Sukses

YouTuber Ungkap Siklus Perjalanan Baju Orang Indonesia, Ujungnya Jadi Keset

Liputan6.com, Jakarta - Seberapa sering Anda belanja baju baru? Siklus ini sedikit-banyak akan memengaruhi perputaran baju di lemari. Alhasil, ada baju lama yang dipilah untuk diberikan pada orang lain.

Namun, ada juga yang beralih fungsi karena kondisinya sudah rusak atau tidak bagus lagi. Belum lama ini, seorang YouTuber Dwiki Afrilian membagikan siklus perjalanan baju orang Indonesia.

Videonya viral dan ramai dikomentari warganet. Lewat unggahan di akun TikTok @dwikiafrilian_,  ia pun membagikan klip tersebut, menuliskan, "Kalian gini gak sih."

Saat pertama dibeli, baju yang masih bagus akan digunakan untuk bepergian. Dalam hal ini, ia menunjukkan kemeja warna cokelat yang masih memiliki label harga.

"Jadi baju pergi-pergi (masih bagus)," tulisnya lagi. Setelah dipakai untuk bepergian, baju tersebut lantas berganti menjadi baju rumah. Dalam video, ditulis jika baju sudah terlihat biasa saja.

Tahap berikutnya, baju mulai tidak muat dipakai, tapi masih layak. Baju pun diberikan kepada orang lain, seperti adik, anggota keluarga lain, atau teman.

"Jadi baju adik (udah nggak muat)," tambahnya. Terakhir, baju yang sudah rusak atau tak layak pakai tidak langsung dibuang. Baju pun beralih fungsi menjadi keset.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Banjir Komentar

Sejak dibagikan pada 23 Oktober 2021, video yang menggambarkan siklus kehidupan baju di Indonesia tersebut sudah ditonton lebih dari 2 juta kali dan disukai lebih dari 240 ribu kali.

Melihat video tersebut, tak sedikit warganet yang setuju. Banyak yang membagikan pengalaman lucu seputar baju mereka. Ada juga yang berseloroh bahwa itulah sustainable fashion yang sebenarnya.

"Habis jadi keset, jadi lap masak/oli. Kalau udah minyakan item banget baru buang," komentar seorang warganet. "Mamiku kalau beli daster bahannya harus keset-able," tulis warganet lainnya.

3 dari 4 halaman

Kurangi Jumlah Pakaian

Menurut sebuah riset, daur ulang bukan jawaban atas masalah sampah tekstil dan pakaian. Pasalnya, proses industri dalam pendaurulangan material itu menghasilkan emisi level tinggi.

Riset itu menyatakan mengurangi jumlah pakaian yang kita miliki merupakan kunci untuk menekan emisi dari fesyen. Meski, hal itu mungkin bukan solusi yang akan dipilih banyak orang.

Selain itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menekan koleksi pakaian Anda menjadi sampah karena lama tak terpakai. Tiga tips yang dikutip dari laman centerforecotechnology.org itu adalah membeli pakaian bekas daripada yang baru

Anda bisa mengecek beberapa laman toko online untuk memperolehnya. Yang kedua, membuat acara tukar baju. Anda bisa mengundang beberapa teman untuk saling bertukar isi lemari yang sudah tak berkenan dipakai lagi. Cara terakhir, donasikan pakaian Anda.

4 dari 4 halaman

Fakta-Fakta Menarik tentang Fashion