Sukses

Mundur dari Kerajaan, Meghan Markle Bebas Kenakan Gaun Linen Tanpa Lengan Saat Keluar Rumah

Liputan6.com, Jakarta - Meghan Markle kembali terlihat di jalanan Beverly Hills, Los Angeles, Amerika Serikat pada Jumat sore, 12 Juli 2020. Bersama Pangeran Harry, mereka ke luar rumah mengenakan busana sangat kasual.

Meghan Markle tampak nyaman memakai gaun linen asimetris tanpa lengan berwarna krem keluaran label Magic Linen. Busana tersebut diketahui berharga Rp1,1 juta. Sontak, publik merespons baik pemakaian gaun tersebut. Permintaan pun melonjak, seperti terlihat dalam kolom komentar akun Instagram resmi brand tersebut.

Ibu satu anak itu memadukannya dengan topi jerami, kacamata hitam, dan tas selempang berwarna gelap. Melansir laman Harper's Bazaar, Senin (13/7/2020), ia terlihat membawa sikat gigi dan pasta gigi berukuran kecil di pouch bening. Publik pun berasumsi bahwa ia baru saja mengunjungi dokter gigi.

Sementara itu, Pangeran Harry terlihat santai mengenakan celana jeans biru dipadukan kemeja polo berwarna keabu-abuan. Ia menambahkan sneaker warna navy dan topi baseball untuk mengimbangi gaya kasual sang istri.

Penampilan tersebut kemudian jadi perbincangan. Meski bukan sekali ia mengenakan gaun tanpa lengan, Meghan Markle dan Harry terlihat sangat berbeda dengan gaya busana kasual tersebut.

Sekilas, orang tak akan menyadari pasangan Sussex karena keduanya mengenakan masker wajah. Namun, keberadaan pengawal di sekitar mereka jadi pemandangan mencolok, terutama saat berjalan menuju mobil SUV Cadillac Escalade.

2 dari 3 halaman

Makin Sibuk

Kesibukan pasangan kerajaan itu belakangan makin bertambah. Pekan lalu, Harry tampil dalam sebuah video menyampaikan pesan yang diputarkan dalam Upacara Pembukaan Konferensi AIDS 2020.

Harry merekam pesannya di pekarangan rumah di mansion dilaporkan milik Tyler Perry. Latar hijau memberi pemandangan berbeda karena ia kerap berbagi pesan di dalam ruang.

Sebelumnya pada 1 Juli 2020, pasangan tersebut juga bergabung dalam sebuah konferensi video mengulas tentang perjuangan kesetaraan bersama pemimpin-pemimpin muda di seluruh dunia yang berkaitan dengan Queen's Commonwealth Trust (QCT).

Dalam diskusi itu, mereka sempat menyinggung tantangan bias yang tak disadari. "Kami tak bisa mengelak atau mengabaikan fakta bahwa semua dari kita telah dididik untuk melihat dunia secara berbeda," ujar Harry saat itu.

"Bagaimana pun, saat Anda mulai menyadari bahwa ada bias di sana, dan Anda menyadarinya, Anda perlu untuk melakukan sesuatu agar yang lain jadi lebih peduli. Sehingga, Anda dapat membantu melawan sesuatu yang sangat salah dan seharusnya tidak diterima di masyarakat sekarang ini," sambungnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: