Sukses

Airbnb Cetak Rekor Pemesanan Akomodasi Tertinggi Sepanjang Kuartal I 2022

Liputan6.com, Jakarta - Tingkat pemesanan akomodasi di Airbnb mencetak rekor tertinggi pada kuartal pertama 2022. Platform pemesanan akomodasi itu melaporkan pada Selasa, 3 Mei 2022, rekor itu dinilai sebagai angin segar bagi sektor perjalanan yang terdampak parah pandemi Covid-19.

Meski jumlah kasus infeksi tetap tinggi di beberapa negara dan Omicron masih membayang-bayangi, Airbnb mencatat 102 juta pemesanan akomodasi dan aktivitas travel dalam tiga bulan pertama tahun ini, mencetak rekor trirwulanan baru menurut pernyataan perusahaan dalam rilis.

"Para tamu memesan lebih banyak dari sebelumnya," kata Airbnb kepada para pemegang saham dalam surat. "Ke depan, kami melihat permintaan terpendam yang kuat dan berkelanjutan."

Dilansir Channel News Asia, Kamis (5/5/2022), harga saham perusahaan pemesanan akomodasi itu juga meningkat lebih dari tiga persen menjadi 150,5 dolar AS per lembar setelah perdagangan menyusul perilisan angka capaian perusahaan itu. Pendapatan Airbnb pada kuartal pertama mencapai 1,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp23 triliun.

Angka itu naik 70 persen dari capaian periode yang sama pada tahun lalu. Perusahaan juga mengklaim angka kerugian triwulan menurun menjadi 19 juta dolar AS dari 1,2 miliar dolar AS pada kuartal pertama 2021.

Pendapatan perusahaan yang berbasis di San Fransisco itu mencerminkan pemulihan yang sedang berlangsung di industri perjalanan. Angka itu sekaligus meningkatkan pangsa pasar Airbnb, menurut analis Baird, Colin Sebastian, dalam catatan investasi.

"Airbnb melampaui ekspektasi di hampir semua lini, dengan tren pemesanan yang kuat untuk musim panas dan seimbang sepanjang tahun," kata Sebastian kepada investor.

Ia menyambung, "Di masa depan, pemulihan perjalanan di wilayah perkotaan, lintas batas, dan (kawasan Asia Pasifik) semestinya mendorong tambahan pertumbuhan pemesanan."

 

**Pantau arus mudik dan balik Lebaran 2022 melalui CCTV Kemenhub dari berbagai titik secara realtime di tautan ini

2 dari 4 halaman

Tren ke Depan

Perusahaan memprediksi tren orang-orang memesan akomodasi jauh dari daerah perkotaan dan menginap di lokasi yang relatif dekat dengan rumah akan terus berlanjut. Namun, tidak menutup kemungkinan pelancong yang kembali melakukan perjalanan antarkota atau bahkan antarnegara.

Pendapatan tertinggi diperoleh dalam seminggu sebelum 11 Mei 2022. Pada saat bersamaan, Kepala Eksekutif Airbnb Brian Chesky akan mengumumkan apa yang disebut sebagai perubahan terbesar di dalam Airbnb selama satu dekade terakhir.

"Kami akan memperkenalkan Airbnb baru kepada dunia perjalanan baru," kata perusahaan dalam surat pernyataan mereka. Pihaknya menyatakan bahwa akan ada "cara yang sepenuhnya baru dalam pencarian sehingga para tamu akan bisa menemukan jutaan rumah unik yang tidak pernah mereka bayangkan."

Airbnb banyak mengubah layanan mereka pada tahun lalu untuk memanfaatkan rebound perjalanan pascapandemi. Pihaknya mencatat pertumbuhan terkuat untuk pemesanan akomodasi di daerah non-perkotaan dalam tiga bulan pertama 2022.

Platform pemesanan itu menarik perhatian di seluruh dunia, tetapi juga menghadapi berbagai tantangan peraturan di beberapa yurisdiksi. Pada bulan Maret 2022, pengadilan tinggi Uni Eropa memutuskan bahwa platform penyewaan properti harus berbagi data pemesanan dengan otoritas pajak regional di Brussel.

 

3 dari 4 halaman

Ubah Aturan Refund

Airbnb sebelumnya mengumumkan bahwa kebijakan refund atau pengembalian dana akibat Covid-19 telah berakhir. Kebijakan ini efektif mulai berlaku mulai 31 Mei 2022.

Setelah tanggal tersebut, para tamu harus membayar biaya penundaan maupun pembatalan, meski itu terjadi karena infeksi Covid-19. Sebelumnya, selama masa pandemi ini para tamu yang membatalkan pesanan tidak dikenakan denda atau biaya pembatalan sama sekali.

Melansir CNN, kebijakan mengenai pembatalan akan diserahkan pada masing-masing pemilik properti mulai akhir bulan ini. Beberapa pemilik penginapan menerapkan kebijakan pengembalian dana bila pembatalan dilakukan setidaknya 24 jam sebelum waktu menginap.

Ada pula yang memberlakukan kebijakan pembatalan lima hari sebelum menginap agar dana mereka bisa dikembalikan. Pihak Airbnb berjanji akan menawarkan asuransi perjalanan dalam waktu dekat ini, yang akan mengatur opsi pengembalian dana bagi para pelanggan.

Perusahaan memproyeksi pendapatan kuartal kedua akan di atas perkiraan pasar pada Selasa, 3 Mei 2022. Mereka bertaruh pada permintaan yang terpendam untuk mendorong musim perjalanan musim panas yang kuat setelah pembatasan Covid-19 dilonggarkan secara global.

Munculnya pekerjaan hibrida dalam beberapa bulan terakhir mendorong orang untuk memesan lebih lama dan lebih sering tinggal di tujuan yang jauh dari kota. Hal itu memberikan dorongan kepada penyedia sewa.

"Di Q1, masa inap jangka panjang 28 hari atau lebih tetap menjadi kategori dengan pertumbuhan tercepat kami berdasarkan lama perjalanan dibandingkan dengan 2019," tulis perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

 

 

4 dari 4 halaman

Dukungan Terhadap Ukraina

Kebijakan lainnya, Airbnb menghentikan operasi di Rusia dan Belarusia menyusul invasi yang dilakukan terhadap Ukraina. Keputusan perusahaan diumumkan CEO-nya Brian Chesky dalam sebuah cuitan. "Airbnb menangguhkan semua operasi di Rusia dan Belarusia," tulis Chesky melalui akun Twitter pribadinya @bchesky.

Melansir laman Tekno Liputan6.com, operasi Airbnb yang berhenti sementara termasuk sekitar 90 ribu penginapan jangka pendek aktif pada berbagai platform di Rusia dan lebih dari 1.800 di Belarusia. Sejalan dengan itu, Chesky menawarkan tempat tinggal gratis untuk 100 ribu pengungsi Ukraina yang melarikan diri ke negara-negara Eropa, termasuk Polandia, Jerman, Hungaria, dan Rumania.

Beberapa pengguna Airbnb juga mengambil sikap sendiri. Sejumlah masyarakat membeli persewaan Airbnb di Ukraina untuk membantu mendapatkan uang bagi penduduk yang menghadapi kesulitan ekonomi.

Airbnb juga telah setuju membebaskan biaya tamu dan tuan rumah untuk semua pemesanan di Ukraina. Sampai berita ini naik, Chesky belum mengungkap kapan perusahaan akan kembali membuka layanannya di Rusia dan Belarusia. (Natalia Adinda)