Sukses

Cerita Akhir Pekan: Mengendalikan Nafsu Makan Kue dan Sajian Lebaran

Liputan6.com, Jakarta - Hidangan Lebaran atau saat Hari Raya Idul Ftri, identik dengan ketupat disertai makanan bersantan seperti rendang, sayur godog, opor ayam. Tentu tak ketinggalan kue-kue lebaran atau kering seperti nastar, kastengel dan putri salju. Kue-kue dengan tekstur lembuh dan memiliki rasa yang manis ini memang dapat begitu menggugah selera.

Banyak orang bahkan mengaku bisa menghabiskan cukup banyak kue nastar, kastengel, atau putri salju hanya seorang diri. Padahal, kebiasaan tersebut kurang baik untuk dilakukan terutama dari segi kesehatan.

Menurut seorang ahli gizi, Pratiwi, saat banyak makanan tersedia di hari Lebaran, biasanya kita jadi “kalap”. Supaya konsumsi makanan tetap terjaga atau tidak berlebih, perlu menerapkan mindful eating.

"Kita harus sadar akan apa yang kita masukkan ke dalam mulut. Selain itu, sebisa mungkin terapkan gizi seimbang," kata Pratiwi yang merupakan Coach Nutritionist GorryWell pada Liputan6.com, Jumat, 15 April 2022.

Ia mencontohkan, kalau kita sudah tahu harus menjaga kadar kolesterol darah, tapi tergiur dengan opor ayam (kuah santan), maka siasati dengan meniriskan kuah santan dan sisihkan bagian kulit ayam. Jika ada menu sayuran dan buah, konsumsilah, agar tubuh mendapatkan asupan serat.

Pratiwi mengatakan, semua jenis makanan sebetulnya sama taou dikonsumsi “secukupnya saja” meski definisi cukup tiap orang berbeda-beda untuk tiap jenis makanan dan untuk tiap orang. Itu karena setiap individu itu unik, memiliki status/ kondisi kesehatan yang berbeda-beda.

Wanita yang akrab disapa Tiwi ini memberi saran cara menjaga makanan saat Lebaran sebagai berikut:

- Menu yang dimasak dengan santan; konsumsi kuah santannya perlu dibatasi.

- Ketupat dan lontong, yang merupakan sumber karbohidrat, juga dikonsumsi secukupnya saja, misalnya sekitar 1 ukuran kepal tangan untuk 1x makan besar

- Kue kering khas Lebaran, seperti nastar dan kastengel yang dibuat dari tepung dengan campuran mentega/ margarin, dan gula, karena cukup tinggi akan kalori.

- Minuman manis juga perlu dibatasi, misalnya cukup 1-2 gelas kecil saja. Utamakan minum air putih.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Tips Membatasi Makan

Ada pula tips untuk membatasi konsumsi kue khas lebaran yang biasanya selalu disajikan di tiap rumah, yaitu:

- Jangan duduk dekat dari toples kue. Sebisa mungkin jauhkan kue dari jangkauan kita

- Kalau ingin konsumsi, gunakan piring kecil. Taruh kue di atas piring kecil; jangan makan langsung dari toplesnya, supaya kita lebih sadar akan jumlah yang sudah dikonsumsi

- Minum air putih sebagai jeda antar kue. Misalnya, usai makan 1 buah kue nastar, minum air putih dulu, baru lanjut ke 1 buah nastar berikutnya jika.

- Sebaiknya cukup konsumsi 2-3 buah kue saja per harinya.

Tiwi juga memberikan tips aga tidak terpancing untuk terus-menerus makan saat Lebaran.  Caranya bisa dengan memperbanyak obrolan dengan kerabat apalagi kalau kita selama ini jarang bertemu dengan mereka.

Ini bisa menjadi momen yang tepat sekaligus bisa sedikit melupakan soal makanan. Atau kalau punya keponakan, bisa dengan mengajak keponakan kita bermain. Selain itu bisa dengan mencuci piring atau membereskan rumah atau meja makan.

Selain itu, supaya perut kenyang namun isinya tidak tinggi kalori, caranya bisa dengan mengonsumsi sayur. Terutama yang rendah kalori. Sayur seperti itu termasuk mengenyangkan karena kaya akan serat. Pastikan sayuran dimasak dengan cara yang sehat, seperti direbus dengan air, dan bukan dimasak bersama santan.

"Konsumsi buah juga bagus, karena buah juga sumber serat yang bisa memberikan rasa kenyang lebih lama seperti juga sayuran. Lalu konsumsi protein secara cukup. Itu bisa dari daging ayam, telur, ikan, tempe, tahu, dan lain-lain. Terakhir, perbanyak minum air putih," terangnya.

3 dari 5 halaman

Puasa Syawal

Aktivitas lain yang bisa dilakukan supaya tidak makan terus saat Lebaran dan beberapa hari sesudah Lebaran adalah puasa syawal. "Ada penelitian menunjukkan, total asupan energi pada satu minggu setelah Idul Fitri itu meningkat, dan persentase energi dari lemak juga meningkat. Bisa dibilang, peningkatan asupan energi ini asalnya dari lemak. Jadi direkomendasikan untuk puasa Syawal di minggu pertama Syawal," kata Tiwi.

"Kalau sadar bahwa di lebaran hari pertama sudah terlanjur banyak makan makanan bersantan dan kue, sebaiknya pilih makanan yang lebih sehar di hari berikutnya. Misalnya camilan kue diganti buah segar. Minuman manis diganti air putih dan kuah santan ditiriskan," pungkas Tiwi.

Pendapat hampir senada juga dikemukakan Chef Gede Baihakie. Ia mengatakan, komposisi makanan yang dikonsumsi harus seimbang antara karbohidrat protein vitamin lalu juga buah-buahan. Dengan begitu kita mendapatkan pola makan yang baik dan tidak berlebihan. Tubuh kita juga dapat menyerap dan mencernanya dengan baik

Menurut pria yang juga seeorang dosen dan koordinator laboratorium di Politeknik Sahid Roxy ini, perlu pengontrolan atau lebih selektif terutama terhadap makanan yang bersantan bagi yang punya riwayat kurang baik jika menyantap makanan bersantan. Alasannya, hal itu akan menjadi efek lebih baik didalam tubuh kita.

Namun kalau berlebihan justru akan menimbulkan efek samping. Lain halnya jika kita memang tidak ada masalah dengan konsumsi santan. "Ya karena beberapa makanan umumnya pada saat lebaran itu lebih banyak didominasi dengan bahan santan seperti gulai rendang opor dan kawan-kawan lainnya. Sebenarnya boleh kita konsumsi tapi tidak over," terang Chef Gede Baihakie.

"Pengertian secukupnya itu maksimal setiap item itu tidak lebih dari 100 gram. Jadi bisa balance atau imbang dengan komposisi makanan sayuran ataupun buah-buahan lainnya," tambahnya.

4 dari 5 halaman

Makanan Berserat

Untuk cara membatasinya sepertinya akan berbeda bagi setiap orang, karena perlu diketahui riwayat atau kondisi tubuh mereka sendiri dalam menyerap makanan tersebut. Namun alangkah baiknya selektif atau mencoba makanan dengan skala prioritas.

Contohnya jika kita sudah makan kacang goreng jangan kita sambung dengan makan kastengel atau kue kering lainnya. "Sebaiknya setelah 4 jam baru kita nikmati makanan yang lainnya dengan komposisi tidak lebih dari 50 sampai 100 gram karena harus dimaksimalkan dengan komposisi makanan yang lainnya," terangnya.

Hal itu bisa membuat pengolahan makanan didalam tubuh kita tidak hanya muncul makanan kue kering tersebut, Mengonsumsi makanan bersantan atau kue-kue kering tapi bisa tetap baik untuk pencernaan, asalkan diimbangi dengan makanan-makanan yang berserat seperti buah-buahan ataupun offroad cocktail dan lain-lain.

Hal itu bisa menjadi penyeimbang kebutuhan makanan di dalam tubuh.  Untuk mengalihkan perhatian dari makanan saat Lebaran, ada berbagai hal yang bisa dilakukan. Di antaranya adalah bercengkrama atau berbagi cerita dengan anggota keluarga, kerabat atau siapa saja yang mungkin selama ini jarang berjumpa.

Bisa juga dengan mengadakan games-games kecil sehingga muncul ide-ide kreatif baru dan mengalihkan pola pikir kita untuk terus mengkonsumsi makanan yang tersaji..

5 dari 5 halaman

Air Putih

"Bisa juga bisa dibuat momen makan bersama dimana makanan-makanan tersebut kita letakkan di ruang tertentu atau ruang makan sehingga makanan tidak terlalu muncul dan nampak di penglihatan kita sehingga bisa terkontrol," tutur Chef Gede Baihakie.

Di hari berikutnya ketika pagi hari, jika di lebaran pertama sudah banyak mengonsumsi makanan yang mengandung santan dan lain-lain kita sebaiknya melakukan sedikit exercise atau olahraga pagi.

Lalu diimbangi dengan makanan berserat pada pagi hari berupa buah-buahan dan juga sayur-sayuran. Hal itu membuat pencernaan kita tidak kaget dan membuat kita tetap fresh.

Yang terpenting adalah perbanyak konsumsi air putih selama masa lebaran. Tapi sebaiknya kurangi minuman yang berwarna sehingga air putih itu bisa menggantikan cairan di dalam tubuh kita untuk terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan.

"Itu karena kandungan air putih sangat baik dan banyak manfaatnya. Terakhir jangan lupa untuk berharap semoga momen Lebaran tahun ini menjadi lebih baik dan berkah untuk kita semua," tutupnya.