Sukses

Penuh Nasionalisme dan Patriotisme, 3 Buku Bung Karno Ini Bisa Kalian Baca ya!

Liputan6.com, Jakarta Selama ini, kalian mengenal Bung Karno sebagai presiden pertama Republik Indonesia. Nggak ada salahnya dengan itu. Tapi, kalian harus memahami beliau secara lebih mendalam ya.

Bung Karno, bukan hanya fenomenal dengan hubungan percintaannya, tetapi juga pemikirannya. Sama seperti Bung Hatta, beliau juga beberapa kali menelurkan pemikirannya dalam bentuk tulisan. Tulisannya tersebut penuh dengan semangat nasionalisme dan sudah dibukukan serta dicetak ulang hingga kini.

Pemikiran Bung Karno bisa secara utuh dipahami lewat buku-buku yang dibuatnya. Dari buku-bukunya tersebut, kamu bisa mengenalnya lebih dekat dan dalam. Nah, berikut ini 3 buku Bung Karno yang wajib kamu baca!

2 dari 4 halaman

1. Indonesia Menggugat

Buku ini adalah pidato pembelaan yang dibacakan oleh Bung Karno pada persidangan di Landraad, Bandung tahun 1930. Bung Karno, Gatot Mangkupraja, Maskun, dan Supriadinata yang tergabung dalam PNI dituduh ingin menggulingkan kekuasaan Hindia Belanda.

Dari balik jeruji besi, Bung Karno pun menyusun dan menulis sendiri pidatonya itu. Dalam Indonesia Menggugat, Bung Karno menceritakan keadaan politik internasional dan kerusakan masyarakat Indonesia di bawah kolonialisme. Pidato ini kemudian menjadi sebuah dokumen politik dalam menentang kolonialisme dan imperialisme.

3 dari 4 halaman

2. Di Bawah Bendera Revolusi

Buku ini merupakan buku yang paling terkenal dan lengkap dari Bung Karno. Di Bawah Bendera Revolusi, sebetulnya terdiri dari 4 jilid, tapi yang sampai sekarang dicetak hanya 2 jilid. 

Buku ini berisi 20 pidato peringatan 17 Agustus Bung Karno selama 20 tahun, mulai dari tahun 1946 hingga 1964. Di sini, kita melihat, bahwa Bung Karno, bukan hanya orator ulung, tetapi juga seorang pemikir visioner dan brilian. Bung Karno berhasil membuat tulisan yang bersuara dan mampu menggerakkan nasionalisme.

4 dari 4 halaman

3. Mencapai Indonesia Merdeka

Dalam menanggapi tulisan Profesor Veth yang menyatakan bahwa Indonesia tidak pernah merdeka, dari zaman purbakala hingga sekarang. Indonesia akan tetap menjadi negara jajahan, yang semula jajahan Hindia dijajah Belanda. Bung Karno pun menulis respon atas pernyataan tersebut lewat buku ini.

Buku yang singkat namun padat ini akan membawa kita ke tahun 1920-1933. Mencapai Indonesia Merdeka ditulis ketika Bung Karno beristirahat di suatu tempat di Selatan Bandung, Pengalengan pada Maret 1933.

Di buku ini juga, Bung Karno memaparkan bagaimana ideologi Marhaen menjadi acuan ideologinya. Ia yakin, ideologi tersebut merupakan alat yang ampuh untuk melawan kolonialisme. Dalam tulisannya, Bung Karno bahkan menyebut Indonesia harus membangun jembatan emas.

“Indonesia harus dan pasti merdeka, jembatan emas kemerdekaan harus segera dibangun oleh Indonesia, dirumuskan dalam 10 poin yaitu keadaan kongkrit Indonesia saat itu yang berada dalam penjajahan belanda namun mempunyai potensi ekonomi yang besar alangkah indahnya jika bisa merdeka dan mengelola potensi ekonomi secara mandiri,' tulisnya.

Itu dia 3 buku Bung Karno yang wajib kalian baca untuk meningkatkan nasionalisme dan patriotisme terhadap Indonesia tercinta. Sebagian dari buku tersebut, masih relevan hingga kini, sisanya adalah menjadi bahan refleksi untuk saat ini. Dan kalau kalian tertarik membaca 3 buku Bung Karno tersebut, bisa didapatkan di marketplace atau di toko buku bekas yang menjual buku-buku sejarah ya! Hindari beli buku bajakan!

 

(*)