Sukses

Jadi Makanan Ikonik di Film Suzana, Ini 6 Jenis Satai Nusantara yang Jarang Ditemukan

Liputan6.com, Jakarta - "Beli apanya, Nyah?" kata si penjual sate. "Satai," jawab Suzzanna.

"Hah?" si penjual balik bertanya. "Satai," kata Suzzanna lagi.

"Satai? Berapa tusuk?" tanya si penjual. "200 tusuk, makan di sini," ucap Suzzanna.

Kalimat di atas adalah salah satu penggalan adegan ikonik di film Sundel Bolong yang dibintangi Suzana pada 1981. Anda masih ingat?

Berbicara soal satai, makanan ini erat dengan Madura. Satai berbahan dasar daging ayam itu disuguhkan bersama bumbu kacang, kecap, taburan bawang goreng, bawang merah mentah, serta lontong. 

Namun, satai tak melulu hanya Satai Madura. Kekayaan kuliner Indonesia punya  menu satai yang beragam. Sajian daging bakar itu memiliki banyak cara penyajian hingga bumbu yang dipakai. Berikut adalah satai-satai Nusantara yang wajib Anda coba.

1. Satai Kalong

Satai kalong merupakan satai khas Cirebon yang menggunakan daging kerbau sebagai bahan dasar. Daging yang ditumbuk hingga hampir menyerupai dendeng ini bercita rasa manis. Sementara, nama kalong tercetus karena penjual hanya keluar pada sore hingga malam hari.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

2 dari 3 halaman

Beda Padang, Beda Kebumen

2. Satai Padang

Seperti satai Madura, satai Padang juga kerap menjadi suguhan yang banyak Anda temui. Satai berbahan daging sapi, lidah, dan jeroan itu dilumuri oleh bumbu kuah kacang kental. Bumbunya terdiri dari rempah-rempah yang dihaluskan seperti serai, bawang merah, kunyit, jahe, dan bawang putih.

3. Satai Tegal

Seperti namanya, satai khas Tegal, Slawi ini dibuat dari daging kambing atau domba muda. Daging dipotong dadu dan dapat dipadukan dengan lemak, hati, atau ginjal. Satai Tegal tak perlu diberi kecap saat dibakar, tetapi dalam keadaan polos. Setelah matang, baru satai Tegal disajikan dengan bumbu kecap dan dipadu rempah.

4. Satai Ambal

Satai yang terbuat dari daging ayam ini berasal dari daerah Ambal, Kebumen. Fakta menarik dari satai Ambal adalah bumbunya yang dibuat dari bahan dasar tempe rebus yang dihaluskan serta tidak menggunakan kacang dan kecap sama sekali.

 

3 dari 3 halaman

Lilit dan Loso

5. Sate Lilit

Satai khas Bali ini terbuat dari ikan, ayam, daging sapi, hingga daging babi. Campuran satai lilit terdiri atas daging cincang, santan, parutan kelapa, bawang merah, dan jeruk nipis. Adonan satai lalu dililit pada batang bambu atau batang serai.

6. Satai Loso

Satai berbahan dasar daging kerbau ini menjadi sajian andalan dari daerah Pemalang. Satai Loso disajikan dengan daging kerbau yang empuk karena direbus selama beberapa jam. Nama Loso diambil dari sang pencetus, yakni Mbah Loso.

Loading
Artikel Selanjutnya
Mereguk Nikmatnya Berkah Daging Kurban di Kediri