Sukses

Program Edukasi Gizi Gerakan Nasional 2019 Selesai, Duta SIGAP Siap Jadi Agen Perubahan

Liputan6.com, Jakarta - Rangkaian Program Edukasi Gizi Gerakan Nusantara (GerNus) 2019 telah secara resmi rampung pada Rabu, 18 Desember 2019. Pada acara penutupan, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) menggelar final #DutaSIGAP dengan memilih enam orang terbaik dari 15 finalis.

Program ini merupakan kerja sama antara FFI dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.

"Program Edukasi Gizi Gerakan Nusantara 2019 bersama BPOM sengaja memuat sosialisasi keamanan pangan dan bersama meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak tentang pangan yang aman," kata Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Reri Indriani.

Finalis Duta SIGAP terdiri dari berbagai siswa sekolah dasar di beberapa kota, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali. Dalam acara penutupan program Edukasi Gizi GerNus, para finalis Duta SIGAP menampilkan kebolehan mereka dalam memaparkan materi berhubungan dengan gaya hidup sehat.

Kelima belas finalis masing-masing membawakan satu tema, di antaranya buang sampah pada tempatnya, tidak jajan sembarangan, serta cuci tangan sebelum-setelah makan, setelah buang air.

Peserta menjelaskan materi dengan gaya masing-masing dalam durasi tiga menit. Setelah pemaparan, juri memberi pertanyaan seputar materi yang dibawakan dan harus dijawab dalam waktu satu menit.

2 dari 3 halaman

Agen Perubahan

Duta Sehat, Inspiratif, Sadar Gizi, Aktif, dan Peduli (SIGAP) nantinya diharapkan jadi agen perubahan di lingkungan sekolah. Mereka dapat membantu menyebarkan pengetahuan tentang susu, pedoman gizi seimbang, perilaku hidup bersih, dan perhatian terhadap lingkungan.

Setelah melalui tahap seleksi, juri memutuskan M. Paco Tyrone Khajizi dari SDN Kotagede 3 Yogyakarta sebagai juara pertama sekaligus peserta favorit. Siswa kelas 6 tersebut tampil membawakan materi yang telah disiapkan selama sebulan lamanya.

“Nantinya aku pengin ajak teman-teman buat tidak beli jajanan yang tidak sehat,” ujar Paco saat ditanya langkah selanjutnya setelah jadi Duta SIGAP.

Menurut guru pembimbing Paco Nur Sri Widiastuti, ke depan, sekolahnya akan tetap meneruskan program sehat, seperti hari makan sayur.

Untuk juara kedua jatuh pada siswa yang berasal dari Pulau Dewata, Putu Dheva Yudhiva dan juara tiganya adalah Raya D. Aulia. Pemenang tersebut akan mendapatkan biaya pendidikan, pembinaan, dan hadiah untuk guru pembimbing. (Tri Ayu Lutfiani)

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: