Sukses

Langkah-Langkah Strategis Kembalikan Geliat Pariwisata Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Lewat forum daring bertajuk “Beyond COVID-19: Global Tourism’s New Normal”, Hong Kong Tourism Board (HKTB) membahas prospek pariwisata pascapandemi untuk Hong Kong, Cina Daratan, Asia, dan dunia.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Liputan6.com, Senin, 29 Juni 2020, dalam sambutan pembukaan, Ketua HKTB, Dr YK Pang menekankan pentingnya memulihkan kepercayaan konsumen.

"Misi utama kami adalah memberi kepercayaan dan kepastian untuk semua wisatawan bahwa perjalanan mereka aman dari awal hingga akhir," ujarnya.

"Kerja sama harus bisa melintas batas geografis dan bisnis. Kami harus bisa memanfaatkan semua pengetahuan dan keahlian yang kami miliki, dan menggunakannya secara kolektif untuk menavigasi tantangan di depan mata," sambung Dr Pang.

Pernyataan serupa disampaikan Gloria Guevara, President, sekaligus CEO World Travel and Tourism Council (WTTC). "Cap ‘Safe Travels’ yang baru kami luncurkan akan memungkinkan wisatawan  mengenali bisnis dan tujuan yang telah menerapkan protokol global WTTC dan akan mendorong kembalinya pariwisata aman di seluruh dunia," tuturnya.

Dalam realisasinya, HKTB akan bekerja sama dengan Pemerintah HKSAR menciptakan Open House Hong Kong, sebuah platform wisata yang akan memberi tahu dunia bahwa Hong Kong merupakan tujuan yang aman COVID-19.

Juga, kawasan administratif khusus ini siap menyambut wisatawan dengan penawaran dan pengalaman menarik. Dr Pang juga mengundang mitra dagang dari seluruh dunia mendukung platform ini dengan memberi penawaran pariwisata menarik.

2 dari 4 halaman

Andalkan Perjalanan Domestik Sebagai Langkah Awal

Steve Saxon, Partner McKinsey and Company mengatakan, kendati pariwisata dunia diperkirakan baru bakal kembali ke titik sebelum pandemi pada 2022, China, Indonesia, dan Amerika Serikat menunjukkan optimisme tinggi.

"Di sisi lain, terdapat peluang besar memanfaatkan perjalanan domestik untuk wisatawan lebih muda dan keluarga karena sebagian besar konsumen sedang mengurangi frekuensi wisata, terutama wisata internasional. China, Inggris, dan Jerman memiliki potensi terbesar dalam meningkatkan kembali perjalanan domestik," ucapnya.

Sementara, Hermione Joye, Sector Lead Travel and Vertical Search APAC Google menjelaskan, berdasarkan data pencarian, industri pariwisata hampir terhenti sepenuhnya dengan minat global yang turun tiga kali lipat dari masa pra-COVID-19.

"Akibatnya, kita tidak dapat memprediksi lagi kebiasaan, pemikiran, dan perilaku konsumen tentang berwisata. Saya berharap tren, wawasan konsumen, dan prinsip-prinsip tertentu dapat membantu pemasar, serta pelaku bisnis menanggapi, bahkan menavigasi kenormalan baru ini,” tuturnya.

Jane Sun, CEO Trip.com Group mengatakan, sebagai penyelenggara jasa, pihaknya fokus pada pilihan perjalanan yang fleksibel, aman, serta sarat akan penawaran diskon.

3 dari 4 halaman

Ikut Campur Bisnis Serupa, dari Penerbangan sampai Hotel

Alexandre de Juniac, Director General dan CEO International Air Transport Association (IATA) mengatakan, sebagai penunjang, pihaknya telah merancang pedoman global untuk mengurangi risiko COVID-19 saat bepergian dengan pesawat.

Peter C. Borer, COO Hong Kong and Shanghai Hotels Ltd menyambung, industri perhotelan akan bergerak menuju kenormalan baru dengan langkah-langkah kesehatan dan keselamatan yang belum pernah ditempuh sebelumnya.

"Sebagai pemimpin industri, kita harus berkolaborasi, meninggalkan paradigma lama dan melihat ke masa depan yang baru. Sebelum pandemi, industri perhotelan sudah bergerak menuju digitalisasi, kecerdasan buatan dan robotika. Krisis kesehatan yang kita hadapi sekarang hanya mempercepat tren ini," ucapnya.

Dalam jangka pendek, Borer menyebut pihaknya harus mendapat kepercayaan tamu dan meyakinkan bahwa mereka aman. Dalam jangka panjang, dasar-dasar industri ini tidak akan berubah, dan para tamu akan selalu mendapatkan layanan yang dipersonalisasi.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: