Tahera Rahman Jadi Hijabers Pembaca Berita TV Pertama di Amerika

Tahera Rahman memecahkan rekor menjadi pembawa acara berita memakai hijab atau hijaber pertama yang tampil di TV mainstream Amerika

Diterbitkan 20 Februari 2018, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tahera Rahman menjadi sosok hijabers yang menjadi perbincangan publik sejak kemunculannya di layar kaca. Tahera Rahman tampil sebagai pembawa acara televisi di Amerika saat dirinya melaporkan kabar tentang pendanaan untuk klinik kesehatan di Quad Cities yang merupakan sebuah wilayah di perbatasan Illinois-Iowa.

Tahera Rahman, resmi menjadi hijabers pertama yang direkrut secara penuh sebagai reporter oleh sebuah televisi di Amerika.

Pembawa berita wanita berhijab pertama di televisi

 

Feeling unbelievably blessed tonight. A few oopsies in my first hit but I couldn’t have imagined a better team than this exact CBS crew that has become family. It’s been such a long and incredible journey but the work is just beginning, fam. Stay. Tuned. #🧕🏽 #📺#AlhamdulillahAlways #GodsPlan #DrizzyPlannedHisAlbumReleaseAroundMe #BestHumpDayEver

A post shared by Tahera Rahman (@taheratv) on

Pada Kamis (8/2/2018) menjadi pengalaman pertama Tahera Rahman untuk tampil di televisi Amerika sebagai pembawa berita. Tahera Rahman dilaporkan menjadi pembawa berita wanita berhijab pertama di Local 4 News yang merupakan afiliasi CBS untuk kawasan Quad Cities di perbatasan Illinois-Iowa. Local 4 News adalah televisi berita mainstream di Amerika Serikat.

Tahera Rahman sendiri sebelumnya merupakan produser berita stasiun televisi tersebut. Kemudian ia menerima promosi untuk tampil pertama kali di televisi.

Dalam penampilan pertamanya, Tahera Rahman memilih menggunakan hijab hijau dengan garis keemasan. Kala itu, Tahera Rahman membawa berita tentang dana untuk klinik kesehatan.

Ditolak karena berhijab

Sejak magang di biro CBS Evening News di Chicago, Tahera Rahman telah diberitahu jika kariernya akan sulit melonjak jika tidak melepaskan hijab. Tahera Rahman pun menghadapi penolakan dari sejumlah stasiun televisi karena ia menggunakan hijab. Namun Tahera Rahman tetap berjuang bersama hijabnya hingga akhirnya Local 4 News memberikannya kesempatan untuk menjadi reporter dan tampil di layar kaca Amerika.

Tahera Rahman menjadi salah seorang yang beruntung bisa tampil di layar kaca Amerika di tengah isu minoritas yang melekat pada dirinya. Berdasarkan analisis data dari Columbia Journalism Review pada 2013, lulusan minoritas dari sekolah jurnalistik hanya mendapat peluang 17 persen bekerja di lembaga penyiaran daripada lulusan berkulit putih. Tahera Rahman sendiri merupakan lulusan bidang jurnalistik dari Universitas Loyola Chicago.