Sukses

5 Tempat Wisata Ini Terancam Hilang Akibat Perubahan Iklim

Liputan6.com, Jakarta Semakin lama keadaan alam semakin mengkhawatirkan, manusia yang pemikirannya semakin maju dalam teknologi semakin tidak peduli dengan alam di sekitarnya. Jumlah manusia yang merusak juga lebih banyak daripada jumlah manusia yang memelihara alam.

Seperti kutub es yang mencari dan kebakaran hutan, pernyataan ilmiah menyatakan bahwa perubahan iklim yang terjadi saat ini telah terjadi lebih cepat dari sebelumnya, dan diharapkan manusia untuk mengurangi penggunaan produk rumah yang akan semakin memperparah pemanasan global.

Efek dari pemanasan global telah menempatkan banyak tujuan wisata yang indah di dunia menderita konsekuensi yang serius, dengan beberapa diantaranya terancam untuk benar-benar menghilang. Dilansir dari Huffingtonpost, pada Rabu (19/10/2016) inilah 5 tempat wisata yang terancam hilang. 

1. Great Barrier Reef

foto: roughguides.comMembentang lebih dari 1.400 mil, Great Barrier Reef terletak di lepas pantai timur laut Australia merupakan sistem terumbu karang terbesar di dunia. Penuh dengan kehidupan biota laut, terumbu karang ini banyak menarik penyelam untuk menikmati keindahan bawah laut setiap tahunnya. Tapi peninggatan suhu di laut telah menyebabkan pemutihan karang di mana warna-warna indah yang terdapat pada karang menjadi pudar. Penelitian terbaru telah mengungkapkan bahwa lebih dari 90 persen dari Great Barrier Reef mengalami pemutihan.

2. Pegunungan Alpen

Pegunungan Alpen. (http://news.discovery.com/)Pegunungan yang berada di Eropa ini telah lama mendapat julukan sebagai Shangri-La untuk para pemain ski, membentang di delapan negara dan menyediakan beberapa lereng dari lereng yang paling dicari di dunia. Dengan meningkatnya suhu bumi, bagaimanapun pencairan salju secara signifikan terus memperpendek musim untuk mengadakan olahraga musim dingin di tempat ini. Banyak resor yang sudah mulai mengimbangi dengan menawarkan perawatan spa dan kegiatan di luar ruangan seperti menunggang kuda untuk menarik lebih banyak pengunjung di luar musim dingin.

3. Rhone Valley

foto: therhonediaryTerletak di selatan Perancis, Rhone Valley adalah salah satu daerah penghasil wine yang terbaik di dunia. Meliputi daerah seluas 120 mil, pengunjung bisa menghabiskan seminggu penuh untuk mencoba satu persatu, menikmati kebun-kebun anggur luas yang dikelilingi oleh latar belakang pegunungan. Tapi saat suhu bumi meningkat, membuat lingkungan menjadi tidak ramah bagi anggur, banyak ahli memprediksi produksi akan merosot dan penghasil wine akan merayap lebih jauh ke utara menuju daerah yang dingin.

4. Venice

Berbagai faktor yang disebabkan oleh alam maupun manusia membuat 6 kota besar ini terancam musnah di masa depan. Sumber: Highperspective.comTidak mungkin untuk berjalan-jalan di Venice tanpa terpesona oleh pemandangan di kota ini. Laut Adriatik mengalir melalui kanalnya, romansa dari gondola membuat Anda serasa mengapung di bawah Bridge of Sighs. Di tempat yang begitu menyatu dengan air, tempat ini merupakan berada di dataran rendah, efek dari pemanasan global yang menyebabkan air laut yang naik Venice berada pada ancaman yang serius. Namun aktivis setempat telah mengambil langkah untuk melakukan investasi di pintu air yang canggih dan teknologi lainnya untuk menghalangi air yang datang, tapi hanya waktu yang dapat menjelaskan bagaimana nantinya ini akan bekerja.

5. Amazon

Perkampungan milik suku Yanomami indian di jantung Hutan Amazon, Roraima, Brasil, pada 18 April 2016. Akibat banyaknya penambang liar membuat hutan amazon tak cantik lagi. ( REUTERS / Bruno Kelly) Hutan hujan terbesar di Bumi, Amazon mencakup sekitar 40 persen wilayah dari Amerika Selatan. Wisatawan akan menemukan merah dan katak beracun hidup dengan jaguar dan hewan lain di tempat ini. Namun, meski ukurannya luas, perubahan iklim telah membuat menjadi habitat yang rapuh untuk hewan. Kekeringan yang ekstrim telah meninggalkan sebagian jenis pohon menjadi kekeringan, sehingga mereka sangat rentan terhadap kebakaran hutan.

(Achmad Rully P)