Sukses

Hati-Hati, Ini 8 Waktu yang Paling Rentan untuk Berbelanja

Liputan6.com, Jakarta Belanja menjadi kegiatan yang menyenangkan terutama bagi wanita. Sayangnya, problem yang banyak dialami ketika berbelanja adalah sering membeli barang yang tidak Anda butuhkan.

Terkadang belanja hanya membuat Anda merasa nyaman namun bisa juga berbahaya bagi dompet. Melansir dari Huffington Post pada Selasa (6/2/2018), terdapat delapan waktu yang rentan untuk belanja.

1. Saat mengecek email

Banyak penjual dan e-commerce yang mengirimkan kode diskon awal jika Anda memberikan alamat email. Ini bisa berpotensi untuk Anda menggunakan kode diskon tersebut saat itu juga.

Selain itu, berhati-hatilah ketika Anda menemukan email yang mempromosikan penjualan dengan waktu terbatas. Para penjual akan merancang perasaan yang mendesak untuk Anda. Sehingga Anda dengan segera melakukan pembelanjaan di lini belanja tersebut. Padahal belum tentu Anda membutuhkannya.

2. Ketika mendapat rezeki lebih

Ketika Anda mendapatkan uang lebih, secara otomatis pikiran Anda akan dibanjiri hal-hal yang bisa dilakukan dengan uang lebih tersebut, termasuk berbelanja hal-hal yang menurut Anda diperlukan. Jika Anda tidak mampu mengontrolnya dengan baik, maka rezeki nomplok itu hanya sekadar lewat. Lebih Anda gunakan 90 persen dari uang tersebut untuk ditabung, sedangkan 10 persennya digunakan untuk bersenang-senang.

1 dari 3 halaman

8 Waktu yang Paling Rentan untuk Berbelanja

3. Pada hari yang buruk

Sebagian besar dari Anda mungkin memulai hari dengan hal yang buruk. Dan itu terjadi sepanjang hari. Ketika lelah secara mental, Anda cenderung akan mencari sesuatu yang menghibur diri, salah satunya dengan berbelanja. Jika hal itu terjadi, Anda sudah masuk ke dalam lingkaran HALTS, yang merupakan akronim dari hungry, angry, lonely, tired, dan scared. Saat-saat seperti ini menjadi saat yang rentan untuk Anda melakukan belanja karena akan cenderung kalap.

4. Ketika Anda mabuk

Berada di bawah pengaruh alkohol membuat Anda cenderung melakukan keputusan yang buruk. Menurut data dari Finder.com hampir setengah dari orang Amerika yang minum alkohol teratur setiap minggu akan melakukan pembelian secara spontan saat mereka mabuk. Sebanyak 3.123 orang yang disurvei menunjukkan berbagai pembelian yang menghabiskan 206 Dolar AS atau sekitar Rp 2,6 juta.

5. Ketika hari libur

Hari libur seperti Natal dan tahun baru menjadi masa-masa sulit untuk mengendalikan pengeluaran Anda. Banyak dari Anda yang merasa kesepian ketika hari libur sehingga melampiaskannya untuk belanja dengan harapan akan membuat Anda lebih baik.

2 dari 3 halaman

8 Waktu yang Paling Rentan untuk Berbelanja

6. Bila hanya memerlukan satu kali klik untuk mengeluarkan uang

Fitur "tinggal gesek" menjadi cara termudah Anda untuk mengeluarkan uang. Jika di e-commerce terdapat fitur satu klik yang membuat pembayaran terhadap pembelian Anda menjadi lebih mudah. Cara mengakalinya adalah jangan gunakan kartu kredit ketika berada di mal atau tempat belanja. Ambil uang tunai secukupnya dan sembunyikan kartu kredit Anda di tempat yang sulit Anda jangkau.

7. Ketika sudah melakukan pembelian besar

Ketika Anda sudah mampu melakukan pembelian dalam jumlah yang besar, Anda cenderung membesarkan skala kemampuan untuk belanja. Artinya, Anda akan merasa masih punya banyak sisa untuk melakukan pembelanjaan lainnya. Jika Anda sudah melakukan pembelian yang nominalnya besar, sebaiknya dikontrol dengan pembelian yang lebih murah.

8. Ketika Anda tidak sadar

Studi menunjukkan bahwa sebagian orang yang akan lebih bahagia terhadap ide dan pengalaman belanjanya daripada apa yang ia belanjakan. Kegentingan pembeli terhadap barang akan cepat pudar namun kegembiraan dan kenangan akan pengalaman akan dikenang seumur hidup. Ini akan menjadi berbahaya jika Anda tidak mampu mengontrolnya karena secara alamiah manusia tidak akan pernah merasa cukup terhadap apa yang benar-benar mereka butuhkan.

Artikel Selanjutnya
Belanja Online Kian Mudah dengan Website Komparasi Ini
Artikel Selanjutnya
Doyan Belanja? Sebelum Berburu, Wajib Lakukan 4 Hal Ini Dulu