Sukses

Kreasi Sebelum Harga Mi Instan Naik, Gabungkan 2 Merek Berbeda untuk Kombinasi Rasa Sempurna

Liputan6.com, Jakarta - Mi instan telah menjadi makanan favorit banyak orang di Indonesia. Itu bisa dilihat dari beragam pilihan varian dari berbagai merek mi instan yang hadir di pasaran. Tak heran kalau rencana kenaikan harga mi instan bisa bikin cemas banyak pihak.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo sebelumnya mengungkap kenaikan harga itu akan terjadi dalam waktu dekat. Itu sebagai dampak tertahannya 180 juta ton gandum di Ukraina. Belum diketahui dengan pasti apakah kenaikan harga mi instan akan terjadi yang kabarnya sampai tiga kali lipat.

Sementara menunggu kepastian harga baru, warga berkreasi menyajikan berbagai sajian mi instan. Baru-baru ini, seorang warganet bereksperimen mengombinasikan dua merek mi instan menjadi satu, hingga menghasilkan rasa yang menurutnya super enak.

Kreasi itu diungkap seorang pria di grup Facebook Dunia Mie Instan. Menurutnya, setelah melakukan eksperimen berbulan-bulan, mencampurkan dua rasa mi instan dengan rasa berbeda-beda, akhirnya pria dengan akun ‘Iwan Menolak Mandi’ tersebut menemukan kombinasi rasa yang paling sempurna.

"Ini perpaduan Mie Sedaap Sambal Goreng + Indomie Goreng Aceh. Tanpa ada tambahan bumbu apapun selain dari bawaan mie dan telur juga. Cobain deh. Pasti suka," tulis dia.

Kreasi unik itu ternyata bikin banyak orang penasaran ingin mencoba. Akun TikTok @catlovers29 bahkan mencoba mengikuti resep kombinasi dua merek mi instan tersebut.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Bikin Syok

Setelah ia masak dengan menambahkan dua butir telur, ia pun siap untuk mencobanya. Menurut wanita tersebut, kombinasi mi instan itu memiliki aroma yang aneh. Namun setelah dimakan, ia sangat terkejut dengan rasa yang dihasilkannya.

"Jujur shock. Enak! Baunya tuh kayak pedes-pedes gitu tapi pas dimakan kayak Indomie goreng kari tau ga lo. Wah gila ini enak banget parah," ucapnya dalam unggahan pada Rabu, 10 Agustus 2022.

Dia pun memuji penemu resep kombinasi antara dua mi instan tersebut. Bahkan, dia berjanji akan langsung membeli untuk keluarganya di rumah. Video tersebut pun menjadi perhatian warganet. Tak sedikit yang khawatir jika kedua rasa mi instan tersebut menjadi langka setelah viralnya video tersebut.

"Akhirnya Indomie dan Sedaap bersaing dengan seimbang wakakak," komentar seoang warganet. "Tapi dulu emang ada mie goreng tapi rasa kari seriusan gue pernah nyoba sekarang produknya udah ga ada," komentar warganet lainnya.

"Beliii aahh sebelom harganya pada naek wkwkwk," timpal warganet lainnya. Sampai berita ini ditulis, unggahan itu sudah dilihat lebih dari 2,3 juta kali.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Anak Kos

Mengenai rencana kenaikan harga mi instan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan anak kos harus siap mengantisipasi kenaikan harga mi instan. Maklum saja, konsumsi mi instan selama ini lekat dengan anak kos karena harganya terjangkau, praktis dan mudah dibuat.

Para pelaku ekonomi kreatif kuliner yang berjualan mi instan juga diminta menyiapkan strategi dan inovasi. Hal itu ditulis Sandiaga dalam unggahan di akun Instagram miliknya pada Selasa, 9 Agustus 2022.

Ia menyebut kenaikan sebagai dampak dari ketidakstabilan ekonomi global karena pandemi dan juga perang Rusia-Ukraina berdampak pada lonjakan harga gandum, termasuk mi instan dan turunannya. Alasannya, karena kedua negara tersebut merupakan penyuplai hampir 30-40 persen produksi gandum dunia.

Sandiaga mengajak para pengusaha kuliner yang berjualan mi instan untuk mengoptimalkan produk ekonomi dari sumber pangan lokal, sehingga tak terus bergantung pada produk yang berbahan baku impor. Sementara, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang menilai pernyataan Mentan soal harga mi instan yang dapat naik tiga kali lipat berlebihan.

4 dari 4 halaman

Belum Tentu

Pria yang akrab disapa Franky ini menuturkan, harga mi instan belum tentu naik tiga kali lipat. Hal ini lantaran harga gandum internasional tidak naik 100 persen. Berdasarkan data tradingeconomics.com, harga gandum tahunan naik 8,86 persen ke posisi 791,68 dolar AS.

"Harga gandum belum sampai naik 100 persen. Bagaimana bisa mi instan naik tiga kali lipat?" kata dia, dilansir dari kanal Saham Liputan6.com.

Ia menuturkan, kenaikan harga gandum saat ini seperti pada 2008, tetapi bedanya saat itu tidak ada perang. Pada 2022, kenaikan harga gandum dipicu konflik Ukraina dan Rusia. 

Franky mengatakan, pembentukan harga mi instan tidak hanya dari harga gandum saja. Ada komponen lain, yaitu kemasan, plastik bumbu, cabai, dan minyak goreng, yang juga dipertimbangkan. Saat harga minyak naik, harga mi tidak naik.

Ia juga mengatakan, produsen juga tidak serta merta langsung menaikkan harga karena juga ada pertimbangan lainnya. "Mi instan itu produk branded. Masing-masing bersaing, konsumen tidak usah takut," kata dia.

Ia menambahkan, pernyataan ada potensi harga mi naik itu sebagai peringatan wajar. Namun, Franky menuturkan, anggota dari asosiasi tepung terigu Indonesia juga tidak mengeluh mengenai kekurangan pasokan. Hal ini karena pengadaan gandum tidak hanya dari satu negara saja misalkan Ukraina, tetapi juga negara lain.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS