Sukses

Merasakan Sensasi Nuansa Eropa Kecil di Sawahlunto

Liputan6.com, Jakarta Mau berwisata cantik layaknya di Eropa? Gak perlu jauh-jauh. Langkahkan saja kaki Anda ke Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar). Kota ini menwarkan sensasi Eropa kecil di tengah perbukitan.

Menurut Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Iyung Masruroh, Kota Sawahlunto merupakan satu dari banyak permata yang siap naik pentas di panggung pariwisata nusantara. Kota mungil ini memang sudah menjadi buah bibir berkat polesan cantik di kawasan Kota Tuanya.

"Potensi besar memang dimiliki Kota Sawahlunto. Terlebih banyak bangunannya merupakan peninggalan Belanda. Tata kotanya pun dipertahankan. Udaranya yang sejuk membuat nuansa Eropa begitu terasa di kota ini," ujar Iyung, Jumat (19/10).

Yup, nuansa Eropa memang begitu kental terasa di kota ini. Kesan autentik milik kolonial Belanda masih membekas kuat di kota ini. Banyak bangunan tua bersejarah yang berdiri di sudut-sudut kota. Spot instagramable-nya banyak. Mau diarahkan kemana saja semua tampak cantik di kamera.

Galeri Tambang Batu Bara & Lubang Tambang Mbah Soero masuk dalam daftar teratas tempat wisata di Sawahlunto. Ini adalah salah satu lubang tambang yang bisa dimasuki pihak umum. Di sini bisa melihat lebih dekat bagaimana suasana di dalam gua tambang masa lampau.

Di seberang Lubang Tambang Mbah Soero, terdapat Goedang Ransoem. Tempat ini disebut-sebut sebagai salah satu dapur tercanggih abad ke-20. Hal ini berdasarkan jumlah pasokan makanan yang mesti disiapkan. Makanan itu harus cukup untuk memberi asupan konsumsi bagi budak tambang yang kerap disebut orang rantai.

Satu lagi tempat yang wajib disinggahi adalah Museum Kereta Api Kota Sawahlunto. Lokasinya di area Stasiun Sawahlunto yang penuh dengan catatan historis. Di sini kita bisa menyaksikan berbagai peralatan teknis yang biasa digunakan dalam dunia perkereta-apian pada masa lampau.

"Selain itu ada beberapa bangunan bersejarah lainnya yang tak boleh luput dari kunjungan, seperti Rumah Pek Sin Kek, Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto, Gereja Katolik Santa Barbara, Gedung Koperasi UPO dan Gedung Kantor Pusat UPO. Kesemuanya berada di area yang berdekatan dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki saja," ungkap Iyung.

Sawahlunto merupakan daerah penghasil batu bara sejak jaman pendudukan Belanda. Namanya terangkat karena W H de Greve berhasil menemukan potensi batu bara kota di ini pada sekitar tahun 1867.

Sejak saat itu Belanda memusatkan perhatian pada Sawahlunto dengan melakukan invasi pengerukkan perut bumi guna mencari batu bara. Material logam ini menjadi pasokan energi utama bagi Belanda. Pembukaan lahan-lahan tambang dan perekrutan buruh tambang secara paksa pun menjadi bagian dari sejarah kelam Sawahlunto.

"Dan sisa sejarah tersebut bisa ditemui melalui beberapa bangunan penting yang menjadi saksi bisu di masa lalu. Ini semua terus dikembangkan dan dipromosikan. Salah satunya lewat Sawahlunto International Musik Festival (SIMFes). Yang tahun ini dilaksanakan tanggal 19 hingga 22 Oktober," terang iyung.

Menurutnya, saat ini aksebilatasnya juga cukup mumpuni. Jika ingin mengunjungi Kota Sawahlunto, Anda bisa mendaratkan diri terlebih dahulu di Bandar Udara Minangkabau di Kota Padang.

Dari sana bisa menyewa kendaraan bermotor untuk menghampiri Sawahlunto. Kira-kira butuh tiga jam perjalanan. Sepanjang perjalanan Anda akan disuguhkan pemandang yang spektakuler. Bahkan Anda dapat melihat Kota Padang dari ketinggian.

"Jalurnya bagus. Jalannya beraspal mulus dengan ditemani pemandangan hutan dan persawahan yang memukau. Gak kalah cantiknya dengan persawahan di Bali," terang Iyung lagi.

Lantas bagaimana dengan amenitasnya? Untuk ini wisatawan tak perlu risau. Ada banyak penginapan serta hotel di Sawahlunto. Asiknya hotel dan penginapan ini juga merupakan bangunan peninggalan Belanda.

"Pokoknya setiap sudut Kota Sawahlunto akan membawa Anda serasa di Eropa. Penasarankan? Buruan kunjungi Sawahlunto dan rasakan sendiri Eropa mini Ranah Minang," pungkas Iyung.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun mengatakan hal yang sama. Menpar yang juga pernah menginjakkan kaki di Sawahlunto ini begitu takjub dengan keindahan kotan ini. Dirinya pun semangat mengembangka potensi kawasan wisata sejarah di daerah itu.

"Kota Sawahlunto memiliki potensi yang sangat luar biasa, di samping bentang alam yang indah kota ini juga memiliki nilai sejarah yang tinggi dan cukup menggambarkan bagaimana sebuah kota modern dari abad ke-19 dibangun. Kemenpar akan terus ikut membantu pengembangan pariwisata Sawahlunto. Makanya kita pun selalu memberikan dukungan berbagai atraksi pariwisata disana," ujar Menteri asal Banyuwangi itu.

Loading
Artikel Selanjutnya
Kemenpar Gelar Bimtek Izin Usaha Penyedia Sarana Wisata Alam
Artikel Selanjutnya
Presiden Jokowi Kenakan Pakaian Adat Sasak saat Pidato Kenegaraan