Sukses

Gerai Burger di Bandara Jewel Changi Singapura Ditutup Sementara Setelah Bikin 17 Orang Muntah dan Diare

Liputan6.com, Jakarta - Gerai burger dan lobster di Bandara Jewel Changi Singapura telah ditutup sementara terhitung Senin, 16 Mei 2022, hingga pemberitahuan lebih lanjut. Ini terjadi setelah 17 orang jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan di gerai tersebut antara 7 dan 15 Mei 2022, menurut AsiaOne, seperti dikutip Selasa (17/5/2022).

Dalam pernyataan bersama Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) dan Badan Pangan Singapura (SFA), disebutkan bahwa mereka sedang menyelidiki enam insiden gastroenteritis, yang menyebabkan penderitanya muntah dan diare, yang terjadi dalam jangka waktu tersebut.

Empat orang dirawat di rumah sakit, dengan satu sudah dipulangkan. Tiga kasus rawat inap yang tersisa saat ini stabil, MOH dan SFA menambahkan. Burger & Lobster yang berasal dari Inggris ini memiliki dua gerai di Singapura, dengan restoran lainnya berada di Raffles Hotel.

Di sisi lain, pengerjaan Terminal 5 (T5) Bandara Changi Singapura akan dimulai kembali setelah jeda dua tahun. Menteri Perhubungan Singapura S Iswaran mengatakan, konstruksi akan dimulai sekitar dua hingga tiga tahun dan T5 akan siap beroperasi sekitar pertengahan 2030, The Straits Times melaporkan.

Konstruksi dihentikan pada Mei 2020 ketika pandemi COVID-19 memasuki bulan kelima, dan ketika perjalanan udara turun dan proyeksi pertumbuhan diragukan. Namun, industri penerbangan pulih lebih cepat dari yang diharapkan dari pandemi.

Penyelesaian T5 akan membantu membangun kapasitas di masa depan pada waktunya untuk mengantisipasi peningkatan lalu lintas penumpang, kata Iswaran pada KTT Penerbangan Changi yang diadakan di Sands Expo & Convention Center.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Setara 667 Lapangan Sepak Bola

Lebih lanjut Iswaran menyebut, "Mengingat pemulihan permintaan perjalanan udara saat ini dan yang diproyeksikan, kami memiliki dorongan baru untuk mengamankan kapasitas infrastruktur kami untuk pertumbuhan." Ia menambahkan bahwa desain T5 telah diperbarui jadi lebih modular dan fleksibel, namun akan disempurnakan.

Jumlah penumpang di Bandara Changi melampaui 40 persen dari tingkat pra-pandemi pada April 2022. Target pemerintah Singapura adalah 50 persen pada akhir tahun, lapor Mothership.

Perjalanan udara internasional kemungkinan akan pulih ke tingkat pra-COVID-19 pada 2023, satu tahun lebih awal dari yang diperkirakan, kata direktur jenderal Otoritas Transportasi Udara Internasional (Iata) Willie Walsh.

T5 akan mencakup area daratan yang setara dengan sekitar 667 lapangan sepak bola dan menangani hingga 50 juta penumpang per tahun pada tahap awal. Total kapasitas penanganan penumpang Bandara Changi akan ditingkatkan jadi sekitar 140 juta penumpang per tahun, dengan mempertimbangkan pekerjaan peningkatan Terminal 2.

Operasi T2 terus ditangguhkan, dan akan dibuka kembali secara bertahap tahun ini.

3 dari 4 halaman

Naik Taksi dari Bandara Changi Singapura

Baru-baru ini, seiring peningkatan permintaan, biaya tambahan untuk naik taksi dari Bandara Changi juga dinaikkan tiga dolar Singapura (sekitar Rp31ribu) mulai 19 Mei 2022 hingga 30 Juni 2022. Langkah tersebut diumumkan Changi Airport Group (CAG) lewat sebuah unggahan di Facebook, 12 Mei 2022.

Pengelola bandara mengambil kebijakan tersebut di tengah keengganan para sopir taksi pergi ke bandara menjemput penumpang. Padahal, tingkat kedatangan penumpang dari luar negeri meningkat signifikan belakangan ini.

Sebelumnya, biaya naik taksi dari bandara itu dikenai tambahan lima dolar Singapura (Rp52 ribu) untuk pemesanan pada Jumat, Sabtu, atau Minggu, dari pukul lima sore hingga jelang tengah malam. Tambahan biaya tiga dolar Singapura diberlakukan untuk waktu lainnya.

Tingginya jumlah penumpang, ditambah pasokan taksi yang semakin sedikit, menyebabkan antrean panjang calon penumpang taksi di bandara. Di sisi lain, sopir taksi mengaku mendapat lebih banyak uang dengan beroperasi di kawasan pusat bisnis dan di malam hari.

4 dari 4 halaman

Waktu Tunggu yang Lama

Ditambah tingginya biaya bahan bakar, para sopir taksi menyebut tidak ada alasan untuk pergi ke bandara, tempat mereka berisiko tinggi menunggu penumpang dalam waktu panjang dan kondisi mesin menyala. CAG sebenarnya sudah pernah meluncurkan program insentif pada April lalu untuk mengembalikan taksi ke bandara.

Mereka saat itu menawari sopir hadiah 10 dolar Singapura per hari bila menjalankan minimal tiga perjalanan dari dan ke bandara pada tiga waktu jendela, yakni pukul 6 pagi hingga 10 pagi, siang hari hingga pukul 1 siang, dan pukul 4 sore hingga 7 malam. Mereka juga memberikan kopi gratis untuk para sopir di pagi hari. Tapi, tawaran itu tak cukup menarik perhatian. 

Dengan jumlah lalu lintas penumpang di Bandara Changi meningkat lebih dari dua kali di April 2022 dibandingkan bulan sebelumnya, penumpang harus menunggu lama untuk mendapatkan taksi. Seorang pekerja bandara yang bernama Koh menyebut, antrean taksi meningkat 40 persen dari sebelum pandemi, tapi jumlah taksi yang tersisa di bandara hanya seperlima dari sebelum pandemi.

Antrean terburuk terjadi pada pagi hari yang merupakan mayoritas jadwal penerbangan internasional. Penumpang bisa menunggu sampai 45 menit untuk mendapatkan taksi.

"Ketika hal itu terjadi, kami tidak tahu apa yang harus dilakukan," katanya. "Kami berharap lebih banyak sopir taksi datang membantu kami menyelesaikan tugas kami."