Sukses

6 Kebijakan Radikal Pemerintah Arab Saudi demi Gaet Turis Asing

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Arab Saudi mulai terbuka dengan mencanangkan program reformasi Visi 2030, salah satunya adalah di bidang pariwisata.

Program ini dirancang oleh Putera Mahkota Mohammed bin Salman, dengan tujuan mempersiapkan ekonomi negaranya untuk tidak terlalu bergantung pada minyak. Maklum saja, selama ini Arab Saudi sangat mengandalkan minyak sebagai sumber pendapatan negara selain penyelenggara ibadah haji dan umrah.

Kini berbeagai perubahan dan kebijakan baru telah diambil untuk lebih menggiatkan perekonomian negara Timur Tengah ini. Otoritas pariwisata Arab Saudi mengatakan, pelonggaran peraturan ketat yang mengatur interaksi sosial terjadi setelah Riyadh meluncurkan skema visa turis pertamanya.

Seperti dikutip dari The Guardian, 7 Oktober 2019, Komisi Arab Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional mengunggah peraturan baru itu di Twitter pada 6 Oktober 2019. Sebelumnya juga sudah ada beberapa kebijakan baru yang membuat mereka lebih terbuka. Berikut beberapa peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi untuk lebih memajukan bidang pariwisata.

Kelonggaran Aturan Berpakaian

Kelonggaran kode etik berpakaian bagi wisatawan juga mulai diberlakukan. Kini, Arab Saudi tidak mewajibkan pengunjung wanita memakai jubah hitam panjang atau abaya.

Meski sudah diberi kelonggaran, namun para turis tetap wajib menggunakan pakaian yang sopan, terutama saat berada di ruang publik. Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi mengharuskan perempuan untuk mengenakan jubah hitam yang menutupi tubuh atau abaya.

Kebijakan ini dinilai cukup radikal dan dulu mungkin sulit dibayangkan bakal terjadi di Arab Saudi.  Sejumlah golongan masyarakat konservatif masih belum menerima dan mengkritik keras kebijakan baru ini.

Membuka Bioskop

Buat pertama kalinya dalam 35 tahun, pemutaran film di bioskop kembali diadakan oleh pemerintah Arab Saudi pada 2018. Pemerintah setempat kemudian menayangkan sebuah film Hollywood buat pertama kalinya untuk publik.

Film yang dipilih ternyata adalah The Emoji Movie. Pemerintah Arab Saudi berharap, dengan beroperasinya bioskop-bioskop ini akan menjadi katalis pertumbuhan dan diversifikasi ekonomi, serta menciptakan kesempatan baru. Selain itu, warga Arab Saudi memiliki pilihan hiburan baru.

Dengan adanya perubahan ini, pemerintah Arab Saudi berencana untuk membangun 300 gedung bioskop dengan jumlah 2000 layar sampai dengan tahun 2030 mendatang. Film-film yang diutamakan untuk diputar adalah film untuk anak-anak serta remaja. Sensor ketat pastinya akan diberlakukan untuk film-film tersebut.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Visa Turis

Pemerintah Arab Saudi menawarkan visa turis untuk pertama kalinya. Penerapan visa ini dilakukan untuk mendongkrak sektor pariwisata. Mereka mulai mempermudah pengajuan visa bagi wisatawan atau turis asing.

Turis bisa mendapatkan visa saat tiba di bandara atau pengajuan online dengan tarif sekitar 80 dolar AS.Kebijakan ini berlaku bagi 49 negara, Meski begitu, Kota Mekkah dan Madinah tetap terlarang untuk didatangi turis dengan visa kunjungan. Untuk mendatangi dua area suci itu, para turis harus datang dengan visa khusus ibadah.

Menyewa Kamar Tanpa Surat Nikah

Komisi Pariwisata dan Kebudayaan Nasional Arab Saudi mengizinkan pasangan wisatawan asing menginap dalam satu kamar tanpa bukti pernikahan. Namun, aturan ini hanya berlaku bagi wisatawan asing dan tak berlaku bagi warga negara Arab Saudi.

Meski begitu, wanita Arab Saudi sudah dibolehkan menyewa kamar hotel tanpa kehadiran wali pria, tapi tentunya tidak dibolehkan menginap bersama pria yang bukan muhrimnya.

Mengizinkan Konser Musik

Tak hanya membuka kembali bioskop, pemerintah Arab Saudi juga mulai melonggarkan aturan konser musik. Pada Januari 2017, musisi Mohammed Abdu menggelar konser di Jeddah. Konser tersebut merupakan konser besar pertama dalam tujuh tahun terakhir di Jeddah.

Selain itu, musisi luar negeri juga sudah dibolehkan menggelar konser musik atau tur di negara penghasil minyak tersebut. Grup asal Korea Selatan, BTS, membuat sejarah dengan menjadi musisi luar negeri pertama yang menggelar konser di Arab Saudi. Mereka tampil di King Fahd International Stadium di Riyadh, pada 11 Oktober 2019.

Membangun Taman Hiburan

Sebuah taman hiburan terbesar sedang dibangun di Arab Saudi. Proses pembangunan sudah dimulai pada 2018 dan kabarnya akan diberi nama Qiddiya. Taman yang disebut-sebut menyaingi studio Walt Disney di Florida, AS ini diperkirakan akan menjadi taman hiburan terbesar di dunia.

Selain taman hiburan, akan ada berbagai fasilitas olahraga trek gurun, rekreasi air dan salju, serta petulangan taman safari. Tempat wisata ini berjarak ekitar 40 kilometer dari Riyadh.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Penikaman di Panggung Teater Arab Saudi Terekam Kamera, 3 Orang Terluka
Artikel Selanjutnya
Mahfud Md Minta Rizieq Shihab Kirim Salinan Surat Pencekalan ke Mejanya