Sukses

Demi Olimpiade 2016, Para Atlet Dunia Rela Lakukan 10 Hal Ini

Liputan6.com, Jakarta Menghadapi Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro yang saat ini tengah berlangsung, para atlet harus bertarung demi kebanggaan negaranya masing-masing. Pada bulan-bulan menjelang Olimpiade, setiap atlet harus menghadapi pelatihan yang ketat dan intens setiap harinya.

Seperti yang dilansir dari Telegraph.co.uk pada Senin (8/8/2016), para atlet dari berbagai belahan dunia harus berlatih untuk memastikan fisik dan mental mereka sudah siap untuk berlaga di Olimpiade Rio 2016. Dengan impian mendapatkan medali emas, ini 10 hal yang para atlet lakukan dalam persiapan menuju pesta olahraga yang terjadi setiap 4 tahun sekali.

1. Konsisten

Menjelang Olimpiade 2016, ada godaan untuk meningkatkan pelatihan dengan cara yang cukup agresif. Tetapi penting untuk diingat bahwa konsistensi adalah kunci. Semua olahraga memiliki metode berlatih yang berbeda, namun kuncinya adalah untuk menjaga pelatihan tetap konsisten dan tidak cedera. Jangan tergoda untuk mengubah hal-hal yang sudah berjalan dengan baik. Jika tidak rusak, jangan memperbaikinya.

2. Beristirahat cukup

Para atlet harus memastikan bahwa mereka mendapatkan banyak istirahat dan waktu pemulihan. Hal ini sama pentingnya dengan pelatihan itu sendiri. Tubuh butuh istirahat jika para atlet ingin tubuh memberikan yang terbaik saat mereka berlaga, ini berlaku untuk para atlet peserta Olimpiade maupun bukan.

3. Memastikan asupan nutrisi

Makanan adalah bahan bakar setiap atlet, jadi mereka harus berhati-hati dalam memilih apa yang akan mereka konsumsi. Anda tidak akan menempatkan bahan bakar sampah ke mobil jadi mengapa melakukannya untuk tubuh Anda? Pepatah you are what you eat sangat berlaku bagi para atlet yang cenderung makan sekitar 5.000 kalori per hari untuk menjaga diri berenergi. Atlet perlu bahan bakar sebanyak mungkin, dan idealnya mereka akan makan dalam waktu setengah jam sebelum pelatihan. 

4. Menjaga pakaian dan perlengkapan olahraga

Apa yang para atlet kenakan saat berlaga di Olimpiade Rio 2016 tentu berbeda berdasarkan jenis olahraganya, namun penting bagi mereka untuk merasa nyaman dan percaya diri. Apa yang atlet kenakan dan bagaimana perasaan mereka saat mengenakannya adalah bagian besar dari suksesnya sebuah pelatihan maupun pertandingan. Mereka juga harus memastikan busana mereka sesuai untuk olahraga dan latihan. Sebagai aturan, para atlet harus selalu mencoba berlatih dalam busana yang sama saat mereka bertanding nantinya.

5. Batasi pergaulan

Dalam hal bersosialisasi dan bergaul, setiap atlet tentu membutuhkan dukungan dari keluarga maupun sahabat terdekat dalam proses pelatihan. Kehadiran mereka dibutuhkan untuk memberikan kata-kata maupun aksi dukungan, dan juga dapat menerima bahwa atlet memiliki waktu yang terbatas untuk bergaul. Setiap atlet harus mengingat untuk menjaga segala sesuatunya tetap seimbang, dengan catatan tetap mempertimbangkan tujuan akhir mereka yang akan berlaga di pertandingan besar dunia.

6. Menjalani perawatan tertentu

Saat atlet memilih perawatan apa yang akan dijalani, mereka harus mengingat untuk meminimalisir kemungkinan cedera. Pijat dan perawatan lainnya adalah cara yang tepat untuk mencegah kecelakaan dan cedera selama pelatihan keras yang berlangsung berbulan-bulan. Semua perawatan yang tepat dapat membantu memastikan kondisi para atlet tetap sempurna hingga upacara penutupan Olimpiade 2016.

7. Mengelilingi diri dengan pengaruh positif

Walaupun berhubungan dengan kondisi para mental para atlet, hal ini tidak kalah penting dengan persiapan fisik. Atlet harus selalu mengelilingi diri mereka dengan hal-hal yang memberikan pengaruh positif. Termasuk dalam hal media, film, program televisi hingga musik. Segala sesuatunya harus menjadi dukungan positif dan membuat atlet fokus para tujuan mereka.

8. Tetap dekat dengan keluarga

Sangat penting bagi setiap atlet untuk menjelaskan kepada keluarga mereka bahwa pelatihan menuju Olimpiade Rio 2016 akan mengambil alih hidup mereka paling tidak selama satu tahun. Keluarga harus memahami bahwa atlet menjalani pekerjaan penuh waktu yang mungkin akan sering ketinggalan acara keluarga karena jadwal pelatihan yang sangat padat.

9. Lakukan break sesekali

Meskipun atlet memiliki jadwal penuh, mereka tetap membutuhkan istirahat untuk memulihkan fisik dan mental.  Mereka harus meluangkan waktu untuk beristirahat dan menggunakan waktu bebas tersebut tanpa kegiatan yang terlalu banyak dan melelahkan. Menonton film di rumah, bersantai di sofa dan dan mengelilingi diri dengan para sahabat adalah pilihan terbaik.

10. Bayangkan kemenangan di depan mata

Membayangkan kemenangan adalah bagian dari pelatihan mental bagi para atlet. Mereka harus dapat memvisualisasikan penutupan yang sempurna, dan membayangkan pertandingan berjalan dengan baik secara berulang-ulang di pikiran mereka. Pertandingan terdiri dari 90% mental dan 10% fisik. Untuk menghadapi Olimpiade 2016, secara umum, para atlet harus menetapkan tujuan yang realistis dan memberikan target pada diri mereka sendiri.