Sukses

Intip Bra yang Didesain Khusus untuk Pasien dan Penyintas Kanker Payudara

Liputan6.com, Jakarta - Industri mode tidak mau ketinggalkan meninggalkan jejak kontribusi di bulan peduli kanker payudara yang jatuh setiap Oktober. Salah satu representasinya adalah jenama Singapura, Perk by Kate, yang mendesain bra khusus untuk pasien dan penyintas kanker payudara.

Melansir Her World Singapore, Kamis (14/10/2021), menurut founder-nya, Kate Low, ia mendapat ide merancang lini khusus ini setelah labelnya meluncurkan kampanye dengan Estee Lauder sebagai bagian dari bulan peduli kanker payudara tahun lalu. Kala itu, hasil penjualan produk kolaborasi disumbangkan untuk penelitian kanker payudara. 

"Seorang pelanggan yang merupakan penyintas kanker payudara berkomentar bahwa, meski inisiatif ini bermaksud baik, akan jauh lebih berdampak jika kami membuat bra yang nyaman dan terlihat bagus dalam membantu proses pemulihan, baik secara fisik maupun mental (pasien dan penyintas kanker payudara)," kata Kate.

Proses penemuan dan pengambilan sampel desain memakan waktu empat bulan, dan itu tidak dilakukan sendirian oleh Kate. Ia mendapat bimbingan dari ahli bedah rekonstruksi payudara, serta mempertimbangkan pendapat para penyintas kanker payudara.

Rangkaian produknya disebut akan mulai tersedia untuk pre-order setelah Oktober. Merek ini tercatat berkembang sejak diluncurkan satu dekade lalu sebagai peritel multi-label dari lini kultus seperti Eberjey dan For Love & Lemons, menawarkan pakaian dalam berukuran cocok untuk perempuan Asia.

Beberapa tahun kemudian, Kate mulai mendesain gayanya sendiri. Hingga pada 2019, ia membuka studio yang kemudian jadi medium pihaknya membangun hubungan lebih personal dengan pelanggan.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Memfasilitasi Kepercayaan Diri Wanita

Di awal pandemi, tepatnya Mei tahun lalu, Kate melahirkan anak pertamanya dan harus mengatasi stres menjalankan bisnis, serta tuntutan jadi ibu baru. "Saya belajar bahwa di saat krisis, orang mendukung merek yang mereka sukai. Kami adalah salah satunya, dan hak istimewa itu tidak akan pernah diterima begitu saja," katanya.

"Pada saat krisis, semuanya jadi lebih mahal, termasuk biaya pengiriman, manufaktur, dan bahan baku. Meski demikian, kami tetap melanjutkan rencana pengembangan produk kami karena tahu ekonomi pada akhirnya akan pulih, dan kami ingin berada di posisi teratas, terdepan dalam pemulihan itu," imbuhnya.

Pada intinya, Kate beranggapan bahwa fokus label yang dipimpin wanita adalah memberi kenyamanan dan kepercayaan diri bagi sesama wanita. "Kami melihat diri kami feminin, tapi tidak girlie, sensual, tapi tidak seksi, kuat, tapi tidak maskulin. Saya suka bahwa kami memiliki banyak sisi sebagai wanita," ucap Kate.

3 dari 4 halaman

Deteksi Dini Kanker Payudara

Terlepas dari itu, peringatan bulan peduli kanker payudara juga soal dorongan deteksi dini secara mandiri. Ahli onkologi dr. Walta Gautama, Sp.B(K)Onk, dalam acara virtual beberapa waktu lalu, menjelaskan bahwa ada tiga cara deteksi dini kanker payudara.

Pertama, SADARI dengan cara memeriksa payudara sendiri. Caranya dilakukan dengan meraba sampai batas bawah, yakni bentuk setengah lingkaran pada payudara, dan garis tengah di antara payudara.

"Yang harus diperhatikan, dua jari dari tulang selangka itu juga sudah termasuk payudara. Kemudian bagian samping, batasnya ada pada garis tengah ketiak. Daerah samping sering kecolongan," tutur dr. Walta.

Waktu terbaik untuk melakukannya adalah pada hari ke-7 sampai 10 setelah hari pertama menstruasi. Sementara, perempuan yang sudah menopause bisa dilakukan kapan saja asal di waktu yang sama setiap bulannya. Caranya dilakukan dengan meraba seluruh batas payudara.

 

Selain SADARI, SADANIS juga jadi cara lain untuk deteksi dini kanker payudara. Setelah memeriksa secara mandiri, disarankan pergi ke dokter untuk mengonfirmasi. "Jadi seperti, 'Saya sudah lakukan SADARI, betul tidak apa-apa?'" tuturnya.

Ia menjelaskan, salah satu tanda kanker payudara adalah tonjolan padat, tepinya tidak jelas, dan sifatnya melekat ke otot. "Ada juga yang keluar carian dari puting berwarna merah padahal sedang tidak menyusui, selain merasakan sensasi aneh di sekitar payudara," kata dr. Walta.

Terakhir, skrining. "Ini untuk mereka yang tidak punya keluhan, tapi mau tahu," imbuhnya, menegaskan bahwa kanker payudara juga bisa menyerang pria.

4 dari 4 halaman

Infografis 5 Tips Tetap Sehat di Masa Pandemi COVID-19