Sukses

5 Hal Sederhana yang Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental di 2020

Liputan6.com, Jakarta - Kesehatan tubuh dan pikiran saling terhubung, Anda mungkin punya tubuh yang bugar karena sering berolahraga dan makan sehat dengan teratur. Namun, sudahkah pikiran Anda bebas dari kecemasan atau hal-hal yang kurang baik?

Dilansir dari CNN, Minggu, 5 Januari 2020, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Hal-hal sederhana di bawah ini akan meningkatkan kesehatan mental Anda. Dengan pikiran dan jiwa yang sehat di awal 2020, Anda tentu punya resolusi menjadi pribadi yang baik.

1. Lebih Optimistis

Anda bisa memulai dari sisi positif dari setiap peristiwa yang terjadi. Hal ini akan membuat Anda menjadi lebih sensitif dan peka pada hal kecil di sekitar Anda, serta pengendalian emosi Anda makin baik. Menjadi optimistis bukan berarti Anda mengabaikan tekanan kehidupan sehari-hari. Anda harus percaya jika Anda yang memegang kendali atas nasib dan mempunyai peluang untuk menciptakan hal-hal baik.

Penelitian yang dilakukan Richard Davidson, seorang ilmuwan saraf dan Direktur Center for Healthy Minds, menunjukkan Anda bisa melatih otak Anda supaya lebih positif. "Ada penelitian yang menunjukkan bahwa optimisme sebenarnya dapat ditingkatkan atau dipupuk melalui beberapa jenis pelatihan," ujar Davidson.

"Ketika latihan mental semacam ini diajarkan kepada orang-orang, maka akan mengubah fungsi dan struktur otak mereka dengan cara yang kami pikir untuk mendukung kualitas positif pada tubuh," sambungnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 5 halaman

2. Menjadi Relawan

Memulai kegiatan menjadi relawan mungkin satu langkah baru yang bisa Anda coba pada 2020. Menempatkan kesejahteraan orang lain daripada diri sendiri tanpa mengharapkan imbalan apa pun dapat meningkatkan kesehatan mental atau altruistik.

Kegiatan sebagai relawan ternyata meminimalkan stres dan Depresi. Selain itu, dapat juga mengurangi risiko gangguan kognitif dan bahkan dapat membantu kita hidup lebih lama. Selain itu, semakin banyak orang yang memberikan sumbangan kepada anak yatim, maka meredakan rasa sakit yang mereka rasakan.

3 dari 5 halaman

3. Selalu Bersyukur

Salah satu cara terbaik lain untuk meningkatkan kesehatan mental Anda adalah dengan menjadikan rasa syukur sebagai bagian dari hidup Anda. Buatlah jurnal harian sebelum tidur, catat setiap pengalaman positif yang Anda miliki hari itu, sekecil apa pun.

Salah satu latihan perhatian favorit Davidson untuk menumbuhkan rasa terima kasih. Hal itu untuk mengingat orang-orang yang ada dalam hidup kita bahwa kita telah menerima bantuan dari mereka. Rasa syukur dan berterima kasih akan meningkatkan optimisme dan kesehatan mental yang lebih baik.

4 dari 5 halaman

4. Pererat Hubungan Sosial Anda

Psikiater dari Harvard University, Robert Robert Waldinger mengungkapkan bahwa orang-orang yang lebih terhubung secara sosial dengan keluarga, teman-teman, dengan masyarakat di lingkungan mereka, maka mereka akan lebih bahagia, dan secara fisik lebih sehat. Mereka juga akan hidup lebih lama daripada orang-orang yang mempunyai hubungan kurang baik.

Bagi Waldinger, hubungan yang baik membuat kita lebih bahagia dan lebih sehat. Hal itu bukan berarti harus berada dalam komitmen serius atau memiliki banyak teman, cukup membangun dan mempererat relasi dengan orang-orang terdekat yang menurut Anda baik kepada Anda.

Kualitas hubunganlah yang penting. Pernikahan dengan banyak konflik tinggi, misalnya, tanpa kasih sayang, ternyata sangat buruk bagi kesehatan, bahkan bisa lebih buruk daripada perceraian.

5 dari 5 halaman

5. Temukan Tujuan Anda

Selain itu, Anda perlu menentukan beberapa tujuan baru yang ingin Anda capai dalam hidup Anda pada 2020. Psikolog dari University of Pennsylvania, Martin Seligman mengatakan bahwa Anda bisa mengatur hal-hal yang Anda sukai untuk mencapainya sesuai dengan ambisi Anda.

Martin juga menyebutkan bahwa agama, keluarga, dan tujuan sosial sebagai salah satu bentuk meningkatkan makna dalam kehidupan untuk mencapai tujuan itu. Keterlibatan Anda pada lingkungan sosial juga berpengaruh besar. 

Martin menambahkan Anda tak boleh egois untuk mengejar pencapaian Anda yang berkaitan dengan diri sendiri. Jika itu menjadi satu-satunya tugas Anda, maka hidup menjadi terlalu stres, bahkan bisa menyebabkan kesepian. (Adhita Diansyavira)