Sukses

Generasi Millennial Gemar Membeli Produk Fashion Bekas? Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta Menjamurnya akun online shopping di media sosial yang menjual beragam produk fashion bekas yang masih layak pakai, bukan tanpa alasan. Tak hanya online shopping, barang fashion bekas dengan kondisi yang masih bagus juga kerap dijual di acara garage sale. Peminatnya cukup banyak termasuk generasi millenial.

Generasi millennial sangat memperhatikan status sosial, biasanya dilihat dari brand fashion apa yang dipakainya. Itulah mengapa brand fashion mewah jadi salah satu syarat tampil terkini bagi mereka.

Bicara soal generasi millennial, yang terlintas dalam benak kita tidak jauh-jauh dari media sosial dan gaya hidup terkini. Soal pilihan gaya fashion, generasi muda yang lahir di antara tahun 1980-an sampai 2000-an ini (apakah dirimu termasuk?) bisa dikatakan sangat mengikuti tren. Kebutuhan tampil trendy ini mau tidak mau menyetir perilaku belanja mereka.

Dilansir dari Asia Luxury Index 2017, millennial tidak memiliki uang sebanyak generasi pendahulunya. Untuk dapatkan barang fashion kualitas terbaik, biasanya mereka membeli barang-barang branded secondhand dengan harga serendah mungkin, yang pastinya jauh lebih mudah dijangkau dibanding beli baru.

 

1 dari 3 halaman

Tren membeli barang bekas

Beli barang preloved juga pada dasarnya bukan tanpa pertimbangan. Berdasarkan survey yang dilakukan kepada generasi millennial usia 18 – 34 tahun di tujuh negara (Australia, China, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Islandia Baru, dan Singapura), ada 4 faktor yang dilihat millennial sebelum memutuskan beli barang branded mewah.

1. Frekuensi pembelian biasanya satu kali dalam 1 – 3 bulan.

2. Produk yang paling banyak dibeli adalah sepatu dan aksesori berbahan kulit (tas, salah satunya).

3. Soal brand, Chanel yang paling banyak difavoritkan, diikuti Balenciaga, Hermés, Prada, dan Gucci.

4. Konsumen millennial mementingkan kualitas material, warna, dan kondisi produk saat dijual preloved.

2 dari 3 halaman

Bergaya Sambil Berinvestasi

Perilaku konsumen millennial ini pun pada akhirnya mempengaruhi resale industry yang meningkat dari $18 miliar di 2016 hingga $33 miliar di tahun 2021 mendatang. Data ini diambil dari laporan “Fashion Re-Commerce Update” oleh Fung Global Retail & Technology, yang juga mengindikasikan barang branded merupakan salah satu bentuk investasi. Apalagi peminat barang fashion dari rumah mode dunia (seperti tas mewah Hermés Birkin) tidak menunjukkan penyurutan, bahkan semakin meningkat, thanks to millennials.

Penulis: Monica Dian

Sumber: Fimela.com

Artikel Selanjutnya
Satu Kakinya Diamputasi, Wanita Ini Malah Sukses Jadi Model
Artikel Selanjutnya
Pop Up Market 2018 Tekankan Unsur Art yang Lebih Kuat