Sukses

6 Kasus Kerumunan Wisatawan hingga Kecelakaan di Libur Lebaran 2021

Liputan6.com, Jakarta - Libur Lebaran 2021 diwarnai dengan membeludaknya wisatawan di destinasi wisata. Kerumunan wisatawan membuat sejumlah destinasi wisata harus ditutup sementara guna mencegah penularan Covid-19.

Selain itu, ada pula kasus yang mengakibatkan kecelakaan kala libur Lebaran 2021. Lantas, apa saja kasus kerumunan yang terjadi di destinasi wisata hingga adanya kecelakaan di libur Lebaran 2021? Simak selengkapnya seperti dirangkuman Liputan6.com, Minggu (16/5/2021) berikut ini.

1. Taman Impian Jaya Ancol

Taman Impian Jaya Ancol memperpanjang masa penutupan sementara hingga 17 Mei 2021. Sebelumnya diumumkan bahwa Ancol akan tutup satu hari, yakni Sabtu, 15 Mei 2021 dan akan buka kembali Minggu, 16 Mei 2021. Penutupan sementara tersebut berdasarkan pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak, maka penutupan kawasan Ancol diperpanjang mulai 15--17 Mei 2021.

"Kami memahami ketidaknyamanan dan kekecewaan pengunjung yang terpaksa mengurungkan niat menghabiskan masa libur Lebaran di kawasan Ancol karena adanya penutupan kawasan" kata Teuku Sahir Syahali, Direktur Utama Taman Impian Jaya Ancol, dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Sabtu, 15 Mei 2021 sore.

Manajemen Ancol menjelaskan, salah satu alasan diperpanjangnya masa penutupan tersebut adalah untuk memastikan kesiapan seluruh protokol kesehatan dapat diterapkan dengan lebih baik. Selain itu, penyempurnaan SOP dan peningkatan fasilitas serta sarana prasarana yang ada di kawasan Ancol.

Pengunjung masih tetap berwisata di kawasan pantai, tapi belum diizinkan untuk beraktivitas berenang di pantai. Selain itu, akan lebih dipertegas penerapan pembatasan jaga jarak antar-individu dan atau keluarga.

2 dari 6 halaman

2. Taman Mini Indonesia Indah

Kepala Bagian Humas Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Adi Widodo menyebut ribuan warga mengunjungi lokasi wisatanya pada Kamis, 13 Mei 2021 atau hari pertama Lebaran.

"Jumlah pengunjung yang masuk TMII hingga Pukul 20.00 WIB sebanyak 12.469 orang," kata Adi saat dikonfirmasi, Jumat, 14 Mei 2021, seperti dikutip dari Kanal News Liputan6.com.

Untuk jumlah kendaraan yang masuk ke dalam TMII jumlah, yakni sebanyak satu bus, 1.475 mobil dan 2.207 motor.

Adi menjelaskan, dalam situasi normal kapasitas pengunjung TMII mencapai 60 ribu orang. Namun di tengah pandemi Covid-19, pengunjung hanya diperbolehkan sebesar 30 persen atau maksimal 18 ribu orang.

Sementara, berdasarkan surat yang dirilis Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ditandatangani oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Gumilar Ekalaya pada Sabtu, 15 Mei 2021, TMII ditutup sementara mulai 16--17 Mei 2021.

"Terhitung mulai tanggal 16 Mei 2021 sampai dengan tanggal 17 Mei 2021 agar melakukan penutupan sementara tempat usaha dalam rangka penguatan protokol kesehatan," ujar Gumilar dalam surat tersebut, Sabtu, 15 Mei 2021.

3 dari 6 halaman

3. Taman Margasatwa Ragunan

Selain Ancol dan TMII, Taman Margasatwa Ragunan (TMR) juga harus menutup pintu untuk pengunjung mulai 16--17 Mei 2021. Ragunan akan kembali dibuka untuk umum pada Selasa, 18 Mei 2021.

Pengunjung TMR mencapai 16.480 orang pada H+2 Lebaran ini, Sabtu, 15 Mei 2021. Jumlah tersebut tidak mencapai jumlah maksimum pengunjung yang diperbolehkan selama pandemi Covid-19.

"Jadi ini untuk pengunjung yang diizinkan, kan 30 persen sekitar 30 ribu. Jadi ini kan baru 16.480 ya," ujar Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang, Jakarta, Sabtu, 15 Mei 2021, dilansir dari Merdeka.

4. Kepulauan Seribu

Perjalanan wisata ke Kepulauan Seribu, DKI Jakarta dihentikan sementara sejak Sabtu, 15 Mei 2021. Kebijakan tersebut diambil menyusul membeludaknya wisatawan mengisi libur Lebaran 2021 ke wilayah Teluk Jakarta tersebut.

Bupati Kepulauan Seribu, Junaidi mengatakan, kebijakan diambil sekaligus sebagai upaya penerapan protokol kesehatan (prokes) demi mencegah penyebaran virus corona yang menyebabkan Covid-19.

Dalam portal Kepulauan Seribu yang dilansir Antara, Minggu (16/5/2021), Junaedi menyebut telah meminta Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Kepulauan Seribu untuk menghentikan keberangkatan kapal penumpang usai Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Sehubungan dengan membeludaknya penumpang kapal yang hendak berwisata ke Kepulauan Seribu, sehingga tidak lagi mengindahkan protokol kesehatan, dan terbatasnya alat rapid test antigen serta tenaga medis di lapangan. Disarankan untuk tidak boleh beroperasi membawa penumpang wisata ke Kepulauan Seribu," ujar Junaedi dalam surat yang ditujukan kepada Kepala KSOP Kelas V Kepulauan Seribu.

4 dari 6 halaman

5. Pantai Pangandaran

Baru-baru ini, beredar video viral di Pantai Pangandaran yang diketahui adalah Pantai Batu Karas. Bahkan video tersebut pun ditanggapi oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Ia turut mengatakan jika lokasi di video tersebut merupakan Pantai Batu Karas yang letaknya kurang lebih 35 kilometer dari Pantai Pangandaran.

Sementara itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengambil keputusan untuk menutup destinasi wisata di Batu Karas, Kabupaten Pangandaran, sampai waktu yang belum ditentukan.

"Penutupan tempat wisata Batu Karas dimulai pukul 00.00 WIB sekarang (Minggu, 16 Mei 2021), sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. Ini hasil rapat koordinasi dengan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran," jelas Dedi.

6. Waduk Kedung Ombo

Sebuah perahu yang ditumpangi sekitar 20 orang wisatawan lokal mengalami kecelakaan dan tenggelam di Waduk Kedung Ombo, Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu, 15 Mei 2021.

"Perahu yang ditumpangi 20 orang tersebut mengalami kecelakaan tenggelam saat wisatawan akan makan menuju ke Warung Apung Dukuh Bulu Desa Wonoharjo Kemusu sekitar pukul 11.00 WIB," kata Kepala Polsek Kemusu Polres Boyolali AKP Cahyo Nugroho di Boyolali, Sabtu, 15 Mei 2021.

Namun, kata Kapolsek, dari 20 korban penumpang perahu yang tenggelam itu, 11 orang berhasil diselamatkan dan sembilan orang lainnya belum ditemukan. "Sembilan korban masih dalam pencarian," tambahnya seperti dikutip Antara.

Ia menjelaskan, sebanyak 20 penumpang tersebut naik perahu milik Kardiyo menuju warung apung yang dikendarai oleh tiga orang. Pada saat kapal sudah ingin mencapai warung apung, banyak penumpang yang berswafoto di depan kapal, sehingga kapal yang ditumpangi menjorok ke depan dan air mulai masuk sementara kapal terbalik.

Menurut Kepala Bidang Darurat BPBD Kabupaten Boyolali Kurniawan Fajar Prasetyo selaku koordinator pencarian korban tenggelam, Sabtu, 15 Mei 2021 malam, tim SAR gabungan terdiri atas BPBD Boyolali, TNI, Polri, Basarnas dan sukarelawan berhasil menemukan enam korban hingga pukul 18.45 WIB, sedangkan tiga lainnya belum ditemukan.

Keenam korban perahu tenggelam tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Namun, pihaknya belum bisa menjelaskan nama-nama korban tersebut, karena petugas hingga kini masih mengidentifikasi. (Muhammad Thoifur)

5 dari 6 halaman

Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: