Sukses

Mengenang Sisi Lain Mendiang Menpan RB Tjahjo Kumolo, Sang Kolektor Keris

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia. Karena sakit yang dideritanya, pria berusia 64 tahun tersebut menghembuskan napas terakhir hari ini, Jumat (1/7/2022).

Kabar duka meninggalnya salah satu anggota PDIP ini dibenarkan petinggi PDIP Junimart Girsang. Tjahjo wafat sekitar pukul 11.10 WIB di RS Abdi Waluyo, Jakarta, lapor kanal Bisnis Liputan6.com.

Puluhan tahun lamanya publik telah menyaksikan sepak terjang mendiang Tjahjo di dunia politik. Namun, rekam kenangan akan figur kelahiran Surakarta, 1 Desember 1957 ini tentu tidak terdefinisi semata dalam satu bidang. Pasalnya, ia juga dikenal sebagai seorang kolektor keris.

Ini diungkap dalam sebuah tayangan Liputan6, 2014 lalu. Di awal tayangan, Tjahjo memperlihatkan patung berunsur hewan, dari gajah sampai harimau, di kediamannya. "Beberapa (patung) hewan ini, ada teman yang perlu uang, lalu dijual ke saya. Saya harus membantu teman, jadi saya beli," ia mengatakan saat itu. "Tapi, saya memang suka sama harimau. Punya hampir delapan."

Saat ditanya mau menambah koleksinya atau tidak, Tjahjo mengaku "tempatnya enggak cukup." "Hobi yang kalau saya sering mencari sendiri itu keris, termasuk harta karun. Ada batu yang cocok dari Gunung Lawu. Saya angkut sendiri dengan kereta api," katanya menambahkan bahwa hal itu dilakukannya pada 1985.

"Orang datang mau beli keris saya, saya iklas, mau bayar berapa, silakan beli. Ada yang ditukar (mobil) kijang," mantan Mendagri itu mengatakan. Di kesempatan itu, ia juga memperlihatkan kamar pribadinya. "Keluarga tidak ada yang berani masuk tanpa izin saya," tuturnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kamar Pribadi

Kamar pribadi Tjahjo Kumolo itu berisi koleksi kerisnya. "Ada tempat salat juga. Salat malam, salat subuh, saya biasanya di sini," ia mengatakan. "Saya juga hobi lihat film, dengar musik di sini. Punya studio juga, (berukuran) kecil."

Kembali membahas koleksi kerisnya, Tjahjo mengatakan, ia memiliki kurang lebih 100 buah keris. "Saya dulu punya hobi berburu keris," ia menyambung tentang kegemarannya tersebut.

"Ada keris pegangan raja, keris pegangan patih, keris pegangan para menteri, keris pegangan panglima perang, berbagai macam. Saya agak memilih, jadi cocok atau tidak (untuk dikoleksi)," katanya. "Hanya waktu saya kurang, tapi saya tetap meluangkan waktu satu jam untuk membersihkan keris."

Ia menyebut, tidak ada dari tiga anaknya yang suka dengan keris. "Nah ini studio saya saja yang terbengkalai," tuturnya. Di klip tersebut, ruangan di kediaman Tjahjo juga dipenuhi beberapa lukisan. Ada yang berupa potrait, selain terdapat pula lukisan binatang.

 

3 dari 4 halaman

Catatan Karier

Tjahjo Kumolo merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro tahun 1985. Sejak muda, ia aktif dalam berbagai organisasi dan pernah jadi Ketua Biro Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Dati I Jawa Tengah.

Ia juga sempat menjabat jadi Ketua DPD KNPI Dati I Jawa Tengah periode 1985--1988 dan Sekretaris Jenderal KNPI Dati I Jawa Tengah pada 1987--1990.

Karier politiknya dimulai saat ia jadi Anggota Komisi II, III dan Anggota BKSAP DPR RI (1987, 1992) dan Ketua Umum DPP KNPI pada 1990--1993. Tjahjo pun sempat menjabat sebagai Wakil Sekretaris Fraksi PDIP DPR RI (1999--2002) dan Sekretaris Fraksi PDIP DPR RI setahun kemudian.

Pada 2004, ia terpilih sebagai Anggota Komisi XI dan Anggota BKSAP DPR RI (2004--2008). Menambah deretan pencapaiannya, Thahjo pun jadi Ketua Fraksi PDIP DPR RI (2004--2009).

Kanal News Liputan6.com melaporkan, sebelum dipilih jadi Menteri Dalam Negeri, kemudian Menpan RB, di Kabinet Kerja Jokowi, Tjahjo aktif di partainya. Ia juga dipilih Megawati sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai periode 2010--2015.

4 dari 4 halaman

Kinerja Sebagai Menteri

Sebagai menteri, Tjahjo Kumolo kerap dinilai sebagai salah satu yang berkualitas kerja baik. Narasi ini salah satunya merujuk pada hasil riset Lembaga Klimatologi Politik (LKP) yang mencatat tujuh nama menteri berkinerja terbaik selama setahun pemerintahan Jokowi.

Tjahjo disebutkan mampu menerapkan aturan-aturan yang baik di lingkungan kementerian. Khusus menjelang pilkada, langkah-langkah yang telah dilakukan Tjahjo juga dianggap bagus, mengingat Kementerian Dalam Negeri bersama Kementerian PAN-RB sedang mengampanyekan gerakan netralitas pegawai negeri sipil (PNS) menghadapi pilkada serentak.

Saat ulang tahunnya yang ke-58, Tjahjo menerbitkan buku Politik Hukum Pilkada Serentak. Karya ini secara khusus membicarakan Pilkada serentak pada 2015 lalu.

Sebelum meninggal dunia, Tjahjo sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kondisi kesehatannya dilaporkan terus menurun. "Beliau tidak koma, tapi harus menjalani perawatan secara intensif sampai kondisi keseluruhan stabil dan membaik," ucap Sekretaris Menpan RB Rini Widyantini dalam keterangannya, 24 Juni 2022.

Menurut informasi yang beredar, jenazah Tjahjo tengah disemayamkan di Rumah Dinas Menteri PANRB yang betempat di Komplek Widya Chandra, Jakarta Selatan. Setelahnya, almarhum akan dibawa untuk disalatkan di Masjid Quba Kantor Kementerian PANRB, Jakarta Selatan.

Setelahnya, ia akan bakal dibawa ke rumah terakhirnya di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.