Sukses

Cerita Turis Disuruh Bayar Paket Perawatan Kaki di Pantai Bali Rp2,6 Juta, Korban Getok Harga?

Liputan6.com, Jakarta - Seorang wanita mendapatkan pengalaman berharga sekaligus mengejutkan saat berlibur di Bali. Semuanya bermula dari rasa iba ketika melihat seseorang yang sudah berusia senja masih giat bekerja.

Hal ini biasanya mampu menggerakkan hati sejumlah orang untuk membantu dengan membeli produk atau menggunakan jasanya. Siapa sangka, rasa ingin berbagi dan menolong orang tersebut bisa berakhir mengejutkan.

Hal itu yang dialami seorang wanita dan temannya. Pengalaman mengejutkan tersebut ia bagikan melalui akun TikTok @nialathif. "Panik gaaaa ???? 😂," tulisnya singkat dalam keterangan video yang diunggah pada Rabu, 21 Juli 2021.

Saat berkunjung ke sebuah pantai di Bali, ia dan temannya memutuskan untuk memakai jasa ibu-ibu di sana. Wanita bernama Nia ini memilih sejumlah jasa atau paket yang ditawarkan yaitu pijat kaki, manicure, pedicure, dan menggambar henna.

Selain itu, ia juga membeli gelang, kain bali, bakso, air kelapa, sewa kursi dan lainnya. Jasa yang ia pilih saat itu dikerjakan langsung di pantai. Nia terlihat dikelilingi beberapa wanita paruh baya.

Saat membayar, ternyata ia harus mengeluarkan uang hingga Rp2.615.000 untuk berdua. Ia pun menuliskan rincian harganya di dalam video.

Untuk gambar henna dibanderol dengan harga Rp450 ribu berdua, pijat kaki Rp300 ribu, manicure dan pedicure berdua Rp950 ribu, gelang kaki Rp300 ribu, gelang tangan Rp140 ribu, sewa kursi Rp50 ribu dan kain Bali Rp275 ribu,

Untuk makanan dan minuman, ia harus membayar air kelapa dan bakso Rp150 ribu untuk berdua. Harga ini cukup mengejutkan karena termasuk cukup mahal.

2 dari 5 halaman

Memijat Sekenanya

Nia dan temannya tidak memegang uang sebanyak itu dan mereka memutuskan untuk ke ATM untuk mengambil uang. Ibu pemberi jasa pijat kaki itu pun ikut ke ATM. Kedua wanita tadi mengambil uang lalu langsung diberikan kepada ibu-ibu tadi.

Video ini kemudian menarik banyak perhatian warganet. Ada yang bingung karena ibu-ibu itu terlihat hanya memijat sekenanya saja. Ada juga yang bertanya apakah Nia dan temannya tidak menanyakan lebih dulu berapa tarif pijat dan harga produk yang ditawarkan ibu-ibu itu. Ada juga menanyakan nama pantainya, tapi tidak disebutkan oleh Nia.

"Kadang niat nolong karena kasihan malah ujung-ujungnya kita sendiri yang kasihan dompetnya langsung kering," komentar seorang warganet.

"Kek gini ribut2 pantai sepi karena pandemi blab la, giliran ada pendatang staycation digetok harga gila…yg ada disumpahin dan gak mau balik lagi..," komentar warganet lainnya. Baru sehari dibagikan, unggahan video tersebut sudah dilihat lebih dari 6,2 juta kali dan mendapat lebih dari 4.500 komentar.

3 dari 5 halaman

PPKM Darurat Jawa Bali

Sementara itu, sepanjang 2021, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatatkan peningkatan kunjungan wisatawan domestik ke beberapa destinasi prioritas. Salah satunya pariwisata di Bali yang pada April 2021 tercatat kedatangannya mencapai 4.000-4.500 per hari, meningkat dari Januari 2021 yang hanya 2.200-2.500 wisatawan domestik per hari.

Namun, jumlah wisatawan dipastikan berkurang lagi setelah penerapan PPKM Darurat Jawa Bali pada 3-20 Juli 2021 yang kemudian diperpanjang sampai 25 Juli 2021. PPKM Darurat bertujuan menekan lonjakan kasus Covid-19 di tanah air pasca libur lebaran Idul Fitri 2021.

Bersamaan dengan kebijakan tersebut, Kemenparekraf memutuskan untuk menunda pelaksanaan berbagai program pemulihan ekonomi nasional, seperti Wisata Vaksin, Work From Bali, pembukaan Bali Kembali, Travel Corridor Arrangement, dan beberapa event di daerah.

4 dari 5 halaman

5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut: