Sukses

6 Fakta Menarik tentang Pesawaran Lampung, Lokasi Transmigrasi Pertama di Era Belanda

Liputan6.com, Jakarta - Pesawaran, salah satu kabupaten hasil pemekaran di Provinsi Lampung ini diresmikan pada 17 Juli 2007. Sebelumnya, kabupaten ini menjadi bagian dari Kabupaten Lampung Selatan.

Pesawaran terdiri atas tujuh kecamatan dengan luas wilayah mencapai 1.173,77 km2. Sebagian besar lahan di kabupaten itu digunakan untuk sawah dan kegiatan pertanian lainnya.

Pada 2010, jumlah penduduk kabupaten ini mencapai 397.294 jiwa, yang terdiri atas 204.934 laki-laki dan 192.360 perempuan. Sebagian besar penduduk di sana bekerja sebagai petani dan pekebun.

Tak terlalu banyak yang diketahui publik tentang Pesawaran, tapi nyatanya ada hal menarik yang perlu disimak. Berikut enam fakta menarik Pesawaran yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Lokasi Transmigrasi Pertama di Era Belanda

Dalam buku Naskah Sumber Arsip: Penelusuran Sejarah Kolonisasi Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan Afdeeling Telok Betong (1905-1930), wilayah Pesawaran merupakan lokasi transmigrasi pertama yang dipilih pemerintahan Hindia Belanda pada 1905. Proyek yang disebut kolonisasi masyarakat Kedu di Pulau Jawa ke daerah Gedong Tataan, Telok Betong, Lampung, itu dipimpin langsung oleh residen H.G Heyting.

Upaya transmigrasi tersebut dilakukan lantaran antara jumlah produksi dan konsumsi tidak seimbang. Kondisi tersebut mengakibatkan tingginya pengangguran dan situasi di Kedu menjadi tidak aman. Pemerintah Hindia Belanda pada saat itu meminta izin kepada pemangku adat Lampung di Padang Ratu Kedondong untukmenggunakan lahan di Gedong Tataan.

Lahan dipilih lantaran tanahnya terbilang subur dan dikelilingi sungai yang mengalir. Diharapkan para transmigran bisa bertani dengan baik di sana. Setelah izin diperoleh, proses transmigrasi berlangsung selama beberapa tahun hingga 1913. Total 6.000 jiwa dari Kedu dipindahkan ke Gedong Tataan yang berjarak sekitar 27 kilometer arah barat dari Telok Betong.

2. Punya Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata

Teluk Pandan di Kabupaten Pesawaran, Lampung, ditetapkan oleh Bupati Pesawaran sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata pada 2018. Kawasan itu dipilih lantaran memiliki objek wisata pantai dan beberapa pulau kecil. Luasnya mencapai 649 hektare, 301 hektare di antaranya sudah dalam kondisi clean and clear yang bersertifikat.

KEK Pariwisata itu diharapkan bisa menarik pihak investor untuk berinvestasi dengan berbekal insentif yang tersedia. Namun, kegiatan ekonomi diharapkan tidak mengganggu ekosistem yang ada sehingga bisa berdampak negatif dalam jangka panjang.

 

 

2 dari 5 halaman

3. Rumah Adat Khas

Kabupaten Pesawaran mempunyai rumah adat yang disebut Lamban Balak Agung. Secara umum, rumah tradisional yang berbentuk rumah panggung ini terdiri dari beberapa bagian. Bagian pertama disebut Jan yang merupakan tangga masuk ke rumah panggung. Selanjutnya, ada Lepau atau Bekhanda yang merupakan bagian teras atas depan rumah.

Berlanjut ke Lapang Luakh yang menjadi ruang tamu dan tempat menggelar musyawarah adat. Berikutnya, Lapang Lom yang difungsikan sebagai tempat berkumpul dan berdoa. Ruang pribadi pemilik rumah terdiri dari Bilik Kebik merupakan kamar utama dan Tebelayakh untuk menyebut kamar kedua.

Rumah adat juga memiliki Sekhudu atau ruang belakang yang diperuntukkan bagi ibu-ibu., sementara Panggahk atau loteng rumah biasanya dijadikan tempat penyimpanan barang-barang untuk keperluan ada, barang pecah belah, hingga barang pusaka. Masih di bagian belakang terdapat Dapokh atau dapur yang terbagi menjadi Sekelak sebagai tempat memasak, dan Gakhang, tempat mencuci perabotan dapur. Bagian bawah rumah yang disebut Bah Lamban biasanya digunakan untuk menyimpan hasil panen.

4. Pesona Hutan Mangrove

Pesawaran memiliki destinasi wisata alam yang lengkap. Salah satu yang bisa dikunjungi adalah Hutan Mangrove Petengoran. Lokasinya berada di antara Pantai Sari Ringgung dan Pantai Dewi Mandapa.

Termasuk destinasi wisata edukasi, hutan ini berdiri di lahan seluas 113 hektare. Saat di lokasi, Anda diberi pilihan mau ke area sebelah kiri terlebih dahulu atau ke kanan. Kedua sisi tersebut memiliki keunikan dan keindahannya masing-masing.

Di bagian kanan Anda bisa melewati tengah hutan mangrove yang rimbun. Sementara itu, di bagian kiri Anda akan merasakan suasana yang sedikit berbeda, yakni hutan mangrove yang lebat dan berdampingan dengan lautan yang tenang.

 

3 dari 5 halaman

5. Beragam Wisata Pantai

Pesawaran memiliki objek wisata pantai yang kaya dan populer. Pantai Pahawang, contohnya. Destinasi ini menarik minat pelancong domestik karena pengunjung berkesempatan snorkeling di sana. Akomodasinya juga cukup lengkap mengingat sering kedatangan wisatawan.

Pesawaran juga memiliki Pantai Kelagian yang merupakan pulau kecil berpasir putih. Biasanya, kunjungan ke pulau ini sudah termasuk dalam paket open trip wisata Pahawang.

Ada pula Pulau Mutun yang menjadi objek wisata favorit keluarga. Lokasinya tidak jauh dari Kota Bandar Lampung, mudah dijangkau. cukup dari Bundaran Gajah hanya berjarak sekitar 15 kilometer. Anda hanya butuh waktu sekitar 30-45 menit untuk bisa sampai di Mutun.

6. Keripik Nangka

Bila Lampung biasanya identik dengan keripik pisang, agak sedikit berbeda dengan oleh-oleh di Pesawaran. Kabupaten itu menawarkan keripik nangka sebagai oleh-oleh khas.

Rasa manis nangka yang dipadukan dengan rasa sedikit gurih menjadi perpaduan yang pas untuk dinikmati dan membuat sulit berhenti jika sudah mulai mencobanya sekali. Keripik nangka biasanya tersedia dalam dua jenis, yaitu yang digoreng dan dioven. Anda bisa memperolehnya di toko oleh-oleh. (Muhammad Thoifur)

 

4 dari 5 halaman

Tips Libur Panjang Bebas Covid-19

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: