Sukses

Apa Beda Behel dan Aligner dalam Fungsi Meratakan Gigi?

Liputan6.com, Jakarta - Behel mungkin lebih familiar bagi banyak orang ketimbang aligner. Padahal, dua-duanya punya fungsi yang sama, yakni membantu meratakan gigi seseorang agar terlihat lebih rapi. Lalu, di manakah bedanya?

Perbedaan pertama bisa terlihat dari bentuknya. Behel langsung dikenali lewat penggunaan kawat untuk melingkari gigi. Ada yang bisa dilepas pasang, tetapi kebanyakan menggunakan yang semi permanen dengan kawat menempel ketat di gigi selama selang waktu tertentu.

Sementara, aligner lebih terlihat seperti bantalan gigi dengan tampilan jernih. Anda seolah sedang tak memakai aligner saat benda itu terpasang.

CMO RATA, sebuah perusahaan rintisan teledentistry dan AI, drg. Deviana Maria menyebut aligner terbilang lebih praktis dan tidak menyakitkan pasien saat digunakan untuk meratakan gigi dibandingkan behel. Kepraktisan terletak pada mudahnya pasien melepas pasang saat hendak makan dan menggosok gigi. Sementara, behel semi permanen memerlukan bantuan dokter untuk melepas pasangnya. Belum lagi lebih sulit membersihkan sisa makanan di sela-sela behel maupun gigi.

Pasien juga sudah memiliki gambaran target kondisi gigi rata sejak awal pemeriksaan lantaran dokter sudah merancang pergerakan gigi pasien untuk beberapa waktu ke depan. Umumnya, proses perataan menggunakan aligner memakan waktu antara 3--6 bulan tergantung kondisi gigi pasien.

"Waktu meratakan gigi relatif lebih cepat. Sementara, behel enggak akan gerakin gigi kalau pasien tidak datang ke dokter. Padahal di masa pandemi seperti ini, kontrol behel akan sangat susah," jelas Deviana dalam jumpa pers RATANovation di Jakarta, Jumat, 27 November 2020.

 

 

2 dari 4 halaman

Mengapa Perlu Gigi yang Rata?

Keefektifan aligner dalam meratakan gigi terletak pada disiplin pemakainya. Setiap tujuh hari sekali, aligner baru harus dipakai untuk menggerakkan gigi sebesar 0,25 mm. "Aligner bisa meratakan gigi untuk kasus yang simpel sampai moderat. Tahu dari mana kasus gigi kita simpel atau moderat? Maka, konsultasi diberikan free," ujarnya.

Lalu, apa gunanya memiliki gigi yang rata? Deviana menyebut ada dua alasan seseorang perlu memiliki susunan gigi yang rapi.

Pertama, alasan kecantikan. Dengan deretan gigi yang rapi, seseorang akan terlihat lebih cantik dan lebih percaya diri saat tersenyum. "Apalagi bisa sering bertemu dengan publik, perlu berbicara di depan umum," kata dia.

Kedua, alasan kesehatan. Dengan susunan gigi bertumpuk akan menyulitkan pembersihan sisa makanan di sela-sela gigi. Bila sisa makanan didiamkan, bakteri akan menumpuk dan menyebabkan gigi bolong. Lebih lanjut, gigi yang bolong bisa berlanjut ke syaraf. 

"Ujung-ujungnya, giginya harus ditambal atau malah dicabut. Jadi, kita lebih baik mencegah dulu daripada mengobati," kata Devi.

 

 

3 dari 4 halaman

Infografis Disiplin Protokol Kesehatan

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: