Sukses

Tanpa Sekolah Fashion, Rinaldy Yunardi Jadi Desainer Kelas Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Rinaldy Yunardi kembali meraih penghargaan kelas dunia. Ia baru saja menyabet tiga penghargaan sekalihus di ajang World of WearableArt (WOW) Awards 2019 yang diselenggarakan di Wellington, Selandia Baru.

Ajang itu berlangsung pada 26 September sampai 13 Oktober 2019.Tiga penghargaan itu adalah Supreme WOW Award, Avant-Garde Section Award, dan International Design Award: Asia.

Semua penghargaan itu didapat dari busana dan aksesori rancangan Rinaldy yang diberi nama The Lady Warrior. Sebelumnya pada 2017, dia juga meraih tiga piala di ajang serupa.

Walaupun bukan yang pertama, kemenangan di WoW Awards 2019 meninggalkan kesan yang mendalam di benak desainer yang karyanya sudah pernah dipakai Madonna, Lady Gaga dan Kylie Jenner itu. Ia juga merasa terharu karena bisa meraih penghargaan kelas dunia meski tak pernah mengikuti sekolah maupun kursus fashion.

"Saya benar-benar nggak menyangka. Saya nggak pernah sekolah fashion, tapi bisa menang. Ini pengalaman yang sangat indah. Ini juga jadi pembuktian kalau saya mampu dan Indonesia mampu," ujar Rinaldy dengan mata berkaca-kaca saat jumpa pers di Jakarta Pusat, Selasa, 29 Oktober 2019.

"Saya memang otodidak, belajar sendiri dan bisa dapat ide dari mana saja. Ini tentu bukan pekerjaan saya sendiri, banyak pihak yang ikut membantu, termasuk dari teman-teman desainer, endorsement dan asisten saya," sambung pria yang akrab disapa Koh Yungyung ini.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Terinspirasi Sosok Ibu

Digelar setiap tahun, WoW Awards melombakan mahakarya para seniman dari seluruh penjuru dunia. Dengan imajinasi liarnya, mereka ditantang untuk menciptakan sebuah karya seni yang dapat dipakai di tubuh juga (wearable).

"Itu yang suka, kita dibebaskan untuk berimajinasi seluas-luasnya. Saya sering punya imajinasi dan inspirasi yang bermacam-macam, tapi tentu ada batasnya karena produknya harus bisa dipakai," terang Rinaldy.

Karya Yungyung di WoW Awards 2019 bertajuk 'Lady Warrior' yang terinspirasi dari sosok sang ibu yang tangguh bak pejuang, Pria yang kerap memakai topi ini mengeksplor material kertas daur ulang yang dipilin menjadi benang.

Benang tersebut lalu dibentuk menjadi seperti kostum perang berstruktur dengan rok meruncing. Butuh waktu enam bulan untuk membuat karya tersebut. Usahanya pun berbuah manis.

Dengan 'Lady Warrior', Rinaldy berjaya di ajang yang tahun ini diikuti 115 desainer dari 22 negara tersebut. Penghargaan tertinggi dan paling bergengsi, Supreme WoW Awards berhasil diraihnya dan semakin menegaskan eksistensinya sebagai desainer aksesori kelas dunia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Jelajah Ekshibisi MUFFEST 2020, dari Busana yang Sempat Mejeng di Paris sampai Mutiara Asli Lombok
Artikel Selanjutnya
Resmi Dibuka, MUFFEST 2020 Dorong Perdagangan Adil bagi Artisan Lokal