Sukses

Curhat Anak Hasil Donor Sperma yang Punya Lebih dari 100 Saudara Tiri

Liputan6.com, Jakarta - Seorang wanita asal California, Amerika Serikat, mendapati bahwa ia mungkin memiliki lebih dari 100 saudara tiri. Kenyataan mengejutkan ini diungkap ibunya, menyebut bahwa ia mungkin saja berkencan dengan saudara tirinya sendiri.

Chrysta Bilton berbagi anekdot liar dalam memoar barunya, A Normal Family: The Surprising Truth About My Crazy Childhood (and How I Discovered 35 New Siblings), yang mendokumentasikan bagaimana ia akhirnya terhubung dengan lusinan "saudaranya yang hilang," melansir New York Post, Rabu, 10 Agustus 2022.

Chrysta dan adik perempuannya, Kaitlyn, dibesarkan di Los Angeles oleh ibu mereka, Debra, yang adalah seorang lesbian. Ia memberi tahu mereka bahwa ayah mereka adalah teman dari pasangannya. Ketika Chrysta berusia 23 tahun, Debra memberikan kejutan, memberi tahu kedua putrinya bahwa ayah kandung mereka adalah salah satu pendonor sperma paling produktif di California. 

Debra mengungkap bahwa nama ayah mereka adalah Jeffrey Harrison, seorang pria yang dikenal selama beberapa dekade sebagai "Donor 150." Pada 2005, New York Times menerbitkan sebuah artikel yang ditulis seorang wanita yang mengaku sebagai putri "Donor 150," di mana ia memohon padanya untuk mengungkap identitasnya.

Artikel itu mendorong Harrison untuk maju dan kemudian mengatakan pada Times bahwa ia telah menghabiskan sebagian besar era 1980-an membuat deposit sperma dua kali seminggu di cryobank California. Ia percaya bahwa ia mungkin telah jadi ayah lebih dari 100 anak.

Itu akhirnya membawa Chrysta ke realisasi yang mengerikan tentang hubungan asmara ketika ia berusia 22 tahun. "Ternyata pria yang saya kencani saat itu, selama lebih dari setahun, kemungkinan besar adalah saudara tiri saya," tulisnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Masalah Signifikan

Namun, Chrysta tidak menjelaskan dengan pasti apakah ia benar berpacaran dengan sudara tirinya. Ia mengatakan pada "Woman's Hour" BBC Radio bahwa itu membuka matanya untuk masalah yang signifikan.

"Itulah yang saya kira apa yang terjadi ketika donasi sperma tidak diatur dan Anda memiliki banyak saudara tiri," katanya. "Saya telah mengatasi itu, yang butuh waktu 10 tahun untuk saya."

Chrysta mengatakan, pengakuan ibunya memberinya "kejutan seumur hidup" dan mendorongnya menghubungi ayah kandungnya dan akhirnya terhubung dengan saudara tirinya.

"Ternyata banyak cerita yang ibu saya ceritakan tentang pendidikan saya adalah bohong, yang merupakan kata lembutnya untuk membengkokkan kebenaran," katanya pada NPR dalam sebuah wawancara baru-baru ini saat mempromosikan buku barunya. "Saat ini ketika ia mengungkap (kebenarannya) … benar-benar membuat saya mulai menyelidiki kisah hidup saya."

Chrysta menggambarkan donasi sperma pada 1980-an adalah "benar-benar Wild West," Ia menjelaskan bahwa seorang pria dapat menyumbang sebanyak yang ia mampu dalam seminggu dan bahwa ayah kandungnya melakukan itu selama hampir satu dekade.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Awalnya Enggan

Chrysta awalnya enggan mencari tahu tentang saudara kandungnya, mengungkapkan bahwa ia "tidak ingin berhubungan dengan mereka selama hampir 10 tahun." Namun, sikapnya berubah setelah berbicara dengan salah satu saudara tirinya, yang menghubungi melalui media sosial.

"Ia memiliki pandangan yang antusias tentang semua ini," jelas Chrysta. "Itu mengubah sikap saya dan itu membuat saya menyadari bahwa cara saya memandang keluarga biologis yang lebih besar ini sebagian besar merupakan pilihan dan bahwa setiap saat saya bisa antusias dan melihat keindahan di dalamnya."

Pada tahun-tahun sejak itu, ia telah bertemu lebih dari 35 saudara tirinya, tapi mengakui mungkin ada lusinan lagi yang ada di luar sana. Penulis itu juga mengungkap bahwa ia dan saudara-saudaranya memiliki kesamaan genetik.

"Sebagian besar dari kami memiliki jempol kaki yang sama. Kami memiliki lesung pipi yang sama di pipi kiri. Banyak dari kami berbagi ADD sebagai sesuatu yang kami perjuangkan. Kami semua memiliki tawa yang sama. Jadi, kemiripannya benar-benar liar," ia mengakui.

4 dari 4 halaman

Masa Kecil yang Bergejolak

Chrysta juga mengungkapkan bahwa ia sekarang melihat ayahnya beberapa kali setiap tahun, menggambarkan pengalaman itu sebagai "hal yang sangat positif." Dalam memoarnya, Chrysta juga menulis secara rinci tentang masa kecil yang bergejolak dengan ibunya, yang dilaporkan terlibat dalam skema piramida dan kultus.

Pengejaran ibunya membuat keluarga tertatih-tatih di tepi kebangkrutan, meninggalkan Chrysta muda dengan perasaan tidak aman yang mendalam. Sekarang, ia telah memulai sebuah keluarga yang jauh lebih konvensional sendiri, membesarkan dua anak dengan suaminya, Nick Bilton, seorang jurnalis Vanity Fair.

Ibu dua anak ini mengatakan ia sekarang menikmati stabilitas yang ia temukan sendiri setelah dewasa. "Salah satu hikmahnya, saya pikir, dari masa kanak-kanak yang tidak terduga adalah jika bisa keluar dari itu, Anda hanya merasa sangat bersyukur untuk semuanya,” katanya pada NPR. Mengutip amazon, buku tentang cerita tersebut sudah dijual bebas, baik dalam versi kindle maupun hardcover.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS