Sukses

Potret Marilyn Monroe Karya Andy Warhol Dilelang Senilai Rp2,8 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah potret ikonis Marilyn Monroe karya visioner seni pop Amerika Serikat (AS) Andy Warhol dilelang seharga 195 juta dolar AS atau Rp2,8 triliun, Senin, 9 Mei 2022. Karya tersebut jadi karya seni abad ke-20 termahal yang pernah dilelang publik di Christie.

Shot Sage Blue Marilyn diproduksi pada 1964, dua tahun setelah kematian bintang Hollywood tersebut. Proses lelang terjadi hanya dalam waktu empat menit di sebuah ruangan penuh sesak di markas besar Christie di Manhattan, dikutip dari laman Global Times, Rabu (11/5/2022).

Lusinan rekanan Christie berada di ruangan itu sambil memegangi ponsel mereka saat menerima pesanan dari pembeli potensial. Rumah lelang milik Raja Prancis Francois Pinault ini mengatakan bahwa tawaran pemenang untuk potret Monroe dilakukan dari dalam ruangan.

Sebelum dijual, potret itu diperkirakan bernilai sekitar 200 juta dolar AS atau Rp2,9 triliun, menurut Christie.

Meski jatuh sedikit dari ambang batas, harga itu tetap mengalahkan rekor sebelumnya untuk karya abad ke-20, Women of Algiers karya Pablo Picasso, yang menghasilkan 179,4 juta dolar AS atau Rp2,6 triliun pada 2015.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Rekor Sepanjang Masa

Rekor sepanjang masa untuk setiap karya seni dari periode apapun yang dijual di lelang dipegang oleh Salvator Mundi karya Leonardo da Vinci, yang terjual pada November 2017 seharga 450,3 juta dolar AS atau Rp6,5 triliun.

Karya layar sutra Warhol adalah bagian dari kelompok potret Monroe yang kemudian dikenal sebagai seri "Ditembak" setelah seorang pengunjung studionya di Manhattan, yang dikenal sebagai "The Factory," rupanya menembakkan pistol ke arah mereka.

Dalam sebuah pernyataan, Christie menggambarkan potret 40 inci x 40 inci (100 cm x 100 cm) itu sebagai "salah satu gambar paling langka dan paling transenden yang pernah ada."

Alex Rotter, kepala seni abad ke-20 dan ke-21 di Christie, menyebut lukisan itu "lukisan abad ke-20 paling signifikan yang akan dilelang dalam satu generasi." "Marilyn dari Andy Warhol adalah puncak mutlak dari American Pop dan janji dari American Dream yang merangkum optimisme, kerapuhan, selebritas, dan ikonografi sekaligus," katanya.

3 dari 4 halaman

5 Potret Monroe

Warhol mulai membuat sablon Monroe setelah kematian aktris tersebut karena overdosis obat pada usia 36 tahun pada Agustus 1962. Seniman pop itu menghasilkan lima potret Monroe, semuanya berukuran sama dengan latar belakang warna berbeda pada 1964.

Menurut cerita rakyat pop-art, empat di antaranya menjadi terkenal setelah seorang seniman pertunjukan bernama Dorothy Podber bertanya pada Warhol apakah ia bisa memotret setumpuk potret.

Warhol menjawab ya, mengira dia bermaksud memotret karya-karya itu. Sebagai gantinya, Podber mengeluarkan pistol dan menembakkan peluru ke dahi gambar Monroe.

Cerita berlanjut dengan peluru menembus empat dari lima kanvas, dengan Warhol melarang Podber masuk ke The Factory dan kemudian memperbaiki lukisan seri "Ditembak."

Potret Shot Sage Blue Marilyn menggambarkan dirinya dengan wajah merah muda, bibir merah, rambut kuning, dan eye shadow biru dengan latar belakang biru. Itu didasarkan pada foto promosi Monroe untuk film tahun 1953, Niagara, yang disutradarai Henry Hathaway.

4 dari 4 halaman

Amal

Pada pembukaan di markas Christie, Rotter mengatakan potret itu berdiri di samping Kelahiran Venus karya Sandro Botticelli, Mona Lisa karya Da Vinci, dan Les Demoiselles d'Avignon karya Picasso sebagai "salah satu lukisan terbesar sepanjang masa."

Hanya 14 lukisan yang terjual lebih dari 100 juta dolar AS  atau Rp1,4 triliun di lelang, menurut penghitungan AFP, meski yang lain diperkirakan telah berpindah tangan selama penjualan pribadi.

Rekor lelang untuk Warhol adalah 104,5 juta dolar AS atau Rp1,5 triliun yang dibayarkan untuk Kecelakaan Mobil Perak (Bencana Ganda) pada 2013. Pada 1998, Sotheby's menjual tembakan jeruk Marilyn seharga 17 juta dolar AS atau Rp247 miliar.

Penjualan blockbuster terbaru jadi berita utama minggu penjualan musim semi, atas nama Thomas dan Doris Ammann Foundation yang berbasis di Zurich. Semua hasil penjualan akan disumbangkan ke yayasan yang bekerja untuk meningkatkan kehidupan anak-anak di seluruh dunia.