaran pers.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Inisiatif

"Orang-orang merasa diberdayakan ketika mereka mengenakan apa yang paling mewakili mereka, dan kebijakan identitas gender ini memungkinkan orang untuk merangkul siapa mereka dan membawa diri mereka sepenuhnya untuk bekerja," tambahnya.

Virgin Atlantic mengatakan perubahan itu adalah bagian dari serangkaian inisiatif yang lebih luas di bawah agenda "Be Yourself". Maskapai penerbangan jarak jauh ini juga telah mengubah sistem tiketnya.

Wisatawan yang memegang paspor dengan penanda netral gender dapat memilih kode gender "U" atau "X" pada pemesanan mereka serta judul netral gender "Mx". Pada Juni 2022, Virgin Atlantic memperbarui kebijakan tatonya untuk memungkinkan staf menampilkan tato mereka saat berseragam.

Chief people officer di Virgin Atlantic, Estelle Hollingsworth mengatakan dalam sebuah pernyataan pada saat itu bahwa langkah tersebut mencerminkan pentingnya ekspresi diri. Reformasi lain dalam beberapa tahun terakhir, termasuk make-up, menjadi tidak wajib bagi awak kabin Virgin Atlantic serta opsi bagi staf perempuan untuk mengenakan celana panjang dan sepatu datar.

3 dari 4 halaman

Berlaku Lebih Dulu di Islandia

Seragam termasuk hal penting bagi sejumlah profesi karena merupakan ciri dan pendukung dalam melakoni pekerjaan mereka. Salah satunya bagi awak kabin maskapai penerbangan, terutama pramugari dan pramugara.  Biasanya, pramugara akan mengenakan setelan jas dan kemeja, sementara pramugari dengan gaun anggun dan mewah.

Hal ini berbeda dengan maskapai penerbangan baru Islandia 'PLAY' yang menggunakan seragam tanpa gender. Maskapai ini memperbolehkan awak kabinnya untuk mix and match item dari seluruh koleksi seragam yang disediakan. Dengan gebrakan baru di dunia penerbangan itu, PLAY ingin menghapus identifikasi seragam pramugari dan pramugara.'

"Sepatu kets adalah pilihan yang tepat untuk memberikan kenyamanan selama bekerja. Ini adalah seragam non-spesifikasi gender, dan kru kami bisa memilih apa pun yang cocok untuk mereka dari beragam pilihan pakaian," terang PLAY dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari Simple Flying, Senin (14/6/2021).

PLAY juga mengizinkan awak kabinnya bereksperimen dengan penampilannya selama bekerja. Mereka akan mengizinkan awak kabinnya untuk mengecat rambut dengan warna apa pun, memakai cat kuku, dan merias wajah sesuai keinginan. Mereka juga menghapus aturan terkait larangan bertato bagi awak kabin. Padahal, tato masih termasuk sesuatu yang sangat tabu di banyak maskapai penerbangan meskipun popularitas dan penerimaan tato meningkat di banyak negara dalam beberapa tahun terakhir.

4 dari 4 halaman

Kebijakan Lain

Seragam non-spesifik gender ini mencakup kaus santai, jaket puffer sepanjang mata kaki, dan sepatu kets bermerek Nike. Seragam ini juga menyediakan pilihan gaun dan setelan potongan yang berbeda.

Menurut kepala maskapai Jónína Guðmundsdóttir, kru tidak akan dibatasi oleh pilihan seragam pria atau wanita. Mereka bebas memilih dengan tepat apa yang mereka inginkan.

Seragam ini juga merepresentasikan nilai-nilai kesederhanaan, keceriaan, daya saing, kesetaraan, dan kinerja tepat waktu. Dengan seragam tersebut, awak kabin tidak perlu kesulitan dalam setiap gerak-geriknya selama bertugas.

Seragam tersebut dirancang oleh pasangan desainer Islandia, Gunni Hilmars dan Kolla. Kedua desainer top ini ingin mengubah citra seragam pramugari yang sangat tradisional menjadi modern dan kasual.

"Kami mencoba untuk menghapus aturan ketat yang sering dikaitkan dengan seragam ini dan memasukkan pakaian santai, kain melar, dan sepatu yang dimaksudkan untuk melatih kaki Anda. Hasilnya adalah perpaduan antara activewear dan seragam yang segar," jelas Gunni.

Inovasi ini bukan saja berbeda tapi juga mengejutkan karena PLAY termasuk maskapai pendatang baru. PLAY didirikan pada 2019 usai tumbangnya maskapai penerbangan bertarif rendah Islandia lainnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.