Sukses

Leonardo DiCaprio Jadi Nama Pohon Tropis Langka

Liputan6.com, Jakarta - Menghormati Leonardo DiCaprio, sekelompok ilmuwan hutan hujan di Inggris menamai sebuah pohon baru dari nama aktor 47 tahun tersebut. Keputusan ini termuat dalam jurnal ilmiah PeerJ, lapor People, Jumat (7/1/2022).

Para ilmuwan di Royal Botanic Gardens, Kew, baru-baru ini, menemukan jenis pohon baru yang hanya tumbuh di hutan Kamerun. Mereka pun memutuskan menamainya dengan nama DiCaprio sebagai pengakuan atas advokasi lingkungan bintang film The Great Gatsby tersebut.

"Pohon yang terancam dan spektakuler ini dinamai (dari nama) aktor Amerika dan konservasionis Leonardo DiCaprio yang selama beberapa bulan pada 2020 melobi secara ekstensif di media sosial untuk menarik perhatian terhadap ancaman bagi banyak spesies Ebo langka dari konsesi penebangan yang telah diumumkan di Ebo awal tahun itu," tulis para ilmuwan dalam jurnal tersebut.

"Konsesi itu dibatalkan pada Agustus 2020, pasti sebagian karena usahanya," imbuh mereka. Ilmuwan Kew, Dr Martin Cheek, mengatakan pada BBC bahwa pihaknya berpendapat DiCaprio sangat penting dalam membantu menghentikan penebangan Hutan Ebo.

Secara resmi disebut Uvariopsis dicaprio, pohon langka yang terancam punah ini memiliki bunga kuning-hijau mengilap dan akan dianggap sebagai anggota keluarga kenanga, kata para ilmuwan. Pohon tropis ini juga menandai tanaman baru pertama yang diberi nama para ilmuwan Kew tahun ini.

Tahun lalu, para ilmuwan Kew secara resmi menamai lebih dari 200 tanaman dan jamur. Beberapa dari spesies tersebut sudah punah atau terancam punah karena deforestasi maupun kondisi cuaca akibat perubahan iklim, menurut BBC.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Donasi DiCaprio

Tidak semata menawarkan advokasi lingkungan, Leonardo DiCaprio juga tidak segan berkontribusi langsung. Juni tahun lalu, ia berdonasi sebesar 43 juta dolar Amerika Serikat (AS) (Rp623 miliar) untuk mendukung pembangunan Galapagos.

Namun, SCMP melaporkan, keputusan itu justru menimbulkan pertanyaan, apakah dana tersebut sebaiknya dihabiskan di tempat lain? Dalam kasus ini, "wilayah konservasi kurang maju." Dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata ke Kepulauan Galapagos telah berubah, dengan kapal pesiar jadi semakin kecil dan mewah.

Peluang kunjungan berbasis darat juga meningkat, dengan akomodasi murah di beberapa pemukiman di pulau yang digunakan sebagai basis perjalanan sehari melalui laut. Namun, hanya lima persen dari wilayah pulau yang terbuka untuk pengunjung.

Pembatasan yang masuk akal bermaksud melindungi spesies pulau. Kapal pesiar besar dijauhkan dan jumlah tempat berlabuh di semua kapal kecil yang beroperasi di perairan Galapagos tidak boleh bertambah. Artinya, kapal baru harus menunggu pensiunnya kapal lama.

Jumlah orang yang mendarat di lokasi mana pun pada satu waktu dikelola secara hati-hati, dan slot waktu harus dipesan. Tekanannya juga soal mengurangi dampak lingkungan di setiap kesempatan.

Pembakaran bahan bakar, cat lambung kapal, pembuangan limbah, plastik, daur ulang, penggunaan kembali, biosekuriti, dan banyak lagi telah dipertimbangkan dengan cermat. Program konservasi ilmiah berlimpah, dan aturan mengenai jarak yang harus dijaga dari satwa liar ditegakkan secara ketat oleh pemandu Ecoventura.

3 dari 4 halaman

Advokasi Lingkungan

Tahun sebelumnya, tepatnya pada Juli 2020, DiCaprio juga vokal mendukung upaya perlindungan orang utan Sumatra dari ancaman COVID-19. Kala itu, ia mengunggah kampanye pengumpulan donasi Sumateran Orang Utan Conservation Programme (SOCP) yang berbasis di Kota Medan, Sumatra Utara.

"Kita belum tahu apakah primata non-manusia dapat tertular COVID-19, tapi SOCP tidak mau mengambil risiko. Sayangnya, tindakan pencegahan yang diperlukan ini mempersulit satu-satunya program reintroduksi orang utan di pulau itu untuk melanjutkan pekerjaan konservasi yang penting. Klik link di bio @socp.official untuk mempelajari lebih lanjut," tulisnya sebagai keterangan unggahan.

Sebelumnya, DiCaprio sempat berkunjung ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orang Utan Sumatra milik SOCP pada 2016.

Pada 2019, DiCaprio juga mengunggah ulang foto lautan sampah dari akun Instagram resmi terverifikasi National Geographic. Lautan sampah itu merupakan hasil jepretan jurnalis fofo independen Adam Dean. 

Beserta foto itu, akun National Geographic menulis keterangan, "Foto oleh Adam Dean. Pemulung tengah mengumpulkan plastik dari tempat pembuangan sampah lokal di Bantar Gebang, dekat Jakarta, Indonesia.”

4 dari 4 halaman

Infografis Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat