Sukses

Lini Pakaian Dalam Terbaru Rihanna Diperagakan Penyintas Kanker Payudara

Liputan6.com, Jakarta - Untuk menghormati Bulan Kesadaran Kanker Payudara (Breast Cancer Awareness Month) yang dimulai pada 1--31 Oktober 2020, lini pakaian dalam milik Rihanna, Savage X Fenty, akan menyumbangkan hasil dari koleksi Kesadaran Kanker Payudara ke  Clara Lionel Foundation miliknya. Donasi tersebut untuk mendanai penelitian dan mendukung mereka yang menderita kanker payudara di komunitas kulit hitam.

Rihanna sendiri akan mendonasikan hingga 250 ribu dolar AS  atau Rp367 juta dari penjualan Savage X Fenty kepada yayasan yang ia dirikan pada 2012. Koleksi pakaian dalam itu diperagakan oleh Cayatanita Leiva dan Ericka Hart keduanya berusia 34 tahun, sementara Nykia McKenzie berumur 26 tahun. Mereka adalah para penyintas kanker payudara.

Mereka mengenakan koleksi baru sporty dengan bahan merah muda. Mereka berbagi cerita inspiratif tentang pemberdayaan, menemukan perawatan kesehatan yang memadai, dukungan, dan advokasi diri di seluruh platform Savage X Fenty.

Setiap model menampilkan pose berbeda dari sisi pengambilan foto. Hart berpose dengan bralette dan panty warna abu-abu. Ia mengatakan pengalaman kanker payudara bukanlah yang pertama dan banyak yang ia alami karena terlahir sebagai orang kulit hitam.

"Kampanye Savage X Fenty menegaskan pengalaman saya tidak hanya sebagai orang yang selamat dari kanker payudara, tetapi semua persimpangan identitas saya sebagai seorang perempuan kulit hitam, aneh, non-biner," kata Hart, melansir dari CNN, 21 Oktober 2020.

Model lain, Leiva, yang tampil di acara runway kedua, Savage X Fenty juga menderita kanker payudara triple-negatif pada 2018. "Alangkah ... hebat adalah mengungkapkan hal-hal dan berbagi pengalaman pribadi saya," katanya. "Masalah hitam dan cokelat dalam sistem perawatan kesehatan dan bagaimana ada kebutuhan untuk lebih banyak perwakilan di komunitas kami."

Selain itu, pertunjukan tersebut diadakan menyambut edisi terbaru New York Fasion Week. Hal itu mencuri perhatian publik, karena menampilkan perempuan dari beragam tipe tubuh, etnis, dan jenis kelamin. "Visi saya untuk Savage X adalah selalu membuat perempuan merasa percaya diri dan mengekspresikan diri," katanya Rihanna.

2 dari 3 halaman

Perbedaan Mencolok

Selain menawarkan visibilitas kepada tiga orang yang selamat dari kanker payudara kulit hitam itu, kampanye tersebut juga memperhatikan apa yang disebutnya "disparitas tidak adil" dalam sistem perawatan kesehatan AS, karena faktor-faktor, seperti usia dan ras.

Sebuah laporan pada 2012 dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, berdasarkan data dari 2005--2009, mengungkapkan bahwa tingkat kematian perempuan Afrika-Amerika adalah 41 persen lebih tinggi daripada perempuan kulit putih, meskipun kasusnya lebih sedikit. Sebuah penelitian yang diterbitkan empat tahun kemudian menemukan kesenjangan telah berkurang untuk perempuan kulit hitam yang lebih muda, tetapi tidak untuk mereka yang berusia di atas 50 tahun.

McKenzie, yang menemukan benjolan di payudaranya Juni lalu, mengatakan dua kali salah diagnosis sebelum akhirnya mendapat perawatan oleh dokter ketiga. "Pada Maret, payudara saya seukuran semangka mini. Saat itu, saya tahu apa yang sedang terjadi," katanya.

Pemotretan tersebut sangat berarti bagi McKenzie. Ia berharap dengan hasil pemotretan itu dapat menyampaikan pesan apa yang harus dilakukan dan dimulai dengan mendengar apa yang dialami perempuan muda seperti dirinya (Vriskey Herdiyani)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: