Sukses

Ralph Lauren Dituduh Plagiat Rancangan Desainer Malaysia untuk Jubah Alicia Keys di Met Gala 2022

Liputan6.com, Jakarta - Ralph Lauren dituduh menjiplak rancangan desainer Malaysia, Zang Toi. Tuduhan ini mengarah pada jubah yang dipakai penyanyi Alicia Keys di Met Gala 2022. Potongan mode itu penuh manik-manik dengan 200 ribu kristal yang membentuk cakrawala Kota New York.

Detail itu, lapor Says, Selasa (10/5/2022), membuat jubah sutra gazar yang panjangnya sampai menyentuh lantai itu dinilai mirip dengan busana yang debut lebih dari satu dekade lalu dalam koleksi Spring 2009 rancangan Zang. Kemudian, jenis potongan jubah Alicia Keys itu membuatnya disebut begitu identik.

Penggunaan kristal juga membuat kedua busana itu mirip, sehingga para pengikut mode mengira Keys memakai busana rancangan Zang di pesta mode bertema Gilded Glamour tersebut. "Saya pikir itu memang busana rancangan Anda," kata seorang warganet di unggahan Facebook Zang tentang tuduhan plagiarisme tersebut.

"Mereka meniru Zang karena mereka tahu Zang adalah perancang busana paling kreatif yang tidak tertandingi," lapor New York Post mengutip salah satu pengikut Zang lainnya. "Saya pikir itu busana (rancangan) Anda, lalu mereka bilang Ralph, dan saya seperti 'WTF,'" tambah orang lain.

New York Post melaporkan bahwa desainer Malaysia ini mendesain jubah untuk Mercedes-Benz Fashion Week pada 2008 dan 2015. Pada 2010, model Malaysia Ling Tan mengenakan jubah Zang untuk menghadiri CFDA Fashion Awards di New York. Kemudian pada Februari 2020, Zang membawa kembali jubah tersebut untuk New York Fashion Week.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Inspirasi Jubah

Zang mengatakan, "Jubah saya terinspirasi kecintaan saya untuk rumah angkat saya, New York City." Ia menyebut telah menerima banyak pesan yang mengklaim bahwa "desainnya dicuri di Met Gala."

"Saya datang ke sini 41 tahun lalu dengan (membawa uang senilai) 300 dolar AS untuk belajar di Parsons School of Design dan saya ingin menunjukkan cinta dan penghargaan saya untuk kota yang memeluk saya, memungkinkan saya mewujudkan American Dream," ia menambahkan.

"Saya memutuskan membawa (jubah) manik-manik ikonis cakrawala New York dari arsip, keindahan abadi yang tidak pernah ketinggalan zaman, untuk memberi penghormatan pada kota favorit saya di pertunjukan landasan pacu 'New York, New York' 2020 saya," katanya.

Zang tercatat memiliki karier termasyhur di Big Apple. Ia biasanya mendandani para artis papan atas, seperti Sharon Stone, Patti LaBelle, dan Kimberly Guilfoyle. Zang juga sempat masuk Forbes ketika membuka butiknya di Manhattan pada 2017, dengan gaun malam dijual seharga 13 ribu dolar AS.

3 dari 4 halaman

Busana Alicia Keys di Met Gala 2022

Insider melaporkan, menurut pernyataan yang dibagikan di akun Instagram Ralph Lauren, ansambel busana Alicia Keys dipilih sebagai perayaan tema berpakaian tahun ini, Gilded Glamour, yang mengacu pada Gilded Age of New York antara tahun 1870 hingga 1890. Selama era ini, kelas atas memiliki pendekatan "lebih-lebih-lebih" terhadap mode.

"Dalam perayaan tema (Met Gala) tahun ini, America's Gilded Age dan pengaruhnya di Kota New York, jubah satin yang terinspirasi dari New York ini disulam dengan tangan, menampilkan lebih dari 200 ribu kristal, ditata dengan gaun kolom Alicia yang membutuhkan sekitar 30 ribu kristal dan payet lacquer hitam," bunyi pernyataan itu.

"Saya dari New York, Ralph Lauren dari New York, itulah yang kami kenakan. Kami benar-benar hanya ingin mewakili keadaan pikiran kekaisaran dan city of God di sini malam ini, jadi kami merasa sangat baik," Keys mengatakan selama wawancara dengan Vanity Fair di karpet merah, yang diunggah dalam klip pendek ke Instagram Story-nya, pekan lalu.

4 dari 4 halaman

Siapa Zang Toi?

Melansir situs webnya, Zang Toi adalah desainer yang terkenal karena membangun tradisi keanggunan selama lebih dari 20 tahun. Berasal dari keluarga sederhana, Zang lahir dan besar di sebuah desa kecil, Kuala Krai, di Kelantan, Malaysia.

Ia adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara dari seorang pedagang lokal. Zang mendarat di New York City pada usia 20 tahun di mana ia belajar di Parsons School of Design. Pada Agustus 1989, ia membuka studionya dan segera setelah itu, pemimpin redaksi Vogue AS Anna Wintour menampilkan Zang dalam edisi Maret 1990.

Pencapaian ini membuat Zang jadi salah satu desainer Asia pertama yang "diperjuangkan editor terkenal." Pada 1990, Zang dianugerahi Mouton Cadet Young Designer of the Year yang mengakui desainer muda terbaik AS. Dalam sebuah artikel Newsday yang diterbitkan pada tahun 1991, Frank De Caro dengan antusias mencatat desainer kelahiran Malaysia dan kesuksesannya.

Sejak saat itu, karya Zang telah ditampilkan dalam publikasi besar seperti Vogue, Vanity Fair, Time, Newsweek, The New York Times, dan Financial Times. Ia tidak hanya mendandani selebritas Hollywood, tapi juga telah menciptakan lemari pakaian mewah untuk para dermawan dan bangsawan, termasuk Melinda Gates dan Putri Saudi Haifa Bandar Al Saud.

Seiring hasratnya terhadap mode glamor, Zang telahjadi pendukung setia Lance Armstrong Foundation (LIVESTRONG) dan tercatat mengumpulkan lebih dari 700 ribu dolar AS untuk membantu upaya menemukan obat kanker. Penghargaannya diakui yayasan pada 2008/2009 ketika menerima Penghargaan Penggalangan Dana Utama Lance Armstrong Foundation.