Sukses

9 Cara Meredakan Gejala Kecemasan, dari Meditasi hingga Nutrisi

Liputan6.com, Jakarta - Kesehatan mental tak jarang menghadapi banyak tantangan, termasuk masalah kecemasan yang dihadapi banyak orang. Kecemasan diperparah dengan dilandanya dunia dengan pandemi Covid-19 yang penuh dengan ketidakpastian.

Dikutip dari Pinkvilla, Jumat, 17 Juni 2022, kecemasan adalah emosi yang sering diliputi dengan perasaan tegang, pikiran khawatir, dan perubahan fisik seperti peningkatan tekanan darah. Orang dengan kecemasan biasanya memiliki pikiran atau kekhawatiran berulang yang tidak terkendali.

Dalam keadaan ini, orang dengan kecemasan selalu disibukkan dengan pemikiran "bagaimana-jika". Seorang psikolog dan pelatih kesehatan holistik bersertifikat, Samar Hafeez menjelaskan beberapa cara untuk meredakan gejala kecemasan. Simak rangkuman selengkapnya berikut ini.

1. Cobalah meditasi pemindaian tubuh selama 4 menit

Duduklah dengan nyaman dan ambil dua napas dalam-dalam melalui hidung, dan keluarkan melalui mulut. Saat Anda mengeluarkan napas, perlahan tutup mata Anda. Amati diri Anda secara mental dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan memperhatikan adanya rasa sakit, nyeri, kaku, atau otot berkedut.

Teknik ini membantu mengenali kapan dan di mana Anda merasakan efek fisik dari kecemasan dan membantu Anda mengatasinya. Sebuah studi menarik menemukan bahwa berlatih meditasi pemindaian tubuh secara teratur menurunkan keberadaan hormon stres (kortisol) dalam tubuh.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

2. Makan dengan penuh kesadaran

Bukan hal yang aneh untuk terlalu banyak berpikir selama waktu luang kita. Multi-tasking membuat kita kurang perhatian dan lebih cemas. Mindfulness adalah teknik yang membantu kita menikmati saat ini tanpa terlalu asertif pada diri sendiri dan orang lain.

Makan dengan penuh kesadaran adalah salah satu cara terbaik untuk memulai. Ini berarti sepenuhnya memperhatikan apa yang Anda makan, mulai dari tekstur, rasa, warna, aroma, dan lainnya. Ini memfasilitasi kesadaran diri, mengurangi kecemasan dan juga memperbarui pengalaman kita dengan kenikmatan makan.

Demikian pula, berjalan dengan penuh kesadaran adalah praktik untuk menyadari lingkungan Anda dan bagaimana tubuh dan pikiran Anda merasakan (sensasi) saat berjalan. Sangat menarik untuk mengetahui bahwa meditasi tidak selalu tentang diam atau duduk dalam posisi tertentu.

3. Pergeseran dari perspektif pasif ke aktif

Bicaralah pada diri sendiri dengan cara yang positif dan meyakinkan. Ketahuilah bahwa bencana 'bagaimana-jika' tidak memvalidasi atau menjamin bencana. Hal-hal mengerikan yang dibayangkan akan memperparah gejala kecemasan.

 

3 dari 4 halaman

4. Menggunakan imajinasi untuk bersantai

Menggunakan imajinasi Anda adalah cara yang baik untuk membantu Anda rileks. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan latihan visualisasi, yakni Anda membayangkan gambar yang menyenangkan dan menenangkan yang langsung memberikan kelegaan, bisa berupa gambar pantai, bukit, taman, atau apa pun yang dapat menenangkan seseorang.

Potret terpandu berfungsi untuk mengalihkan perhatian orang dari apa yang membuat mereka stres dan menuju fokus alternatif. Latihan ini sangat portabel, karena tidak bergantung pada apa pun kecuali imajinasi seseorang.

5. Alam untuk penyembuhan

Menghabiskan waktu di alam dapat membantu meredakan gejala kecemasan. Alam memiliki efek menenangkan yang unik pada semua orang tanpa memandang usia.

Berada di alam atau bahkan menyaksikan pemandangan alam membawa kembali sensasi yang menyenangkan. Jadi, tingkatkan kesegaran Anda di alam, Anda juga bisa menghadirkan alam di dalam ruangan.

6. Tidur nyenyak

Kurang tidur diketahui berdampak negatif pada suasana hati dan kesehatan emosional. Jadi, cobalah tidur tujuh jam tanpa gangguan setiap hari.

4 dari 4 halaman

7. Mainkan musik lembut

Kapan pun Anda merasa sedang bersemangat, coba mainkan musik lembut atau suara alam.

8. Kurangi atau hentikan penggunaan nikotin

Nikotin dalam tembakau rokok, dan kafein dalam kopi, teh, dan minuman ringan dapat memperburuk gejala kecemasan.

9. Perhatikan pencernaan

Anda pasti pernah memperhatikan reaksi perut Anda saat sedang kesal, marah atau cemas. Usus dan otak Anda sangat terkait erat. Ketika salah satu terkena dampak negatif, yang lain juga terpengaruh.

Penelitian menunjukkan bahwa makanan yang kaya probiotik (bakteri usus baik yang menjaga kekebalan tetap kuat) dapat membantu mengurangi gejala kecemasan. Makanan seperti yogurt Greek, dadih, makanan fermentasi, dan buttermilk adalah sumber yang bagus.

Anda juga membutuhkan prebiotik, yang merupakan bentuk serat makanan, yang bertindak sebagai pupuk bagi bakteri baik. Prebiotik dapat ditemukan dalam buncis, lentil, kacang polong, buncis, pisang, apel, apel custard, delima, semangka, buah-buahan kering (seperti kurma, buah ara), oat, barley, bawang merah, hingga bawang putih.